Menantikan pertolongan Tuhan

“Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku!” Mikha 7: 7

Dimanakah Engkau, Tuhan?

Baru-baru ini ada seorang warga Australia yang dijatuhi hukuman mati di China. Saya baru mendengar namanya minggu lalu karena adanya berita di media tentang vonis yang dijatuhkan oleh pengadilan. Ternyata orang itu sudah mendekam di penjara selama bertahun-tahun. Tidak terbayangkan betapa kecewanya orang itu karena harapannya untuk dibebaskan tiba-tiba lenyap setelah lama menunggu. Memang sekarang masih ada kesempatan untuk naik banding, tetapi perasaan gundah sudah pasti sangat besar. Dalam hal ini, ada orang bilang bahwa selagi kita masih bisa hidup kita tidak perlu memikirkan hari esok. Tetapi, bagaimana kita bisa menikmati hari ini jika kita tidak mempunyai harapan untuk hari esok? Jika tidak ada orang yang bisa diharapkan untuk bisa menolong?

Dalam hal kecil maupun besar, memang orang bisa hilang harapan ketika menunggu. Jika dalam hal kecil orang mungkin mampu mengatasi kebimbangan itu dengan melupakan hal itu, dalam hal besar seperti adanya pandemi COVID-19 saat ini, orang mau tidak mau selalu memikirkannya. Bagaimana masa depanku? Apa yang akan terjadi pada keluargaku? Perubahan apa yang akan terjadi dalam negaraku? Apakah kekacauan ekonomi akan terjadi di dunia?

Nabi Mikha juga mengalami kegundahan hati yang berat pada saat ia melihat bahwa bangsa Israel semakin menjauhi Tuhan. Ia melihat bahwa tidak ada seorang pun yang bisa diharapkan. Bagaimana ia bisa merasa damai jika masa depan seluruh bangsa terlihat suram?

“Orang saleh sudah hilang dari negeri, dan tiada lagi orang jujur di antara manusia. Mereka semuanya mengincar darah, yang seorang mencoba menangkap yang lain dengan jaring. Tangan mereka sudah cekatan berbuat jahat; pemuka menuntut, hakim dapat disuap; pembesar memberi putusan sekehendaknya, dan hukum, mereka putar balikkan!” Mikha 7: 2 – 3

Keadaan bangsa Israel pada waktu itu memang sangat buruk, sampai- sampai rasa persahabatan, kekeluargaan dan kesatuan dalam negara, menjadi hancur berkeping-keping. Rasa curiga kepada orang-orang yang ada menjadi meningkat, dan banyak orang merasa bahwa orang lain berniat untuk mencelakakan mereka.

“Orang yang terbaik di antara mereka adalah seperti tumbuhan duri, yang paling jujur di antara mereka seperti pagar duri; hari bagi pengintai-pengintaimu, hari penghukumanmu, telah datang, sekarang akan mulai kegemparan di antara mereka! Janganlah percaya kepada teman, janganlah mengandalkan diri kepada kawan! Jagalah pintu mulutmu terhadap perempuan yang berbaring di pangkuanmu! Sebab anak laki-laki menghina ayahnya, anak perempuan bangkit melawan ibunya, menantu perempuan melawan ibu mertuanya; musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.” Mikha 7: 4 – 6

Pagi ini, dimanapun kita berada, ada kejadian-kejadian yang bisa membuat kita gundah, merasa kuatir untuk menghadapi masa depan. Kita mungkin sudah lama mengharapkan datangnya perubahan. Tetapi perubahan yang terjadi seringkali justru membuat keadaan menjadi semakin tidak menentu. Berapa lama lagi kita harus menunggu? Adakah yang baik, yang masih bisa kita harapkan?

Nabi Mikha tidak mempunyai harapan kepada orang-orang di sekitarnya. Ia juga tidak dapat berharap bahwa keadaan akan berubah dengan sendirinya. Tetapi ia tahu bahwa Tuhanlah yang mempunyai rancangan dan Ialah yang mampu untuk melaksanakannya. Karena itu, nabi Mikha tetap percaya bahwa Tuhanlah yang akan menolong bani Israel pada waktunya. Nabi Mikha tetap menunggu-nunggu Tuhan, dan mengharapkan Tuhan untuk menyelamatkan dia; karena ia percaya bahwa Tuhan yang mahakuasa dan mahakasih akan mendengarkan doanya. Itu jugalah yang harus tetap kita lakukan sekarang ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s