Natal adalah harapan bagi semua orang

“Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” Lukas 2: 29 – 32

Hari ini, tanggal 26 Desember, adalah hari libur di Australia. Hari besar Boxing Day adalah hari libur resmi setelah hari Natal. Alkisah, pada hari ini para pelayan dan pekerja di zaman dulu menerima hadiah dari majikan mereka, yang dikenal dengan sebutan “kotak atau box Natal”. Hari Boxing juga diperingati di Kanada, Hong Kong, Australia, Selandia Baru, Afrika Selatan, Jamaika, Malta, dan beberapa negara Persemakmuran lainnya.

Dengan berlalunya acara Natal 2019 ini, masih ada satu hari lagi yang mungkin dinantikan orang: hari Tahun Baru yang akan datang seminggu setelah hari Natal. Perayaan untuk melepas tahun 2019 dan menyambut tahun 2020 memang biasanya dirayakan besar-besaran di kota-kota besar seperti Sydney dan Melbourne. Tetapi, sekalipun bagi sebagian orang memasuki tahun baru adalah sesuatu yang istimewa, bagi orang lain ini bukanlah sesuatu yang bisa disambut dengan rasa entusias. Untuk mereka tahun demi tahun berlalu, tetapi tidak ada yang berubah dalam kehidupan manusia yang mereka lihat. Malahan, masa depan kelihatannya makin suram.

Mungkin seperti itulah apa yang dirasakan oleh seorang bernama Simeon di Yerusalem. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi bangsa Israel. Tahun demi tahun lewat, tetapi Mesias yang dinantikannya tidak juga datang. Walaupun demikian, Simeon tetap percaya kepada janji dan kasih Allah.

Simeon adalah orang yang mengenal Tuhan, mau menurut firmanNya dan beriman kepadaNya. Simeon bukan hanya berharap untuk dirinya sendiri, tetapi untuk keselamatan orang Israel dan untuk bangsa-bangsa lain juga. Tuhan yang memperhatikan harapan Simeon yang taat kepadaNya, memberikan janjiNya bahwa Simeon akan melihat Sang Juru Selamat, Yesus Kristus, sebelum ia meninggal.

Empat puluh hari sesudah Natal, Simeon datang ke Bait Allah oleh petunjuk Roh Kudus. Ketika Yesus dibawa masuk oleh orang tuaNya untuk upacara pentahiran, Simeon yang melihat Yesus merasa sangat gembira. Ia menyambut Anak itu serta menatangNya sambil memuji Allah. Masa penantiannya yang cukup lama sudah berakhir, dan Simeon melihat bahwa Allah sudah membuktikan kasihNya dengan lahirnya Mesias yang dikaruniakanNya untuk segala bangsa.

Mungkin bagi kita, selama ini hidup kita adalah seperti Simeon yang menantikan harapan untuk masa depan. Apa yang akan terjadi pada anak-cucu kita, kepada kerabat kita, atau bangsa kita di tahun-tahun yang akan datang? Kita merasa prihatin akan apa yang terjadi di sekeliling kita dan berharap agar Tuhan menyatakan pertolonganNya. Tetapi, semua kekuatiran kita sebenarnya bisa kita tinggalkan jika kita hidup seperti Simeon: mengenal Tuhan, taat kepada firmanNya dan mempunyai iman yang teguh. Seperti Simeon yang akhirnya melihat dengan matanya bahwa Mesias sudah datang, kita pun bisa yakin bahwa dalam Yesus akan ada pertolongan dan harapan untuk masa depan orang-orang yang kita kasihi. Marilah kita menyambut tahun baru dengan iman!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s