Jangan terombang-ambing dalam hidup

“Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamu akan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus mereka dan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka.” 2 Petrus 2: 1

Di zaman ini iklan bermunculan dimana-mana; bukan saja di koran dan TV,  tetapi juga  di telepon genggam selagi anda mencari informasi atau menggunakan  media sosial melalui internet. Memang dengan kemajuan teknologi, orang bisa memasarkan produk-produk yang saat ini menjadi perhatian anda, karena adanya informasi yang pernah anda kirimkan atau cari melalui internet. Dengan memakai teknik artificial intelligence atau kecerdasan buatan, perusahaan-perusahaan di dunia memasarkan produk mereka melalui digital marketing atau pemasaran digital.

Teknik kecerdasan buatan yang dipakai oleh berbagai perusahaan di masa kini mempunyai kemampuan menerka cara hidup kita dan apa yang kita sukai atau butuhkan. Tidaklah mengherankan, jika anda pernah mencari informasi tentang mobil, berbagai iklan mobil kemudian bisa muncul pada layar telepon genggam anda. Memang melalui internet, secara tersembunyi berbagai informasi pribadi bisa diperoleh oleh mereka yang ingin memanfaatkan keadaan dan kebutuhan kita.

Sebenarnya, apa yang terjadi dengan pengumpulan data pribadi di zaman ini bukanlah barang baru. Dari kitab Kejadian 3, kita tahu bahwa iblis berusaha untuk memperoleh informasi tentang apa yang ada dalam hati dan pikiran Adam dan Hawa. Iblis juga selalu ingin mencari informasi tentang apa yang akan dilakukan oleh Tuhan dan berusaha untuk menggagalkan rencanaNya. Iblis juga ingin untuk mengacaukan kehidupan  di dunia agar nama Tuhan tidak dipermuliakan manusia. Dalam kekacauan di dunia dan kebingungan manusia, iblis akan lebih mudah untuk menguasai manusia.

Apa yang kita lihat di dunia sekarang ini memang seringkali membuat hati kita gundah dan pikiran kita menjadi bingung. Bagaimana tidak? Dimanapun kita berada, selalu ada masalah-masalah yang membuat kita tidak bisa memusatkan hidup kita kepada apa yang dikehendaki Tuhan. Terkadang soal ekonomi yang membuat kita masygul, tetapi suasana politik dan keamanan masyarakat juga bisa membuat kita kuatir. Belum lagi masalah pendidikan, penggunaan obat terlarang, dan sulitnya mencari pekerjaan yang bisa membuat pusing banyak orang tua.

Jika ada yang merasa senang dengan kekacauan yang ada dalam hidup manusia, itu adalah iblis. Dalam kekacauan dunia, biasanya manusia  berusaha untuk mencari pertolongan dan kekuatan dari apa saja yang bisa diraihnya. Bagi sebagian orang Kristen, keadaan ini bisa membuat mereka insaf bahwa mereka harus lebih dekat kepada Tuhan. Tetapi sebagian lagi mungkin berusaha untuk mencari sesuatu yang bisa memberi mereka ketenangan, keyakinan dan keberanian untuk menghadapi hidup. Banyak diantara mereka yang kemudian jatuh kedalam perangkap iblis.

Dalam kesulitan manusia, iblis sering menawarkan solusi yang nampaknya menarik tetapi bisa membawa kehancuran. Yesus setelah berpuasa 40 hari, juga mengalami hal yang serupa (Matius 4: 1 – 11). Dalam kehidupan sehari-hari kita, kita juga bisa menjumpai iblis yang sudah mengamati keadaan kita.  Iblis bisa memakai orang-orang yang terlihat sebagai tokoh, orang pandai, pemimpin agama dan orang yang bijak untuk mengubah cara hidup kita. Tidaklah mengherankan bahwa ada banyak orang yang kemudian memperoleh kesuksesan dalam hal mempengaruhi kehidupan manusia dengan cara-cara yang tidak sesuai dengan firman Tuhan. Bahkan dalam kehidupan gereja pun seringkali kita melihat adanya guru-guru palsu yang memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang menjauhkan kita dari Yesus Kristus, dan yang hanya membuat kemasyhuran bagi diri mereka sendiri.

Pagi ini, firman Tuhan menasihati kita bahwa dalam menghadapi tantangan kehidupan, hati dan pikiran kita tidak boleh terombang ambing. Sekalipun hidup ini begitu berat, hanya Tuhan yang bisa memberi kita jalan keluar. Bukan tokoh-tokoh masyarakat yang sering kita lihat dalam berbagai media. Bukan juga cara-cara mistik atau psikologis yang diajarkan oleh berbagai guru dan orang pandai lainnya. Sebagai orang percaya, kita mempunyai iman hanya kepada Tuhan melalui pengurbanan Kristus di kayu salib. Mereka yang menawarkan solusi-solusi yang tidak sesuai dengan firman Tuhan sudah barang tentu bukanlah utusan Tuhan. Biarlah kita boleh berpegang kepada iman yang benar dan tidak terperangkap dalam tipu daya iblis dan pengikutnya.

“….sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan..” Efesus 4: 14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s