Bagaimana masa depanmu?

Tetapi sesuai dengan janjiNya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran.” 2 Petrus 3: 13

Aku tetap berharap pada Tuhan

Setiap orang yang ditanya bencana apa yang sekarang terjadi di dunia tentu akan menjawab “COVID-19”. Sudah memakan korban lebih dari 500 ribu jiwa (128 ribu di antaranya di Amerika Serikat) dalam waktu kurang dari 6 bulan, wabah ini mungkin tidak sedahsyat wabah flu Spanyol yang terjadi pada tahun 1918-1919 yang memakan korban setidaknya 500 juta jiwa di seluruh dunia (675 ribu di antaranya di Amerika Serikat). Walaupun demikian, COVID-19 belum sepenuhnya menjalar ke seluruh penjuru dunia. Pandemi ini jelas belum mencapai puncaknya atau melambat perkembangannya, tetapi justru makin menjadi parah dengan lebih cepat menyebar dari pada bulan-bulan yang lalu. Dengan demikian, tidaklah mengherankan jika banyak manusia yang mulai bertanya-tanya apakah manusia masih bisa berharap untuk mempunyai masa depan yang baik.

Sebagian manusia memang sangat menguatirkan kemungkinan bahwa keadaan yang buruk saat ini akan menjadi makin buruk dan mempengaruhi keadaan ekonomi, sosial dan politik banyak negara. Dengan demikian, ada kemungkinan bahwa kekacauan akan terjadi di berbagai tempat. Walaupun demikian, ada juga orang yang percaya bahwa krisis seperti ini pernah terjadi sebelumnya dan manusia pasti akan bisa mengatasinya. Menurut mereka, manusia cukup tangguh dalam menghadapi masalah dan akan tetap bisa bertahan dalam hidup.

Bagaimana dengan pendapat anda sendiri? Apakah anda termasuk orang yang merasa pesimis dengan penanganan krisis di tempat anda? Ataukah anda tetap merasa optimis bahwa segala sesuatu akan berakhir dengan baik? Mungkin anda sulit untuk menjawabnya, dan lebih ingin untuk berserah kepada Tuhan. Anda tidak mau memikirkan hal itu karena percaya sepenuhnya bahwa Tuhan yang akan mengambil keputusan. Mungkin anda merasa takut untuk memikirkan apa yang bisa terjadi, dan karena itu ingin melupakannya. Memang lebih mudah bagi kita yang menghadapi masalah untuk mengabaikan segala sesuatu yang bisa membuat kita bingung atau pusing. Ketidaktahuan adalah suatu kedamaian, begitu kata orang. Ignorance is a bliss.

Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa ketidaktahuan akan membawa kedamaian. Jika kita tidak tahu apa yang benar dan apa yang tidak benar, itu akan membawa hidup yang kacau. Jika kita tidak tahu apa yang akan terjadi, itu tidak akan memberi perasaan tenang. Sebaliknya, jika kita bisa membedakan apa yang benar dari apa yang tidak benar, kita tentunya akan dapat memilih apa yang benar. Jika kita tahu apa yang akan terjadi, maka kita bisa membuat persiapan yang baik untuk menghadapinya. Masalahnya, bagaimana kita bisa membedakan apa yang benar dari apa yang tidak benar? Dan bagaimana pula kita bisa tahu apa yang akan terjadi?

Alkitab adalah firman Tuhan yang berisi kebenaranNya. Dari firman Tuhan kita bisa belajar untuk mengerti apa yang baik dan apa yang buruk dalam pandangan Tuhan. Dari Alkitab kita belajar bahwa Tuhan mempunyai maksud yang baik untuk umatNya. Tuhan tidak pernah bermaksud buruk kepada mereka yang taat kepadaNya. Dari Alkitab kita juga sadar bahwa apa pun yang terjadi di dunia, pada akhirnya akan membawa kemuliaan bagi Tuhan. Dengan demikian, Tuhan yang mahakuasa dan mahakasih akan dapat mengatasi segala sesuatu yang terjadi saat ini, sehingga semua orang bisa melihat bahwa Ia adalah Tuhan tidak pernah meninggalkan umatNya.

Ayat di atas menyatakan bahwa sesuai dengan janjiNya, kita saat ini menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran. Ini berarti bahwa sebagai umat Kristus kita percaya bahwa hidup di dunia ini bukanlah satu-satunya hidup yang kita punyai. Sebaliknya, hidup di dunia ini adalah suatu jalan yang harus kita tempuh sambil menunggu saat dimana kita dapat bersatu dengan Dia yang sudah menyelamatkan kita. Hidup di dunia adalah kesempatan bagi kita untuk bisa makin mengenal kebenaran Tuhan dan untuk bisa makin taat kepada firmanNya. Dalam hal ini, keadaan apa pun yang terjadi tidak akan membuat kita goncang. Kita tetap sanggup menghadapi segala tantangan hidup karena kita sudah menerima kemenangan di dalam Dia. Biarlah kita berani menghadapi hari-hari mendatang karena adanya pengharapan di dalam Dia!

Satu pemikiran pada “Bagaimana masa depanmu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s