Pengampunan bukanlah persiapan untuk berbuat dosa

“Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.” Roma 6: 18

Bagi orang Indonesia, hal mandi adalah hal yang biasa dilakukan setiap hari. Di daerah tertentu orang mungkin masih bisa mandi di sungai, tetapi mereka yang hidup di kota biasanya mandi dengan gayung atau pancuran.

Dari mana datangnya kebiasaan mandi? Kebutuhan manusia untuk membersihkan diri sudah muncul ribuan tahun yang lalu. Sekitar tahun 500 – 300 SM “pancuran air” muncul di Mesir dan Mesopotamia untuk orang kaya, dimana pelayan-pelayan mereka menuangkan air dari botol untuk membersihkan tubuh majikan mereka, tetapi orang Yunanilah yang pada masa itu menemukan prinsip pancuran modern untuk para atlit mereka.

Mengapa kita perlu mandi secara teratur? Bukankah setelah mandi tubuh kita akan menjadi kotor lagi? Tentu kita sadar bahwa mandi adalah perlu untuk kebersihan dan kesehatan tubuh. Tanpa usaha untuk menjaga kebersihan tubuh, kita akan mudah terkena berbagai penyakit. Selain itu, kebersihan tubuh juga membawa kesegaran dan semangat baru. Mandi dengan demikian bukan berarti persiapan untuk mengotorkan tubuh lagi.

Seperti mandi yang tidak bisa membuat tubuh kita bersih untuk selamanya, begitu juga doa pengampunan kita ucapkan setiap hari tidak membuat kita tidak berdosa untuk selamanya. Sebagai manusia, sekeras apapun kemauan kita untuk tidak berbuat dosa, tetap saja ada dosa yang datang tiap hari. Apa gunanya kita menjadi orang Kristen dan apa pula perlunya kita berdoa minta ampun setiap hari? Begitu mungkin pertanyaan mereka yang berpendapat bahwa orang Kristen tak lain adalah orang munafik saja.

Ayat diatas menegaskan bahwa semua orang Kristen adalah orang-orang yang sudah dimerdekakan dari dosa, dari ikatan dosa. Jika dulunya orang-orang itu tidak mengenal Yesus Kristus, mereka kemudian percaya kepadaNya, darah Kristus mencuci bersih dosa yang ada, sehingga mereka layak diterima sebagai umat Tuhan.

“Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.” Yesaya 1: 18

Sejak umat Kristen memperbaharui hidup mereka, mereka sadar bahwa Yesus sudah menebus hidup mereka dengan harga yang termahal, dan karena itu harus berusaha untuk tidak lagi hidup bergelimang dalam dosa.

Pagi ini, kesadaran kita bahwa dalam hidup di dunia kita tidak dapat menghindari berbagai kekeliruan, seharusnya mengharuskan kita berdoa kepada Bapa yang di surga untuk meminta pengampunan atas dosa-dosa yang kita perbuat hari demi hari. Tetapi, selain itu kita juga harus sadar bahwa pengampunan dosa bukanlah persiapan untuk membuat dosa baru. Tanpa usaha untuk menjaga kebersihan hidup, kita akan mudah terkena berbagai masalah. Selain itu, kebersihan hidup juga membawa kesegaran dan semangat baru dalam hubungan dengan Tuhan.

Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.” Yohanes 8: 11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s