Jagalah ketertiban

“Sebab Allah tidak menghendaki kekacauan, tetapi damai sejahtera.” 1 Korintus 14: 33

Ketertiban hilang karena kepentingan pribadi

Baru saja PSBB di negara bagian Victoria dilonggarkan, hari ini tercatat 25 orang yang secara positif tertular virus corona. Karena itu mulai Senin, PSBB mulai diberlakukan kembali sekalipun tidak seketat bulan lalu. Kemunduran ini memang bukanlah hal yang mengejutkan, tetapi sudah tentu membawa kekuatiran bagi banyak orang. Apalagi, orang mulai membicarakan kemungkinan wabah Covid-19 ini untuk kambuh lagi di Australia, seperti yang sudah terjadi di beberapa negara lain. Dalam hal ini, banyak orang berpendapat bahwa semua itu bisa terjadi jika masyarakat kurang mau menjaga ketertiban yang dibutuhkan untuk menghindari penularan virus dari orang yang satu ke orang yang lain.

Ketertiban adalah hal yang sulit untuk dilaksanakan. Mengapa orang di mana pun sulit untuk hidup tertib? Sebaliknya kekacauan begitu mudahnya untuk muncul di dunia. Manusia seringkali dengan sengaja atau tidak membuat kekacauan. Memang kekacauan adalah berhubungan dengan dosa manusia, dan itu bukan kejutan untuk Tuhan yang mahatahu. Karena itu, Tuhan memang dari awalnya sudah mempersiapkan rencana agungnya untuk menyelamatkan manusia yang dikasihiNya. Tuhan ingin agar semua manusia yang mau  bertobat dari dosanya bisa menerima keselamatan yang kekal.

Selama hidup di dunia, mereka yang mau menjadi umatNya akan mengalami pertumbuhan rohani dan dipersiapkanNya untuk kehidupan kekal di surga. Pertumbuhan rohani yang hanya dimungkinkan oleh bimbingan Roh Kudus, tidak hanya memperbaiki hati dan pikiran manusia dalam hubungannya dengan Tuhan, tetapi juga mengubah cara hidup sehari-hari dengan hubungannya dengan sesama manusia. Manusia yang sudah diperbarui hidupnya akan lebih mampu untuk hidup dalam ketertiban dan menghindari kekacauan.

Ayat di atas ditulis oleh Paulus sehubungan dengan adanya kekacauan di gereja Korintus yang disebabkan oleh adanya orang Kristen yang menggunakan karunia yang berbeda-beda pada waktu yang bersamaan, yang mana menimbulkan kebingungan dan kekacauan di antara jemaat yang hadir. Paulus kemudian menasihati mereka agar bisa menahan diri dan memakai sopan-santun dan tata-cara yang baik dalam berbakti, agar semua orang yang hadir dapat belajar dan memperoleh kekuatan (1 Korintus 14: 31). Disini kita bisa melihat bahwa apapun yang baik, jika tidak dilaksanakan dengan baik akan menimbulkan kekacauan dan tidak membawa kedamaian.

Adalah kenyataan bahwa di zaman ini, manusia pada umumnya sudah mempunyai pendidikan yang lebih baik dari apa yang dimiliki jemaat Korintus. Walaupun demikian, pendidikan yang baik tidak menjamin kelakuan atau tingkah laku yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, banyak orang yang melakukan berbagai perbuatan tercela dalam masyarakat, yang merugikan sesama,  yang menimbulkan kekacauan, dan yang menghilangkan kedamaian hidup, karena mereka mendahulukan kepentingan diri sendiri di atas segalanya. Selain itu, ada juga orang yang menjalani hidupnya menurut apa yang disenanginya, tanpa menuruti sopan-santun dan hukum yang berlaku. Sekalipun mereka tidak secara langsung menimbulkan kegundahan dalam masyarakat, hidup mereka yang kacau bisa menghilangkan kedamaian hidup orang-orang di sekitarnya. Manusia tanpa bimbingan Roh Kudus memang sulit untuk hidup dalam ketertiban.

Ayat di atas mengajarkan bahwa sebagai orang Kristen kita harus mengerti bagaimana kita seharusnya hidup untuk Tuhan selama di dunia dan bisa membuat sesama kita berbahagia. Melalui hidup yang tertib, sopan dan berdisiplin kita memenuhi panggilan Tuhan untuk menghindari kekacauan dan mencari damai sejahtera.  Biarlah hubungan rohani kita dengan Tuhan bisa  membuat kita lebih mampu dan mau menaati tata-cara, sopan-santun dan disiplin yang baik dalam hidup bermasyarakat untuk kemuliaanNya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s