Natal adalah kesempatan untuk mengingat kasih Tuhan

“Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.” Kolose 3: 12

Hari Natal adalah hari gembira untuk umat Kristen karena pada hari itu mereka merayakan kelahiran Yesus. Tetapi, di Australia banyak orang yang tidak beragama Kristen pun ikut merayakannya karena Natal dianggap sebagai “hari keluarga” untuk dinikmati bersama. Dengan demikian, banyak orang memakai hari Natal sebagai kesempatan untuk mengunjungi orang tua dan sanak saudara.

Hari Natal secara tradisi dirayakan dengan makan bersama dengan keluarga dekat dan tukar menukar kado. Karena itu, tidaklah mengherankan jika beberapa hari sebelum hari Natal, pusat pertokoan terlihat sibuk dengan banyaknya orang yang berbelanja. Suasana yang sedemikian umumnya membuat jalan dan tempat parkir menjadi macet karena banyaknya orang yang pergi shopping.

Bagaimana suasana di pusat pertokoan di Australia pada tanggal 24 Desember? Di tempat mana pun, suasana gembira dengan adanya hiasan dan lagu-lagu Natal tertutup dengan suasana tegang karena banyaknya orang yang menggunakan saat terakhir sebelum Natal untuk berbelanja. Last minute shopping sering membuat orang menunjukkan sifat asli masing-masing: serakah, kasar, mudah naik darah dan mementingkan diri sendiri.

Suasana hari Natal yang pertama adalah jauh berbeda dengan keadaan di zaman ini. Pada hari itu Anak Allah datang ke dunia dalam wujud seorang bayi yang tidak berdaya dan dilahirkan di kandang hewan di Betlehem. Anak Allah merendahkan dirinya sebagai manusia, tetapi yang tidak berdosa, dalam suasana hening, damai dan bahagia. Ialah Mesias yang sudah ditunggu-tunggu sejak lama. Natal adalah wujud kasih Allah kepada manusia, yang tidak memusnahkan manusia yang sudah jatuh kedalam dosa, tetapi memberikan mereka kesempatan untuk bertobat dan mendapat pengampunan melalui Yesus Kristus.

Karena kasih Tuhan yang sangat besar itu, adalah wajar jika orang Kristen, sebagai orang-orang pilihan Allah mau mengenakan rasa belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran kepada sesamanya. Jika Natal bagi mereka yang tidak mengenal Allah adalah kesempatan untuk mencari kegembiraan untuk diri sendiri, kita dipanggil untuk membagikan kabar baik tentang kelahiran Yesus kepada semua orang melalui hidup kita setiap hari, dengan menunjukkan rasa kasih kita di setiap keadaan dan kesempatan kepada semua orang.

Selamat menyongsong hari Natal!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s