Ini baru bersih

“Marilah, baiklah kita berperkara! firman TUHAN Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” Yesaya 1: 18

Masih ingatkah anda akan Kris Biantoro dan iklan Rinso nya? Rinso adalah detergen pertama yang muncul di Indonesia pada tahun 1970 dan dikenal dengan slogannya “Berani Kotor itu Baik”. Kris, pembawa acara nomer satu jaman itu, muncul di TV pada tahun 80an dengan iklan yang menunjukkan bahwa Rinso dapat membersihkan segala macam kotoran dari pakaian kita.

Kris Biantoro dalam iklan TVRI tahun 1980an.

Memang dibandingkan dengan sabun biasa, Rinso membawa perbedaan. Dulunya, rakyat biasa memakai sabun cuci Cap Tangan yang kenudian mendapat saingan dari berbagai sabun cuci batangan lain seperti sabun merek  Wings. Sekarang, pada umumnya orang sudah memakai detergen untuk mencuci pakaian.

Satu hal yang menarik tentang soal membersihkan pakaian, ternyata detergen apapun belum tentu bisa menghilangkan noda-noda yang disebabkan oleh zat kimia tertentu. Adakalanya, setelah dicuci berulang kali pakaian mungkin harus dipensiunkan karena noda yang ada tidak juga bisa dihilangkan. Seorang kerabat saya yang pakaiannya ditumpahi anggur merah oleh seorang pramugari pesawat akhirnya mendapat ganti rugi untuk mengganti pakaiannya karena noda anggur yang tidak mungkin bisa hilang sepenuhnya setelah dicuci.

Berbeda dengan kemampuan detergen dalam soal membersihkan pakaian, ayat diatas mengatakan bahwa karena Allah, sekalipun dosa manusia yang merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; dan sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba akan menjadi putih seperti bulu domba. Mengapa warna-warna ini, dan bukan hitam misalnya? Istilah-istilah ini dipakai karena merah adalah warna yang terang, bisa menimbulkan noda yang mencolok mata. Salah satu kamus Alkitab menyatakan: “Satu-satunya warna dasar yang tampaknya memiliki konsepsi yang jelas dalam pikiran orang Ibrani ialah merah.” Berbeda dengan kemampuan manusia untuk mencuci noda kehidupannya, Allah bisa membasuh jiwa kita untuk kembali menjadi putih, seperti bulu domba yang tidak bernoda, bahkan seperti salju.

Memang manusia selalu cenderung untuk berbuat dosa. Dosa demi dosa diperbuatnya setiap hari dan bahkan setiap saat. Walaupun kita sadar  bahwa kita seharusnya melakukan perbuatan yang baik, justru perbuatan yang buruk yang kita lakukan!

“Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku perbuat.” Roma 7:19

Adanya dosa dimasa lalu dapat menyebabkan tekanan, penderitaan dan penyesalan. Bagi mereka yang tidak mengenal penebusan Kristus, penyesalan bisa mengaibatkan depresi berat dan berbagai gangguan kejiwaan. Apalagi jika masyarakat di sekitar kita tahu tentang apa yang terjadi. Sebagai umat Kristen, memang kita percaya bahwa karena darah Yesus kita mendapat pengampunan sepenuhnya. Tetapi pikiran kita seringkali sulit untuk dibersihkan atau dicuci bersih dari bekas-bekas dosa kita. Ada kalanya perasaan bersalah itu begitu besar, sehingga kita merasakan betapa besar dan nyata noda-noda yang ada dalam hidup kita. Apalagi jika iblis mulai menyerang kita dengan tuduhan-tuduhannya yang keji (Wahyu 12: 10).

Pagi hari ini kita diingatkan bahwa tidak ada yang bisa membersihkan hidup kita dari dosa. Agama-agama lain mengajarkan bahwa manusia dapat menyucikan dirinya dengan perbuatan amal dan berbagai ritual. Tetapi kita tahu bahwa standar kesucian Tuhan adalah sangat tinggi dan tidak mungkin dicapai manusia atas usaha dan jerih payahnya sendiri. Dalam hidup kita kita memang bisa melihat mereka yang berpendirian bahwa  “berani kotor itu baik”; mereka itu pasti akan jatuh kedalam kesulitan-kesulitan besar karena tidak ada apapun dan siapapun yang bisa membersihkan dosanya. Hanya pengorbanan Kristus yang bisa membersihkan kita dari noda-noda dosa kita. Apa yang kita perlukan hanyalah iman, percaya bahwa penebusan Kristus hanya sekali tetapi sudah cukup untuk memberikan kita hidup yang baru. Dengan itu kita bisa memusatkan pikiran kita kepada hal-hal yang positip dan menolak tuduhan-tuduhan iblis.

Ingatkah anda akan kejadian dimana Yesus menemui seorang perempuan yang sudah berzinah dan akan dirajam? Orang-orang yang ingin merajamnya ternyata satu persatu pergi hingga tinggallah Yesus dan perempuan itu (Yohanes 8: 10-11). Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” Begitulah juga dengan kita, karena dosa kita sudah diampuni dan dicuci bersih, adalah kewajiban buat kita untuk hidup dalam kebenaran di masa mendatang!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s