Apakah anda benar-benar mengenal Tuhan?

Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: “Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?” Jawabnya: “Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?” Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya.” Kisah Para Rasul 8: 30 – 31

Alkisah ada seorang penatua gereja yang bernama Filipus (bukan Filipus yang murid Yesus). Ketika ia sedang tidur, seorang malaikat Tuhan membangunkannya dan menyuruhnya untuk pergi ke jalan yang sunyi dari Yerusalem ke Gaza. Pada saat itu seorang sida-sida Etiopia sedang bepergian ke Yerusalem untuk beribadah, dan ia duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya.

Roh Tuhan kemudian menyuruh Filipus untuk mendekati kereta itu dan menyapa sida-sida itu. Setelah Filipus menjelaskan arti pengurbanan Kristus yang disebutkan dalam kitab Yesaya, sida-sida itu kemudian minta agar ia dibaptis. Sebuah akhir cerita yang indah. Happy ending. Sida-sida itu memperoleh keselamatan karena inisiatif Tuhan yang menyuruh Filipus untuk memberi bimbingan.

Kisah nyata sebagaimana tertulis dalam Kisah Para Rasul 8: 26 – 40 itu mungkin sudah pernah kita baca berulang kali. Namun mungkin kita kurang memperhatikan bahwa ini adalah salah satu contoh bagaimana pengenalan manusia akan Tuhan terjadi. Ini juga contoh bagaimana Tuhan secara sistimatis bekerja membawa umat manusia kepada keselamatan.

Seperti sida-sida itu, ada banyak orang yang berusaha sendiri untuk mengenal Tuhan. Memang Tuhan dari awalnya menciptakan segala sesuatu di bumi yang membuat setiap orang mau tidak mau mengakui adanya “sesuatu” dibalik semuanya. Tuhan juga membuat manusia mempunyai kerinduan untuk mencari tahu siapakah Tuhan itu. Tetapi tanpa bimbingan dari Tuhan sendiri, pengenalan yang penuh tidak terjadi. Bahkan, ada banyak “orang baik” yang kemudian menjadi “orang jahat” karena mereka tidak mau menerima bimbingan Tuhan.

Bagaimana Tuhan bisa membuat manusia bisa mengenal Tuhan jika manusia tidak mampu untuk menyelami kebesaranNya? Bagaimana Tuhan bisa menundukkan orang yang tidak mau mengenal Dia? Tuhan yang mahakuasa dan mahakasih bisa melakukan apa saja yang dikehendakiNya agar orang itu dapat dibimbing dan disadarkan dan kemudian menerima Dia pada saat yang tepat.

Tidak semua orang benar-benar mengenal Tuhan, dan bahkan sebagian orang Kristen hanya mengaku adanya Tuhan karena tradisi dan kebiasaan. Ada banyak orang Kristen yang tidak mengerti pentingnya penebusan darah Kristus. Dan masih banyak orang Kristen yang percaya bahwa bisa memperoleh keselamatan dengan berbuat baik.

Pagi ini kita membaca bahwa sida-sida Etiopia itu saat itu sedang bepergian ke Yerusalem untuk beribadah, dan ia duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya. Sida-sida itu mirip seperti orang yang pernah pergi ke gereja dan sesekali membaca Alkitab. Tetapi karena pengertian yang benar belum ada, sida-sida itu belum mengenal Yesus sebagai JuruselamatNya. Manusia yang sedemikian hanya bisa bergantung pada pertolongan Tuhan.

Akankah Tuhan berdiam diri melihat manusia yang ingin mengenalNya? Tentu tidak!Tuhan mau dan mampu membuka jalan. Bagi mereka yang sungguh-sungguh mencariNya, Tuhan akan memberi penyataanNya.

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.” Matius 7: 7

Bagaimana cara Tuhan menyatakan diriNya? Ia dapat melakukannya dengan berbagai cara. Terkadang Tuhan menyatakan diriNya melalui bisikan Roh, atau juga dengan memberi manusia pengalaman tertentu, dan juga melalui firmanNya. Tetapi, Ia juga bisa menggunakan orang lain untuk memberi bimbingan dan nasihat yang memberi pencerahan tentang firmanNya.

Pagi ini, firman Tuhan mengingatkan kita bahwa Tuhan mampu membuat kita benar-benar menjadi umatNya. Mungkin kita sudah lama mengenal nama Yesus, tetapi itu bukan berarti bahwa kita mengerti siapa Dia, sebab orang yang mengenal Dia adalah orang yang mengerti akan firmanNya dan mau melakukannya. Seperti sida-sida itu, biarlah kita mau membuka diri kita agar Roh Kudus terus membimbing kita kearah hidup yang benar dalam Kristus. Dan bagi kita yang sudah benar-benar mengenal Kristus, panggilan Tuhan untuk membimbing orang lain ke arah iman yang benar haruslah kita jawab dengan “ya”, dengan keyakinan bahwa itu adalah bagian dari rencana agungNya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s