Hidup adalah sebuah pertandingan

“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.” 1 Timotius 6: 12

Olimpiade tahun ini yang seharusnya diadakan di Jepang telah dibatalkan karena adanya pandemi. Pesta olahraga sedunia ini rencananya akan dilangsungkan tahun depan, tentu saja jika pandemi ini sudah teratasi. Bagi para atlit yang sudah mempersiapkan diri untuk bertanding tahun ini, penundaan Olimpiade telah membuat mereka kecewa. Mereka yang sudah berikrar untuk menang dan berkurban demi mewujudkan harapan bangsa, sekarang menghadapi kesangsian.

Jika sekarang para atlit harus tetap berlatih dan mempersiapkan diri untuk apa yang belum pasti terjadi pada tahun depan, ini adalah sesuatu yang sulit untuk dilakukan. Perasaan tidak menentu tentunya menghantui pikiran mereka. Walaupun demikian, mereka harus tetap bertahan dalam pengharapan bahwa pada akhirnya mereka akan dapat pergi ke Jepang. Pertandingan mereka sudah ada di saat ini yaitu untuk mengatasi rasa kebosanan dan putus harapan.

Bagi kita umat Kristen yang harus hidup di dunia, keadaan yang kurang baik saat ini tentunya menguji iman kita. Kita yang sudah berikrar untuk setia dan berharap kepada Tuhan dalam setiap keadaan, sekarang mungkin merasa bahwa hidup dalam penantian akan pertolongan Tuhan tidaklah mudah dijalani. Lebih dari itu, tidaklah mudah bagi kita untuk hidup dengan iman bahwa semua ini tidak ada artinya jika dibandingkan dengan kebahagiaan di masa depan karena memperoleh mahkota kehidupan di surga.

Mengapa kita harus hidup menghadapi segala bentuk penderitaan di dunia? Sampai kapankah kita harus bertahan dalam pengharapan untuk menerima pertolongan Tuhan? Kapankah kita bisa merasakan kebahagiaan dan kemenangan yang datang dari Tuhan? Jika kemenangan di surga itu masih jauh di sana, harapan atas kemenangan atas perjuangan hidup di dunia seringkali kandas dalam rasa putus asa. Hidup sekarang ini terlalu berat.

Paulus dalam ayat di atas mengingatkan Timotius bahwa selama hidup di dunia kita berjuang untuk menang. Dengan iman kita harus berani menghadapi semua tantangan dan persoalan hidup agar pada akhirnya kita akan memperoleh mahkota kehidupan. Ini tidak mudah, tetapi kita sudah berjanji kepada Tuhan di hadapan banyak saudara seiman. Kita tidak boleh mundur dari iman kita.

Paulus dalam kitab Roma 8: 22 – 25 juga pernah menulis bahwa kita tahu sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasakan penderitaan. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima keselamatan juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan dari penderitaan dunia. Tetapi kita saat ini hanya bisa berharap kepada sesuatu yang tidak terlihat.

Pada pihak yang lain, kita harus sadar bahwa pengharapan atas apa yang bisa dilihat bukanlah pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Dengan demikian, jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita harus tetap menantikannya dengan tekun. Tetaplah beriman, tetaplah setia dan tetaplah berdoa dalam setiap keadaan!

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Roma 8: 28

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s