Masih kenalkah anda?

“Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku” Yohanes 10: 14

Mungkin anda pernah mendengar bahwa Australia adalah penghasil domba nomit dua sedunia. Memang peternakan domba adalah sarana pemasukan uang yang cukup besar untuk negara ini. Dengan adanya teknologi modern, para peternak bisa menggunakan sepeda motor atau helikopter untuk menggiring ternaknya. Mereka memakai senapan untuk membunuh binatang buas seperti anjing liar, babi liar dan rubah yang sering menyerang domba-domba.  Selain itu, karena ternak juga bisa dicuri secara besar-besaran, teknologi elektronik dipakai untuk menandai setiap hewan yang dimiliki oleh seorang peternak.

Pekerjaan menggembalakan domba yang dilukiskan dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru tidaklah seperti zaman sekarang, walaupun prinsipnya adalah serupa. Di zaman dulu, pekerjaan itu sangat berat dan beresiko besar karena segala sesuatu harus dilakukan dengan tenaga manusia. Para gembala harus  berjalan di depan domba-dombanya untuk mencari tempat yang banyak rumputnya, dan dengan bersenjata tongkat mereka harus bisa melindungi domba-dombanya dari serangan binatang buas. Karena itu, gembala yang baik adalah orang-orang yang bersedia untuk berkurban untuk domba-dombanya.

Sungguh menarik bahwa Yesus memakai istilah “gembala yang baik” untuk diriNya dan memerintahkan Simon Petrus untuk menggembalakan domba-dombaNya (Yohanes 21: 15). Agaknya itu karena pada waktu itu banyak orang yang bekerja sebagai gembala domba, mirip dengan keadaan di pedesaan Indonesia saat ini.

Yesus memakai metafor “gembala” untuk mereka yang memelihara dan memimpin orang percaya. Karena itu, dalam bahasa Indonesia, istilah “menggembalakan” juga lazim dipakai untuk mereka yang bertugas memelihara dan menjaga keutuhan jemaat gereja.

Ayat diatas menjelaskan bahwa Yesus sebagai gembala yang baik, mengenal kita satu persatu. Yesus yang sudah mengubankan diriNya di kayu salib, tidaklah bermaksud untuk berkurban bagi semua orang, tetapi hanya untuk orang yang percaya kepadaNya. Pengurbanan Yesus dengan demikian adalah spesifik untuk orang-orang tertentu saja yang Ia kenal. Dalam hal ini, sebagai domba-dombaNya, seharusnya kita juga mengenal suaraNya, sehingga kita selalu mengikut Dia, kemana saja Ia pergi.

“Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya.” Yohanes 10: 4

Masalahnya, dalam hidup ini dari dulu sampai sekarang ada pencuri yang datang untuk mencuri dan membunuh domba-domba. Domba-domba yang mengenal suara gembalanya, tentunya tidak mau mendengarkan suara pencuri. Tetapi, pencuri dengan segala cara akan berusaha untuk menipu dan merampas domba-domba itu.

Iblis dan pengikutnya di dunia, dengan segala tipu daya memang selalu berusaha meyakinkan manusia bahwa mengikut dia adalah lebih baik dari mengikut Yesus. Mungkin iblis menjanjikan segala apa yang kita inginkan akan terjadi, mungkin juga ia berkata bahwa sebagai manusia yang merdeka kita bisa menjaga diri kita sendiri dan menikmati hidup semau kita.

Pagi ini marilah kita meneliti hidup kita. Apakah kita masih mengenal suara Yesus? Seringkah kita mendengar suaraNya? Karena jika kita jarang mendengar suaraNya, lambat-laun kita akan lupa bahwa hanya Dialah gembala yang baik, yang patut kita ikuti.

Mungkin sudah lama kita tidak membaca firmanNya, mungkin jarang-jarang kita berdoa dan berkomunikasi dengan Dia. Mungkin juga kita sudah jarang ke gereja. Barangkali hidup kita sudah terlalu sibuk? Ataukah ada sesuatu yang membuat kita lebih tertarik kepada  hal-hal yang lain?  Hanya Yesus gembala yang baik yang bisa melindungi kita, dan karena itu kita harus tetap mau  dan bisa mendengarkan suaraNya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s