Great is Thy faithfulness (Besar Setia-Mu)

“Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!” Ratapan 3: 22-23

Anda tentu pernah mendengar lagu himne “Besar Setia-Mu”. Lagu yang dalam bahasa Inggris berjudul “Great is Thy Faithfulnes” yang menggema di sepanjang masa ini ditulis oleh Thomas Chisholm yang lahir di Kentucky, Amerika Serikat. Sepanjang hidupnya Thomas sering menderita sakit karena mempunyai kelemahan dalam kesehatannya. Tapi keadaan fisik yang lemah bukanlah halangan untuk melayani Tuhan dan menulis kurang lebih 1.200 puisi rohani termasuk lirik lagu Besar Setia-Mu .

Lagu ini terinspirasi oleh kisah nabi Yeremia. Nabi Yeremia menjadi saksi malapetaka yang tak terbayangkan ketika orang Babilonia melakukan penyerangan ke Yerusalem pada tahun 586 SM. Bait suci Salomo runtuh menjadi puing-puing. Bersamaan dengan itu, kehidupan orang Israel pun turut hancur. Banyak orang Israel yang kemudian telantar; tanpa makanan, tempat bernaung, dan rasa damai. Meskipun begitu, di tengah-tengah penderitaan dan kepedihan itu, Yeremia menulis bahwa kasih setia Tuhan selalu baru tiap pagi, dan itu menunjukkan betapa besarnya kesetiaan-Nya. Apa yang diutarakan Yeremia bukanlah sekedar harapan, tetapi berdasarkan pengalaman pribadinya di masa lalu.

Keadaan yang terasa “tidak ada harapan” bisa menimpa kapan saja dan siapa saja seperti yang dirasakan juga oleh banyak orang di saat pandemi ini. Sudah tentu setiap orang masih bisa berharap untuk tetap sehat dan tidak terpapar virus corona. Adanya vaksin juga memberi harapan bahwa sekalipun orang masih bisa terpapar, akibatnya akan jauh lebih ringan jika sudah divaksinasi. Walaupun demikian, kebanyakan orang tidak mempunyai harapan untuk bisa mengunjungi sanak saudara yang berada di luar negeri dalam tahun 2021 ini. Selain itu, banyak usahawan yang merasa bahwa kecil kemungkinan bagi mereka untuk bisa`mendapat untung di tahun ini.

Sebenarnya, istilah “tidak ada harapan” untuk orang Kristen tidaklah patut dipakai. Sebagai orang beriman, kita bisa berharap akan sesuatu yang tidak terlihat yaitu kehidupan di surga bersama Tuhan yang kita puja. Dengan demikian, kesulitan atau penderitaan kita yang kita alami saat ini tidaklah dapat dibandingkan dengan apa yang sebenarnya mustahil, yaitu kita manusia yang berdosa bisa mendapat pengampunan dari Tuhan. Tuhan kita adalah Oknum yang mahakuasa dan mahakasih dan karena itu tidaklah ada yang mustahil bagi-Nya.

Dalam Alkitab ada banyak contoh di mana murid-murid Yesus merasa atau melihat suasana ‘”tidak ada harapan”, hanya untuk kemudian merasa takjub atas kuasa dan mukjizat yang diperlihatkan oleh Yesus. Walaupun demikian, mereka kembali merasa hancur ketika Yesus yang diharapkan untuk menjadi Mesias yang gagah perkasa, kemudian harus mati di kayu salib. Kali ini tentunya benar-benar tidak ada harapan! Tetapi, lagi-lagi mereka dibuat heran dan takjub ketika Yesus bangkit dari kuburnya pada hari yang ketiga sesuai dengan apa yang sudah dijanjikan-Nya. Mereka yang lupa bahwa Yesus sudah menolong mereka di masa lalu, kemudian diingatkan bahwa apa yang terlihat buruk belum tentu berakhir dengan “tidak ada harapan”. Sebaliknya, apa yang terlihat buruk di masa lalu seharusnya mengingatkan kita bahwa seperti Tuhan sudah membimbing kita pada masa lalu, Ia akan tetap beserta kita di masa yang akan datang.

“Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.  Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.” Yakobus 5: 10-11

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s