Belajar mengasihi melalui teladan

“Tetapi hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni, sebagaimana Allah di dalam Kristus telah mengampuni kamu.” Efesus 4: 32

Bagaimana cara mendidik anak yang paling efektif? Menurut mereka yang mengerti psikologi anak, cara yang paling tepat adalah dengan memberi teladan, bukan dengan hanya memberi perintah atau anjuran. Anak-anak belajar berbuat sesuatu dengan melihat apa yang dilakukan orang tua mereka. Children learn by example.

Jika anak-anak belajar dari orang tua mereka, bagaimana pula jika mereka tidak mempunyai orang tua atau mempunyai orang tua yang jarang di rumah? Kenyataan menunjukkan bahwa mereka yang tidak mempunyai orang tua terpaksa belajar dari orang lain. Beruntunglah jika mereka mempunyai sanak saudara atau kerabat yang bisa memberi bimbingan, jika tidak mereka akan mudah tersesat.

Sebagai manusia, kita adalah orang-orang yang hidup dalam kegelapan sebelum Allah mengambil kita sebagai anak-anakNya. Dalam dosa kita, kita mungkin sudah menjadi anak hilang dan bahkan anak iblis, sehingga hidup kita kacau balau dan kita menjadi manusia yang mudah membenci sesama kita.

“Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.” 1 Yohanes 3: 10

Bagaimana Tuhan mengubah hidup kita yang tidak punya harapan untuk menjadi hidup baru yang penuh kasih? Pertama-tama Ia harus mau untuk menjadi orang tua, Bapa kita. Untuk itu Ia turun ke dunia untuk menebus dosa kita. Kristus bukan saja memungkinkan kita memanggil Allah sebagai Bapa, tetapi Ia juga menjadi bukti kasih Tuhan. Lebih dari itu Tuhan sudah memberi teladan kepada kita bagaimana seperti Dia, kita bisa mengampuni orang lain dan mengasihi mereka yang dulunya kita benci. Jadi kita bisa belajar dari Tuhan melalui contoh kasih dan pengampunan dalam diri Yesus yang sudah kita terima.

Hari ini firman Tuhan mengingatkan kita bahwa kita bukanlah anak yatim piatu yang tidak mempunyai orang yang membimbing hidup kita. Kita adalah anak-anak Tuhan yang bisa mengambil contoh dari apa yang sudah diperbuat Tuhan bagi kita. Dengan demikian, bagaimana kita bisa hidup baik adalah bergantung kepada kemauan kita untuk meniru kasihNya yang sudah dinyatakan kepada kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s