Yesus pun pernah ketakutan

“Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah.” Lukas 22: 44

Pernahkah anda merasa takut? Jika anda adalah orang yang normal, tentunya anda pernah merasa takut. Memang setiap orang yang mempunyai kelemahan tentu pernah ketakutan. Ketakutan ialah suatu tanggapan emosi terhadap ancaman eksternal. Ini berbeda dengan kegelisahan, yang umumnya terjadi tanpa adanya ancaman eksternal.

Sebenarnya rasa takut adalah suatu mekanisme pertahanan hidup dasar yang terjadi sebagai respons terhadap suatu stimulus tertentu, seperti rasa sakit atau ancaman bahaya. Beberapa ahli psikologi juga telah menyebutkan bahwa takut adalah salah satu dari emosi dasar, selain kebahagiaan, kesedihan, dan kemarahan.

Ketakutan juga terkait dengan suatu perilaku spesifik untuk melarikan diri dan menghindar, sedangkan kegelisahan adalah hasil dari persepsi ancaman yang tak dapat dikendalikan atau dihindarkan. Ketakutan selalu berhubungan dengan peristiwa pada masa datang, seperti memburuknya suatu kondisi, atau terus terjadinya suatu keadaan yang tidak dapat diterima.

Bagaimana perasaan anda dalam menghadapi ancaman pandemi di negara kita? Banyak orang yang merasa takut bahwa mereka akan terjangkit virus corona yang sangat menular ini. Selain itu, orang juga takut akan dampak pandemi ini dalam bidang kesehatan, ekonomi dan keutuhan bangsa. Karena itu, orang yang ketakutan kemudian berusaha untuk melarikan diri dan menghindari ancaman ini. Sayang sekali, karena orang mungkin tidak bisa melihat adanya jalan keluar, kegelisahan bisa muncul dan menguasai hidupnya.

Dalam ayat di atas terlihat bahwa Yesus pada waktu di taman Getsemane juga mengalami penderitaan yang besar (agony). Ia tidak hanya ketakutan, tetapi juga merasa gelisah, tertekan dan kesepian karena besarnya penderitaan yang akan dihadapiNya, yang disebabkan murka Allah kepada manusia yang harus ditanggungnya. Allah Bapa terasa jauh dariNya dan begitu pula murid-muridNya.

Apa yang dilakukan Yesus ketika Ia mengalami ketakutan dan kegelisahan adalah apa yang harus kita contoh dalam keadaan sekarang. Dalam ayat di atas dikatakan bahwa Yesus makin bersungguh-sungguh berdoa. Ia menyerahkan apa yang akan terjadi kepada kehendak Bapa.

“Ya BapaKu, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari padaKu; tetapi bukanlah kehendakKu, melainkan kehendakMulah yang terjadi.” Lukas 22: 42

Hari ini, jika anda merasa takut dan gelisah melihat apa yang mungkin terjadi di masa depan, biarlah anda bisa merasa terhibur karena Yesus pun pernah mengalami hal yang serupa. Seperti Yesus, kita haruslah mau menyerahkan semua kekuatiran kita kepada Tuhan yang mahakuasa. Karena Yesus sudah mengalami penderitaan besar sekalipun Ia tidak berdosa, kita boleh yakin bahwa Ia akan mendengarkan doa kita dan menguatkan kita dalam melalui masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s