Siapakah aku?

“Kamu adalah domba-domba-Ku, domba gembalaan-Ku, dan Aku adalah Allahmu, demikianlah firman Tuhan ALLAH.” Yehezkiel 34: 31

Alkisah ada seorang gadis remaja yang berasal dari sebuah keluarga yang berantakan (broken home) di negara bagian New South Wales, Australia. Sewaktu masih di sekolah, gadis ini termasuk pandai sekalipun orang tua nya tidak dapat memberinya dukungan. Setelah menginjak usia dewasa, karena tekanan hidup, pengaruh teman dan lingkungan ia mulai mengenal minuman keras. Selang berapa tahun, ia menjadi pecandu miras dan narkoba. Tetangkap polisi karena menjual narkoba, ia harus masuk penjara. Di penjara ia merasa hidupnya tidak berguna; sampai suatu saat ia sadar bahwa masa depan ada di tangannya sendiri. Ia berubah dalam cara hidupnya dan sekarang menjadi seorang pelukis dan juga aktif dalam usaha membantu orang yang mengalami masalah yang serupa.

Gadis di atas adalah orang yang “beruntung”. Karena dari keadaan yang kacau, dengan susah payah bisa menjadi orang yang berguna untuk masyarakat. Saat ini ia tidak lagi bertanya-tanya siapakah dia dan untuk apa ia hidup. Memang, dua hal ini yang bisa memberi arti kehidupan. Orang yang tidak pernah memikirkan siapakah dia dan apa guna hidupnya, seringkali hidup dalam kebingungan dan tidak mempunyai tujuan hidup. Orang-orang sedemikian sering mengalami kehancuran hidup.

Siapakah anda dan untuk apa anda hidup? Pernahkah anda memikirkan hal ini? Tentunya setiap orang pernah sesekali memikirkannya, tetapi mungkin tidak sampai menemukan jawabannya. Mungkin juga orang mempunyai jawaban tetapi bukan jawaban yang benar. Jawaban yang tidak benar tidak akan mengubah cara hidup manusia secara permanen, sekalipun kelihatannya bisa membawa perubahan. Hanya jawaban yang benar bisa menjamin hidup yang sejahtera sampai akhir.

Ayat di atas menjelaskan siapakah kita ini. Kita adalah domba-domba Yesus, domba gembalaanNya, dan Dia adalah Allah. Yesus yang lahir di hari Natal datang dari Allah dan Allah sendiri. Jika kita mengerti bahwa Yesus adalah Allah yang datang untuk menebus dosa kita, kita tentu akan menghargai Dia di atas segala yang ada. Selanjutnya, jika kita percaya bahwa Yesus adalah Gembala kita, kita tentu tidak ingin menyia-nyiakan hidup kita karena Ia sangat mengasihi kita.

Biarlah dalam menyongsong datangnya tahun baru, kita mau menyadari betapa berharganya diri umat manusia di hadapan Allah, sehingga Yesus perlu datang ke dunia. Karena itu kita harus mau menyerahkan hidup kita ke dalam pimpinanNya. Kita percaya bahwa Allah menyertai mereka yang menghargai Allah untuk selama-lamanya.

“Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku” Yohanes 10: 14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s