Maju atau mundur?

“Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu.” Ibrani 10: 26

Dengan kemajuan teknologi, di Australia banyak lowongan jabatan yang diiklankan lewat internet. Untuk itu ada beberapa website yang khusus menerima iklan lowongan kerja dari perusahaan-perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja. Sebagai syarat mengajukan lamaran, biasanya pelamar harus mengirimkan surat pengantar, riwayat hidup dan jawaban untuk kriteria seleksi lewat website itu. Untuk melakukan hal itu, tentu saja si pelamar harus membaca dengan teliti iklan lowongan kerja dan berbagai syarat yang diminta. Dengan berbekal pengetahuan tentang lowongan pekerjaan itu, barulah sang pelamar bisa memberi respons yang sesuai dalam jangka waktu yang sudah ditetapkan oleh pemasang iklan. Mereka yang kemudian memutuskan untuk tidak mengajukan lamaran karena berbagai alasan, dengan sendirinya tidak mungkin memperoleh pekerjaan itu. Mereka sudah memilih untuk mundur.

Barangkali Tuhan bisa dibayangkan seperti pemilik sebuah perusahaan besar yang ingin mempekerjakan sebanyak mungkin orang yang ingin mempunyai pekerjaan. Ia kemudian memasang iklan tentang lowongan yang ada, yang menjelaskan bahwa perusahaanNya adalah sebuah tempat yang besar dimana semua pekerja akan merasakan adanya kepuasan dan kebahagiaan. Melalui firmanNya, Tuhan menjanjikan bahwa mereka yang percaya kepadaNya dan kemudian mau mengikut Dia, akan memperoleh hidup yang abadi di surga. Tuhan juga menjelaskan bahwa untuk menjadi pekerjaNya, tidak ada persyaratan pendidikan, pungutan biaya, atau hal-hal lain yang perlu dilakukan oleh manusia. Keselamatan hanya membutuhkan pertobatan dan penyerahan hidup kepadaNya selama waktu masih ada.

Manusia membaca atau mendengar firman Tuhan itu dan mempelajari apa yang dimaksudkan Tuhan dengan posisi sebagai anak Tuhan di surga. Memang tidak mudah bagi manusia untuk memahami betapa besar karunia keselamatan Tuhan melalui darah Yesus yang memungkinkan setiap orang  untuk menjadi bagian dari kerajaan Tuhan secara cuma-cuma. Tuhan melalui Roh Kudus bekerja dengan segala cara untuk meyakinkan semua calon pekerja Tuhan bahwa lowongan itu benar-benar  ada karena Tuhan Yesus yang membuka jalan bagi manusia untuk memasuki surga. Keselamatan di surga hanya karena karunia Tuhan semata-mata. Apa yang ditawarkan Tuhan hanya memerlukan manusia untuk meresponinya.

Dalam perumpamaan penabur (Matius 13: 3 – 16), Yesus menggambarkan bagaimana firman Tuhan adalah seperti biji yang jatuh ke berbagai jenis tanah. Sebagian manusia yang membaca dan mendengar tentang adanya posisi dalam kerajaan surga itu mungkin menganggapnya sebagai khayalan belaka. Terlalu indah untuk dapat dipercaya! Bagaimana mungkin manusia bisa diterima untuk ke surga tanpa harus mengurbankan apa-apa? Sebagian lagi mungkin percaya tetapi kemudian lupa karena terlalu sibuk dengan hidupnya. Sebagian meneliti kabar baik itu dengan entusias dan kemudian ingin untuk menyambut tawaran itu. Mereka kemudian untuk sementara waktu berusaha untuk membuat respons yang positif dengan bertobat dari hidup lamanya dan menempuh hidup yang sesuai dengan firman Tuhan. Tetapi, tidak lama kemudian respons mereka terhenti karena berbagai sebab. Mereka itu mungkin saja belum sempat menjadi pekerja Kristus yang sepenuhnya!

Ayat pembukaan diatas memang adalah ayat yang sering didiskusikan oleh berbagai golongan Kristen. Pada intinya, ada beberapa hal yang mungkin dipertanyakan:

  1. Apakah respons manusia diperlukan atas karunia keselamatan Tuhan?
  2. Apakah mereka yang sudah menerima karunia itu bisa kehilangan keselamatan melalui perbuatan dosa?

Pertanyaan-pertanyaan diatas tidaklah mudah dijawab. Walaupun demikian, terlihat bahwa mereka yang sudah mendapat pengetahuan tentang adanya keselamatan di surga dan ingin untuk mendapatkannya haruslah dengan percaya, berubah dari hidup lamanya. Ini adalah respons yang diminta Tuhan kepada setiap manusia yang ingin menjadi umatNya. Pengetahuan tentang adanya lowongan di surga harus diikuti dengan kemauan untuk meyambut tawaran Tuhan dengan komitmen hidup baru. Jika manusia sudah memperoleh pengetahuan akan kemahasucian Tuhan tetapi tetap memilih hidup dalam dosa,  itu menandakan bahwa mereka belum betul-betul mengenal Kristus. Mereka mungkin dulunya ingin maju tetapi kemudian memilih untuk mundur. Sebaliknya, mereka yang sudah benar-benar menjadi pekerja Kristus dan yang sudah bisa merasakan kasih dan kebesaran Tuhan, tentu tidak mungkin memilih untuk mundur. Bagaimana dengan diri kita sendiri?

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s