Polusi yang mengotorkan pikiran dan hati

“Bagi orang suci semuanya suci; tetapi bagi orang najis dan bagi orang tidak beriman suatupun tidak ada yang suci, karena baik akal maupun suara hati mereka najis. Mereka mengaku mengenal Allah, tetapi dengan perbuatan mereka, mereka menyangkal Dia. Mereka keji dan durhaka dan tidak sanggup berbuat sesuatu yang baik.” Titus 1: 15 – 16

Sejak kapan kita mengenal kata polusi? Kata ini sebenarnya sudah ada sejak abad ke 14 dalam bahasa Latin polluere yang berarti “mengotori” diri sendiri secara jasmani. Dengan adanya perkembangan industri dan tumbuhnya kesadaran tentang kebersihan lingkungan, kata ini mulai sering dipakai sejak tahun 1980an. Sekarang, kata polusi atau pollution mungkin muncul setiap hari di media manapun karena memang pencemaran lingkungan ada dimana-mana.

Di zaman ini efek polusi bisa terjadi pada semua makhluk hidup maupun benda apapun di dunia. Semua polusi membawa akibat yang buruk atau degradasi dalam jangka waktu yang berbeda-beda, tergantung dari apa penyebabnya, siapa/apa korbannya dan bagian apa yang terkena. Untuk manusia, pada umumnya pencemaran lingkungan yang banyak dibicarakan orang adalah hal-hal yang bisa menimbulkan gangguan kesehatan pada masyarakat di sekitarnya.

Jika polusi yang kita kenal biasanya hanya menyangkut soal jasmani, ayat di atas menyebutkan polusi lain yang mungkin tidak sering dibicarakan. Polusi yang juga disebabkan oleh cara hidup manusia ini adalah hal-hal yang mempengaruhi pikiran dan hati orang lain, polusi yang menimbulkan masalah rohani.

Siapakah orang yang mengalami polusi rohani ini? Ayat diatas menjelaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang mengaku mengenal Allah, tetapi dalam perbuatan dan cara hidup, mereka menyangkali Yesus, yaitu tidak mau menurut firmanNya. Mereka mungkin adalah orang-orang yang kelihatannya baik hidupnya, tetapi dalam kenyataannya adalah orang-orang yang sudah terpolusi (polluted) pikirannya dan rusak (corrupted) rohaninya. Mereka adalah orang-orang yang masih mempertahankan hidup lamanya.

Mereka yang sudah rusak dan kotor hati dan pikirannya hanya bisa menghasilkan apa yang najis, yang keji dan yang durhaka dalam pandangan Tuhan. Mereka adalah orang-orang yang secara terang-terangan atau pun terselubung hidup bergelimang dalam dosa, dan dengan demikian juga bisa menyebabkan pencemaran rohani orang lain melalui segala tindak tanduk, tujuan hidup, pikiran dan perkataan mereka yang sesat.

Dalam kenyataannya, di dunia ini ada banyak orang yang mangalami polusi rohani. Mereka bisa saja orang-orang yang menjadi pemimpin di negara, masyarakat atau kantor. Mereka mungkin kekasih, teman baik atau juga sanak kita. Mereka adalah orang-orang yang belum mengenal Tuhan dengan benar dan karena itu, cara hidup mereka yang memuliakan seks, harta, kedudukan dan hal-hal duniawi lainnya bisa mempengaruhi orang lain.

Pagi ini, firman Tuhan mengingatkan bahwa dalam hidup ini kita harus berhati-hati dalam hubungan kita dengan mereka yang dalam cara hidup, pikiran maupun suara hati sudah atau masih tercemar oleh unsur-unsur duniawi. Bagaimana kita bisa hidup di dunia dan mengenali bahaya, serta menghindari dampak pencemaran seperti itu adalah bergantung pada kesadaran kita. Dengan bimbingan Roh Kudus biarlah kita mau dengan giat mempelajari dan melaksanakan firmanNya dengan benar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s