Jika Tuhan berdiam diri

“Mata-Mu terlalu suci untuk melihat kejahatan dan Engkau tidak dapat memandang kelaliman. Mengapa Engkau memandangi orang-orang yang berbuat khianat itu dan Engkau berdiam diri, apabila orang fasik menelan orang yang lebih benar dari dia?” Habakuk 1: 13

Mendengar dan menyaksikan kejadian-kejadian buruk yang terjadi dalam kehidupan disekeliling kita, mungkin kita merasa sedih karena dunia ini agaknya secara pelan-pelan menjadi semakin kacau, setidaknya di tempat-tempat tertentu. Dunia memang penuh dosa dan karena itu tidak bisa bebas dari kekacauan, kejahatan dan kekejaman, tetapi jika hal-hal itu terjadi pada orang-orang yang tidak bersalah, kita mungkin bertanya-tanya: mengapa Tuhan berdiam diri?

Kejadian buruk yang terjadi diluar dugaan pada seseorang juga sering dihubungkan dengan faktor kebetulan: mungkin ia berada di tempat yang salah pada waktu yang salah. Tetapi alasan ini untuk orang Kristen akan membawa pertanyaan: apakah ada hal yang kebetulan di hadapan Tuhan yang maha tahu dan maha kuasa? Tentu Tuhan membiarkan hal yang jahat itu terjadi!

Tuhan adalah pencipta alam semesta yang membuat apa yang tidak baik dan kacau untuk menjadi baik dan indah. Tetapi mengapa Ia membiarkan adanya hal-hal yang keji atau menyedihkan di sekeliling kita? Tentu Tuhan mempunyai maksud atau rencana sekalipun kita sering tidak bisa memahaminya.

Ayat Habakuk 1: 13 diatas adalah keluhan nabi Habakuk karena Tuhan bermaksud membuat bangsa Babel yang jahat untuk menguasai bani Israel. Habakuk seakan menyatakan protes atas rencana Tuhan karena seakan Tuhan akan menelantarkan umatNya. Ia tidak mengerti bahwa Tuhan tidak pernah mengabaikan umatNya, pada saat-saat tertentu sengaja membiarkan terjadinya hal-hal yang tidak baik dan bahkan hal-hal yang jahat untuk menggenapi rencanaNya.

Adalah menarik bahwa kita seringkali lupa bahwa Allah Bapa mengirimkan AnakNya ke dunia untuk disiksa dan disalibkan guna menebus dosa kita. Allah tidak menyiksa dan membunuh Yesus, tetapi Ia membiarkan orang-orang tertentu untuk melakukan hal-hal yang jahat kepada Yesus untuk menggenapi rencana penyelamatanNya. Sejarah gereja juga menulis bahwa setelah Yesus naik ke surga, umat Kristen juga mengalami penganiayaan yang besar, yang membawa banyak korban diantara orang percaya.

Berubahkan keadaan dunia setelah itu? Apakah keadilan dan keamanan sudah sepenuhnya kita alami sekarang? Tentu saja tidak! Di dunia ini tetap ada orang-orang jahat yang hidup diantara umat Tuhan, seperti belalang diantara rumput-rumput. Tuhan membiarkan hal yang jahat ada, dan bahkan terkadang memakai hal yang jahat untuk membangun dan memperkuat umatNya di dunia. Semua itu bisa terjadi dengan seijin Tuhan yang mempunyai rencana agung untuk membawa setiap orang yang percaya kepada keselamatan, dan agar mereka yang sudah diselamatkan untuk makin beriman kepadaNya. Bagi kita hal-hal semacam itu bukanlah pencobaan tetapi ujian iman.

Dari sejarah dunia, kita tahu bahwa Tuhan yang “membiarkan” umat Israel jatuh ketangan musuh-musuh mereka, ternyata tidak bermaksud meninggalkan mereka. Justru sebaliknya, Tuhan menggunakan masa-masa sulit untuk menggenapi rencanaNya. Karena itu, kita boleh percaya bahwa seperti janjiNya kepada bani Israel, Tuhan juga akan membimbing umatNya dalam setiap keadaan untuk nenuju ke arah yang baik, sesuai dengan rencana kasihNya!

“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” Jeremia 29: 11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s