Agar doa kita terkabul

“Dan inilah keberanian percaya kita kepadaNya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya.” 1 Yohanes 5: 14

Doa adalah bagian kehidupan umat beragama. Bagi banyak orang, berdoa memohon penyertaan dan berkat Tuhan selama hidup di dunia adalah suatu hal yang penting demi kenyamanan hidup. Lebih dari itu, sebagian orang juga berdoa agar Tuhan sudi mengampuni dosa mereka karena amal ibadah yang sudah dilakukan. Ini adalah hal yang dianggap keharusan agar mereka bisa masuk ke surga setelah hidup di dunia berakhir.

Bagi orang Kristen, doa bukanlah untuk memohon agar Tuhan memperbolehkan mereka ke surga setelah selesainya hidup di dunia. Karena penebusan darah Kristus, orang Kristen yakin bahwa mereka akan ke surga. Doa bagi mereka adalah sebuah komunikasi dengan Tuhan yang mahakuasa dan mahakasih, yang tahu apa yang mereka butuhkan. Dengan demikian, doa bagi umat Kristen boleh berisi permohonan, tetapi selalu disertai dengan kesadaran bahwa kehendak Tuhanlah yang terjadi.

Memang ada banyak orang Kristen yang masih percaya bahwa dengan makin seringnya doa dan makin banyaknya orang yang berdoa, Tuhan akan lebih bermurah hati dan mau mengabulkan permohonan mereka. Tetapi, ini bukanlah pengertian yang benar karena Tuhan yang mahatahu dan mahabijaksana tentunya tidak dapat dipengaruhi kehendak manusia. Dengan demikian, mereka yang merasa yakin bahwa Tuhan akan menuruti kehendak umatNya yang giat berdoa, secara tidak langsung sudah merendahkan sifat hakiki Tuhan.

Doa adalah sebuah komunikasi antara manusia dengan Sang Pencipta. Dalam doa, manusia menyerahkan segala persoalannya kepada Tuhan yang mahakasih. Melalui Yesus, orang Kristen percaya bahwa Tuhan mendengarkan segala keluh kesah kita. Tuhan jugalah yang bisa memberi penghiburan dan kekuatan untuk menghadapi masa depan. Umat Kristen percaya bahwa Tuhan bisa melihat apa yang akan terjadi dalam hidup kita dan sudah mempunyai rancangan tertentu bagi setiap orang. Karena itu, kita harus percaya bahwa Tuhanlah yang tahu apa yang kita butuhkan.

Ayat di atas menyebutkan bahwa Tuhan akan mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya. Masalahnya, apakah kita dapat mengetahui apa yang dihendaki Tuhan? Kita dapat mengetahuinya jika kita dekat dengan Tuhan. Jika kita mempunyai hubungan yang erat dengan Tuhan dan rajin berkomunikasi denganNya, kita akan mengerti apa yang dikehendakiNya dalam hidup kita. Dengan demikian, doa adalah sarana untuk mendekatkan kita kepada Tuhan dan bukan sarana untuk mengingatkan Tuhan akan apa yang kita ingini.

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Matius 6: 33

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s