Tuhan bukanlah sebuah mesin penjual otomatis

Tentang hal itu aku sudah tiga kali berseru kepada Tuhan, supaya utusan Iblis itu mundur dari padaku. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” 2 Korintus 12: 8 – 9

Pernahkah anda menjumpai sebuah vending machine (mesin penjual otomatis) seperti foto di atas? Itu adalah mesin yang bertenaga manusia, bukan listrik. Di zaman ini mesin penjual otomatis umumnya bertenaga listrik yang dilengkapi dengan alat kontrol elektronik, tetapi kantor saya masih mempunyai mesin penjual mekanis yang bisa mengeluarkan makanan atau minuman yang dibeli dengan mata uang logam setelah tombol yang dipilih diputar dengan jari. Berbeda dengan mesin modern, mesin kuno ini hanya bisa bekerja jika ada tangan manusia yang menggerakkannya.

Barangkali konsep bahwa Tuhan bekerja karena ada manusia yang membuatNya bekerja adalah mirip dengan konsep mesin di atas. Tuhan bisa memberikan apa yang kita inginkan setelah kita membayarNya dengan suatu persembahan, dan memakai tangan kita untuk memanjatkan doa. Banyak orang beragama yang percaya bahwa berkat dan keajaiban akan datang dari Tuhan karena adanya usaha, doa dan iman kita. Tetapi apakah sebenarnya arti sebuah doa bagi orang Kristen?

Ada orang yang menyamakan doa dengan restu, permohonan, ucapan kasih dan lain-lain. Karena itu banyak “doa” yang diucapkan orang yang berisi kata-kata yang indah dan membawa harapan. Tetapi, bagi orang Kristen doa adalah sebuah komunikasi manusia dengan Allah Sang Pencipta melalui Yesus Sang Penebus. Dengan demikian, untuk bisa berdoa dengan efektif tentunya orang harus mempunyai hubungan yang baik dengan Tuhan dan menyadari kedudukannya di hadapan Dia yang mahabesar. Doa yang sedemikian memang dapat membawa banyak kebaikan untuk hidup kita.

“Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Yakobus 5: 16

Kebanyakan orang sering berdoa ketika perlu untuk mendapatkan apa yang diingininya. Itu mungkin kesembuhan, perlindungan, keberhasilan dan sebagainya. Hal ini terjadi karena manusia pada umumnya tidak menyadari bahwa mereka seharusnya berdoa untuk apa yang dibutuhkannya. Manusia sering tahu apa yang diingini, tetapi tidak sadar akan apa yang dibutuhkan. Tuhanlah yang sepenuhnya tahu apa yang kita butuhkan dan Ia selalu memberikannya pada waktu yang tepat.

Jika Tuhan menghendaki kita berdoa kepadaNya, itu sudah tentu berguna untuk memupuk hubungan yang baik dengan Dia. Dengan hubungan yang baik itu, kita bisa mengerti kasihNya yang besar yang menyertai kita setiap saat. Selanjutnya, kita bisa mengerti apa yang dikehendakiNya dalam hidup kita dan menyadari apa yang sebenarnya kita butuhkan dalam hidup, dan bukan apa yang kita ingini.

Dalam ayat di atas, kita membaca bahwa Paulus ingin agar Tuhan membebaskannya dari penderitaan fisik yang ada sejak lama. Ia tiga kali berseru kepada Tuhan untuk menolongnya, tetapi Tuhan tidak menuruti permohonannya. Mengapa demikian? Dari ayat itu juga kita membaca bahwa apa yang diingini Paulus bukanlah apa yang dikehendaki Tuhan. Paulus berdoa untuk apa yang diingininya, tetapi Tuhan memberi apa yang dibutuhkannya.

Dalam penderitaannya Paulus membutuhkan kekuatan dari Tuhan. Dalam keadaan sedemikian, apa yang ia perlukan adalah keyakinan bahwa Tuhan mengasihi dan menguatkan dia. Karena itu Tuhan menjawab: “Cukuplah kasih karuniaKu bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasaKu menjadi sempurna.” Sebab itu Paulus tidak bersedih hati ketika doanya tidak mendatangkan apa yang diingininya. Sebaliknya ia bermegah atas kelemahannya, karena ia bisa merasakan kuasa Kristus yang turun menaungi dia.

Hari ini, jika anda ingin berdoa kepada Tuhan karena adanya sesuatu yang anda perlukan, biarlah itu disampaikan karena adanya hubungan yang baik antara anda dengan Tuhan. Dengan bimbingan Tuhan, anda akan dapat melihat perbedaan antara apa yang anda inginkan dan apa yang anda butuhkan. Apa yang anda butuhkan adalah sesuatu yang memperkuat hubungan antara anda dengan Tuhan. Apa yang disenangi Tuhan adalah doa yang membawa kemuliaan bagiNya. Sebaliknya, apa yang anda inginkan mungkin justru bisa menjauhkan anda dari kasih karunia dan penyertaanNya. Selain itu, cara anda berdoa bisa saja membuat Tuhan merasa diperlakukan sebagai sebuah mesin penjual otomatis. Tuhan adalah Raja di atas segala raja, dan karena itu kita harus berserah kepada kehendakNya. Lebih dari itu, Tuhan yang mahakasih tahu apa yang terbaik untuk kita semua sebelum kita memintanya.

“Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya.” Matius 6: 8

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s