Keinginan yang bisa membawa kehancuran

“Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan.” 1 Timotius 6: 9

Ingatkah anda akan lagu Gang Kelinci? Lagu lama yang pernah dinyanyikan Lilis Suryani dan Titik Puspa ini menceritakan kehidupan di satu gang di Jakarta. Gang Kelinci yang berada di samping Pasar Baru, Jakarta, adalah daerah yang padat penduduknya dan sempit jalannya. Walaupun demikian, dalam nyanyian itu diutarakan adanya rasa bahagia karena penduduknya rukun dan damai.

Gang Kelinci itu nampak manis dari sudut nostalgia, tetapi mungkin bukanlah tempat tinggal yang disukai orang zaman sekarang. Dengan kemajuan ekonomi dan bertambahnya daya beli, mereka yang mampu tentunya ingin tinggal di daerah yang mewah di jalan yang bisa dilewati mobil besar. Bukan saja di Jakarta, di kota besar di seluruh dunia, termasuk Sydney dan Melbourne di Australia, orang ingin tinggal di gedongan.

Bagi kebanyakan manusia memang apa yang kurang baik atau kurang nyaman umumnya selalu ingin dihindari atau diperbaiki. Itu lumrah saja. Walaupun demikian, untuk mencapai tujuan hidup itu orang sering mencari jalan pintas dan menghalalkan segala cara. Karena itu, banyak orang Kristen yang gaya hidupnya tidak berbeda dengan mereka yang tidak mengenal Tuhan. Mereka yang hanya ingin mencari keuntungan, mungkin tidak takut kepada hukum negara, tidak mempunyai etika yang baik, dan tidak merasa bersalah jika orang lain dikorbankan. Tuhan bagi mereka bukanlah Tuhan yang harus dihormati, dan orang lain bukanlah sesama insan yang harus dikasihi.

Menjalani hidup sebagai orang Kristen memang tidak mudah. Kita tahu bahwa dunia mempunyai prinsip “siapa cepat dia dapat“. Tetapi jika orang yang ingin untuk mendapatkan keberhasilan kemudian mengambil jalan yang terlihat paling mudah, disitulah kehancuran hidup bisa muncul. Ada banyak orang yang ingin memperoleh kebahagiaan dan kesuksesan, tetapi apa yang kemudian diperoleh adalah hidup yang jauh dari Tuhan. Hidup yang rukun dan damai a la Gang Kelinci diganti dengan hidup yang terisi kekejaman, ketidak-jujuran dan keserakahan.

Setiap manusia pada akhirnya bertanggung jawab atas hidup dan tingkah laku mereka kepada Tuhan. Melalui ayat diatas firman Tuhan pagi ini memperingatkan bahwa jika prinsip kehidupan kita adalah mencari kesuksesan materi, besar kemungkinan bahwa kita akan terjebak dalam dosa-dosa yang menjauhkan kita dari Tuhan.

Mengikut Tuhan bukanlah hal yang mudah dilakukan karena itu berarti menentang arus dunia. Manusia ingin hidup nyaman dan karena itu sebagian orang Kristen mengejar kesuksesan yang dianggap sebagai bukti kasih Tuhan. Tetapi ini bukanlah apa yang diajarkan Alkitab. Sebab itu, sekalipun banyak orang melakukannya kita tidak boleh terpikat olehnya. Sebagai orang yang sudah diselamatkan, kita harus bisa memilih apa yang terbaik untuk masa depan.

“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” 1 Timotius 6: 10

Satu pemikiran pada “Keinginan yang bisa membawa kehancuran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s