Sukses menurut ukuran Tuhan

“Lakukanlah kewajibanmu dengan setia terhadap TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya, dan dengan tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya, seperti yang tertulis dalam hukum Musa, supaya engkau beruntung dalam segala yang kaulakukan dan dalam segala yang kau tuju.” 1 Raja-raja 2: 3

Bayangkan anda mempunyai anak yang sangat anda cintai. Anda mengorbankan uang dan waktu untuk membesarkan dan mendidik anak anda. Dalam pikiran anda, anda berharap agar setelah dewasa, anak anda akan sukses: kaya dan bahagia. Anda mengerti bahwa orang yang kaya belum tentu bahagia, dan orang yang bahagia belum tentu kaya; karena itu anda mengharapkan keduanya untuk anak anda. Tetapi bagaimana jika anak anda hanya boleh mendapat salah satu dan bukan keduanya? Mana yang anda pilih untuk membuktikan kesuksesan anak anda?

Dari dulu sampai sekarang, harapan manusia untuk sukses itu sering dilandaskan pada kekayaan. Memang itu juga dipengaruhi kebudayaan dan latar belakang seseorang, tetapi umumnya orang berpikir bahwa kebahagiaan dapat dibeli dengan kekayaan dan kebahagiaan tidak dapat dicapai tanpa kekayaan. Itulah juga sebabnya mengapa banyak agama yang menekankan bahwa hubungan manusia dengan Tuhan akan menghasilkan kesuksesan hidup dalam bentuk kekayaan, kedudukan dan pengaruh yang bisa membuat orang lain kagum, terpesona dan iri hati.

Sungguh menarik bahwa Alkitab menyatakan bahwa kesuksesan itu lain dari apa yang dibayangkan dunia. Mengikut Yesus tidak hanya berat secara rohani, tetapi juga tidak seperti apa yang sering kita dengar di beberapa gereja atau sewaktu menonton beberapa acara gereja di TV. Mereka yang menjadi murid-murid Yesus yang sukses ternyata adalah orang-orang yang sederhana dan tidak mementingkan kelimpahan. Mereka yang beruntung adalah orang yang tetap mengikuti segala ketetapan, perintah, peraturan dan ketentuan-Nya.

Yesus, Anak Allah itu, memang mengajarkan gaya hidup dan ukuran kesuksesan yang lain dari gaya hidup dan ukuran kesuksesan menurut Perjanjian Lama yang sering didasarkan pada berkat materi kepada bani Israel. Kepada seorang ahli Taurat yang ingin mengikut Dia, Yesus berkata kepadanya: “Serigala mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya” Matius 8: 19-20.

Jika kesuksesan di dunia ini sekarang banyak diukur dengan kemampuan seseorang untuk mempengaruhi masyarakat dan memperoleh popularitas dalam dunia nyata maupun maya, Yesus mengajarkan bahwa mengikut Dia berarti menjadi berbeda dengan orang yang lain dalam cara hidup, tingkah laku dan perbuatan kita. Karena itu mereka yang sukses dalam iman, seringkali justru dibenci oleh dunia.

“…dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku.” Lukas 21: 17

Pagi ini firman Tuhan mengingatkan kita bahwa Yesus sudah datang ke dunia sebagai karunia yang terbesar dalam hidup kita. Karena Dia, kita bisa merasa kaya dan bahagia. Siapa yang sudah menerima Kristus, sudah mengalami “kesuksesan” yaitu keselamatan yang datang dari Allah sendiri. Dengan demikian, untuk mereka yang percaya, kesuksesan duniawi tidaklah penting. Yang lebih penting bagi kita adalah untuk hidup menurut Firman dan bisa memakai apa yang kita terima dari Tuhan untuk menolong orang lain supaya mereka juga bisa mengenal Tuhan merasakan kasihNya dalam hidup mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s