Apa guna umur panjang?

“Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? Jagalah lidahmu terhadap yang jahat dan bibirmu terhadap ucapan-ucapan yang menipu; jauhilah yang jahat dan lakukanlah yang baik, carilah perdamaian dan berusahalah mendapatkannya!” Mazmur 34: 12 – 14

Tadi pagi saya menghadiri acara peringatan meninggalnya teman sejawat saya. Saya masih sempat berbincang-bincang dengan almarhum pada hari Kamis minggu lalu, dan ia meninggal secara tiba-tiba pada hari Sabtu sore ketika menghadiri acara makan bersama dengan teman-temannya. Sebelum meninggal, almarhum masih sempat duduk menikmati suasana gembira. Dalam beberapa menit kemudian, ia jatuh tak sadarkan diri dan langsung meninggal dunia. Ia meninggalkan seorang istri yang sepenuhnya ibu rumah-tangga dan dua putra yang masih di bawah umur. Kejadian ini membuat semua orang kaget dan sadar bahwa hidup-mati manusia ada di luar kuasa mereka.

Bagi banyak manusia kematian adalah sesuatu yang menakutkan karena mereka tidak tahu apa yang akan terjadi sesudahnya, baik bagi dirinya maupun keluarganya. Dengan demikian, adalah suatu yang lumrah jika orang tidak ingin cepat mati, tetapi sebaliknya ingin untuk berumur panjang. Sekalipun orang Kristen percaya bahwa mereka akan ke surga sesudah mati, kebanyakan mereka juga ingin untuk sebisa mungkin hidup lama bersama keluarga. Sekalipun mereka tahu bahwa hal hidup mati manusia ada di tangan Tuhan, mereka akan berusaha untuk tetap sehat sampai hari tua.

Dari segi kedokteran, umur seseorang umumnya bergantung pada faktor genetika dan lingkungan. Ada bangsa-bangsa tertentu, seperti bangsa Jepang, yang sejak dulu terkenal berumur panjang. Sebaliknya, ada juga bangsa yang mudah terkena penyakit tertentu, seperti diabetes, yang disebabkan oleh faktor genetika. Walaupun demikian, faktor lingkungan juga besar pengaruhnya. Mereka yang hidup sehat dalam lingkungan yang baik, biasanya bisa mempunyai umur yang lebih panjang dari mereka yang serumpun tetapi lingkungan hidupnya kurang sehat. Adanya pandemi saat ini sudah tentu menciptakan lingkungan yang tidak sehat dan malahan sangat berbahaya.

Untuk bisa mempunyai umur panjang, mereka yang sadar akan berusaha untuk hidup sehat melalui makanan sehat, olahraga, cukup istirahat dan sedapat mungkin menghindari penyakit. Jika mereka ditanya mengapa mereka ingin panjang umur, biasanya jawabannya adalah ingin untuk bisa menikmati hidup lebih lama bersama orang-orang yang dikasihi. Jarang orang yang menjawab bahwa mereka ingin hidup lebih lama untuk bisa makin memuliakan nama Tuhan di dunia. Bagi mereka, mungkin lebih penting untuk bisa menikmati berkat Tuhan lebih lama di dunia.

Ayat di atas mengatakan bahwa tidak ada salahnya jika orang ingin umur panjang untuk menikmati apa yang baik. Tetapi, hidup panjang haruslah dipakai untuk menjauhi hal yang jahat dan untuk melakukan apa yang baik untuk sesama. Umur yang panjang dengan demikian seharusnya dipakai untuk melanjutkan tugas untuk menjadi terang dunia. Siapakah orang yang menyukai hidup, yang mengingini umur panjang untuk menikmati yang baik? Biarlah keinginannya dinyatakan kepada Tuhan dengan kemauan untuk tetap bisa menjadi umatNya yang berguna.

“Sebab yang sangat kurindukan dan kuharapkan ialah bahwa aku dalam segala hal tidak akan beroleh malu, melainkan seperti sediakala, demikianpun sekarang, Kristus dengan nyata dimuliakan di dalam tubuhku, baik oleh hidupku, maupun oleh matiku.” Filipi 1: 20

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s