Tetaplah bertahan!

“Tetapi kuasailah dirimu dalam segala hal, sabarlah menderita, lakukanlah pekerjaan pemberita Injil dan tunaikanlah tugas pelayananmu!” 2 Timotius 4: 5

Pagi hari ini, untuk pertama kalinya saya menghadiri kebaktian Minggu lewat internet. Rasa aneh timbul dalam hati saya, karena ini lain dengan gereja, persekutuan orang Kristen, yang saya kenal. Rasa sedih juga muncul karena social distancing ini mungkin hanya permulaan dari apa yang akan terjadi di kemudian hari. Memang, kemungkinan lockdown atau penutupan total beberapa kota atau daerah di Australia adalah cukup besar dan kalau itu terjadi, interaksi sosial akan menjadi lebih sulit dilakukan dan orang mungkin tidak bisa menjumpai teman atau sanak-saudara

Jika bagi masyarakat umum keadaan saat ini sudah terasa berat, keadaan mereka yang tergolong lanjut usia, yang lemah fisiknya, dan yang saat ini sudah menderita penyakit serius adalah jauh lebih buruk karena merekalah yang cenderung untuk mengalami komplikasi kesehatan karena efek virus COVID-19. Walaupun demikian, tiap orang dalam keadaan saat ini tentunya ingin untuk tetap bisa berfungsi sebaik mungkin.

Bagaimana kita tetap bisa hidup dalam kedamaian, menjalankan tugas sehari-hari dan survive dalam keadaan sekarang? Inilah pertanyaan semua orang, termasuk orang Kristen. Ayat di atas pertama-tama menyebutkan bahwa kita harus bisa menguasai diri dalam segala hal, dan sabar dalam menderita. Memang jika orang tidak dapat menguasai diri dalam keadaan sekarang, apa yang akan terjadi adalah kebingungan dan kekacauan dalam hidup. Kita harus sadar bahwa dalam keadaan yang seburuk apa pun, Tuhan tetap sepenuhnya memegang kontrol.

Yang kedua, ayat di atas mengajak kita untuk tetap melakukan apa yang harus dilaksanakan sebagai umat Tuhan. Kita harus tetap bisa menjadi terang dunia dan mengabarkan berita Injil keselamatan kepada semua orang. Justru dalam keadaan darurat seperti ini banyak orang akan sadar bahwa mereka tidak berkuasa atas hidup atau mati. Hanya Tuhan yang bisa menentukan apa yang akan terjadi dalam hidup manusia. Dengan demikian, keadaan darurat seperti ini adalah kesempatan bagi kita untuk ingat dan saling mengingatkan bahwa dalam Yesus selalu ada harapan.

Yesus sahabatku, Kaulah perlindunganku

Yesus Kau rajaku, kota benteng hidupku

Sekalipun kuberjalan di dalam lembah yang kelam

Ku tak takut s’bab Kau besertaku

Kubersyukur padaMu Tuhan

S’bab kasih setiaMu di dalam hidupku

Anug’rahMu besar bagiku

Di setiap langkahku ku memujiMu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s