Berilah aku ketenangan ya Tuhan!

“Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya. Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.” Yesaya 40: 28-29

Hari ini ada kabar dari negara bagian New South Wales, Australia, bahwa karena kasus tambahan Covid positif yang mendekati 200 per hari dan sebarannya yang sulit untuk diketahui, seluruh kota Sydney dan sekitarnya dipastikan untuk mengalami perpanjangan lockdown selama sebulan. Hal ini tentunya membuat banyak orang resah karena sudah sebulan terkurung, sekarang penambahan kasus positif masih belum juga bisa teratasi. Keadaan ini dikuatirkan akan memperburuk kesehatan mental penduduknya dan membuat makin banyaknya orang yang kecanduan obat penenang dan obat penghilang rasa sakit.

Mengapa begitu banyak orang yang memakai obat-obat seperti itu? Ada berbagai sebabnya, antara lain karena orang ingin merasakan ketenangan pikiran, menghindari tekanan jiwa, mengurangi kelelahan tubuh atau sekadar mencari kenikmatan dalam ketidaksadaran. Memang, serupa dengan narkoba, obat-obatan ini bisa membuat pemakainya tidak sadar atas keadaan sekitarnya. Banyak pecandu obat semacam ini pada mulanya mungkin ingin mengurangi rasa lelah dan rasa sakit yang dideritanya dengan meminta resep dokter. Lambat laun dosis obat ini makin meningkat karena tubuh menjadi kebal, dan tanpa disadari mereka menjadi pecandu obat keras.

Di dunia ini, kelelahan memang bisa terjadi pada siapa saja. Apalagi, karena situasi dunia saat ini, banyak orang yang merasa sangat lelah (fatigue) secara jasmani maupun rohani. Dalam suasana pandemi yang tidak kunjung reda ini, manusia kehilangan rasa aman yang dulunya ada. Dengan demikian, manusia mudah kehilangan tujuan hidup dan harapan untuk memperoleh masa depan yang cerah. Bagi sebagian orang, jalan yang termudah untuk mengatasi segala penderitaan ini adalah meminum obat-obatan yang bisa untuk sementara menghilangkan rasa sakit. Bagi orang yang lain, mungkin doa permohonan kepada Tuhan masih bisa membawa sebuah harapan. Tetapi doa yang bagaimana?

Mungkin juga berita simpang-siur di media membuat anda bingung ikut mencari perlengkapan medis dan obat-obatan yang mungkin diperlukan jika ada anggota keluarga yang terpapar. Seperti banyak orang, anda mencari-cari nasihat tentang apa yang bisa dilakukan dan obat atau ramuan apa yang mungkin bisa diminum untuk menghindari serangan virus yang ganas ini. Sebagai manusia, naluri anda mengingatkan bahwa saat ini nasib anda ada di tangan anda sendiri. Dalam keadaan terdesak, pikiran sehat diganti dengan segala usaha (legal atau tidak, terbukti efektif atau tidak) untuk mempertahankan eksistensi. Anda mungkin siap dan bersedia untuk ikut berebut perlengkapan dan obat-obatan yang ditawarkan mereka yang memanfaatkan situasi untuk mencari untung. Dalam suasana chaos, seolah anda lupa bahwa Tuhan tetap memegang kontrol atas kehidupan seluruh umat manusia di dunia.

Dalam keadaan yang sangat menekan, adalah mudah bagi orang untuk berdoa agar Tuhan menyingkirkan semua hal yang buruk dari hadapannya. Walaupun demikian, doa semacam itu bukanlah doa yang benar karena penderitaan manusia sebenarnya adalah bagian dari bumi yang sudah jatuh ke dalam dosa. Manusia mana pun tidak bisa menghindari datangnya kesulitan, penyakit ataupun malapetaka, jika itu harus terjadi dalam hidupnya. Walaupun demikian, ayat diatas menjelaskan bahwa Tuhan yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung adalah Tuhan yang selalu ada dan tahu apa yang terjadi dalam hidup umat-Nya. Sekalipun begitu banyak persoalan yang terjadi di dunia, Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu. Sebagai Tuhan yang mahakuasa dan mahabijaksana, tidak terduga pengertian-Nya.

Hari ini, mungkin tidak ada seorang pun yang tahu bahwa anda mengalami penderitaan yang besar dalam hidup. Mungkin itu penderitaan jasmani yang tidak disadari orang yang terdekat, atau penderitaan rohani yang sudah berlangsung lama. Kemana anda harus lari? Adakah obat yang bisa membawa keringanan dan kesembuhan? Anda sudah mencoba berbagai cara, tetapi penderitaan dan kekuatiran yang ada tidak juga berkurang. Anda sudah berdoa memohon kelepasan, tetapi semua itu tetap anda derita. 

Ayat diatas mengandung satu-satunya harapan bagi kita yang mengalami tekanan hidup. Tuhan yang tidak pernah lelah akan memberi kekuatan kepada mereka yang lelah, dan menambah semangat kepada mereka yang tiada berdaya. Sekalipun beban kita sangat besar, Tuhan adalah mahakasih dan sanggup memberi kita ketabahan dan kesabaran. Maukah kita memercayakan hidup-mati kita kepada-Nya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s