Hal mencari getaran hati

“Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.” Ibrani 10: 26

Salah satu makanan Indonesia yang sangat saya sukai adalah nasi campur. Di Australia, nasi campur tidaklah mudah ditemui. Karena itu, sebagai gantinya saya biasanya memesan nasi lemak, yang serupa dengan nasi campur. Apa yang saya sukai dengan nasi campur atau nasi lemak adalah adanya berbagai lauk dengan berbagai rasa sedap yang disajikan bersama semangkuk nasi.

Dalam hidup sehari-hari, banyak orang yang juga menyenangi berbagai aktivitas yang membuat hidup terasa bervariasi. Dengan mencampur beberapa kegiatan, hidup bisa terasa lebih nikmat dan tidak membosankan. Memang, kata orang jika kita harus bekerja tiap hari tanpa sempat pergi ke bioskop, restoran atau mal, dan berjumpa dengan teman-teman, hidup ini menjadi hambar.

Adalah kenyataan bahwa apapun yang terasa enak, jika itu dinikmati tiap hari, lama-lama timbul rasa bosan juga. Kalau dalam hal makanan, orang bisa berganti menu, dalam hidup orang yang bosan sering berganti gaya hidup dan aktivitas. Tetapi, untuk mencapai maksud itu biasanya pilihan yang tersedia adalah terbatas. Itulah sebabnya banyak orang yang kemudian dengan sengaja mencari sesuatu yang jarang dan sulit diperoleh, melakukan hal-hal yang tidak lazim, dan bahkan menjalani hidup yang berbahaya dan yang melanggar hukum.

Sebagian orang Kristen pun merasa bahwa hidup yang dituntut Tuhan adalah hidup yang terlalu”steril”, yang kurang memberi getaran hati atau thrill. Dimulai dengan hal-hal yang kecil, yang kurang mencolok, orang mulai melakukan sesuatu aktivitas atau memilih gaya hidup yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Pelan tetapi pasti, orang kemudian terjebak dalam kebiasaan dan perbuatan yang terasa nikmat dan seolah memberi kepuasan. Mereka kemudian yakin bahwa ada banyak hal yang lebih menarik daripada soal Tuhan. Tuhan secara perlahan menjadi Oknum yang diketahui tetapi tidak lagi dikenal atau disukai.

Bagaimana pendapat Tuhan akan hidup manusia yang mencari getaran hati? Mereka yang tergolong thrill-seekers? Ayat diatas menulis bahwa mereka yang dengan sengaja berbuat dosa, yang hakikatnya memilih untuk menjauhkan diri dari Tuhan dan firmanNya, adalah bukan anak-anak Tuhan. Anak-anak Tuhan menemukan kebahagiaan dan kecukupan dalam Dia, bukan dalam hal-hal yang membawa kepuasan duniawi. Mereka yang sengaja mengutamakan hal-hal duniawi adalah orang-orang yang belum mengenal Tuhan dengan sepenuhnya. Mereka itu belum mengerti bahwa keselamatan melalui Yesus Kristus adalah yang paling utama dalam hidup. Apa yang mereka lakukan dalam hidup adalah persoalan yang harus diselesaikan secara pribadi dengan Tuhan sebelum mereka bisa yakin bahwa Tuhan itu ada dalam hidup mereka.

Satu pemikiran pada “Hal mencari getaran hati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s