Menjadi orang yang bisa dipercaya

“Aku bersukacita, sebab aku dapat menaruh kepercayaan kepada kamu dalam segala hal.” 2 Korintus 7: 16

Yusuf mengampuni saudara-saudaranya yang tidak jujur

Masalah yang ada pada diri semua manusia pada umumnya adalah ketidakpedulian atas ketidakjujuran yang ada dalam dirinya. Selama orang lain tidak melihat atau tidak peduli atas hal-hal buruk yang kita lakukan, kita pun merasa tenang. Selama orang lain puas dengan apa yang terlihat dari luar, kita pun merasa senang. Dengan demikian, kurang ada dorongan bagi kita untuk terus berusaha memperbaiki diri, sekalipun Roh Kudus siap menolong kita. Karena itu, kita mungkin sulit untuk berubah dari kehidupan yang tidak memuliakan Tuhan.

Mereka yang sudah terbiasa dengan kehidupan di mana orang di sekitar mereka sering membuat dusta putih (white lies), membual, dan menyampaikan berita-berita yang tidak akurat, akan tidak segan untuk melakukan hal yang serupa jika tidak ada konsekuensinya. Mereka mudah untuk menerima alasan bahwa tidak ada orang yang sempurna, dan apa yang tidak benar tetapi tidak bermaksud buruk bisa diterima. Dengan demikian, banyak orang yang menerima apa yang bertujuan baik sekalipun caranya tidak benar. Ini lebih terlihat semasa pandemi Covid-19 ini, di mana banyak orang yang menganjurkan tindakan atau cara tertentu agar bisa tetap sehat atau bisa cepat sembuh jika terpapar virus corona. Sebagian besar dari berita yang ada di media adalah hoax saja, tetapi banyak orang agaknya tidak peduli atas kemungkinan adanya dampak serius jika ada orang yang percaya.

Ayat di atas ditulis oleh Rasul Paulus kepada para jemaat di Korintus untuk mengutarakan rasa senangnya karena mereka dapat dipercaya dalam segala hal. Segala hal? Luar biasa! Apakah Paulus hanya bermanis-manis saja? Rupanya tidak, karena Paulus membanggakan mereka kepada Titus (2 Korintus 7: 13-14). Walaupun demikian, Paulus tentu tidak bermaksud bahwa mereka adalah orang-orang alim dan selalu jujur. Tetapi Paulus jelas bangga bahwa mereka adalah orang yang sudah berubah hidupnya dan bisa diandalkan dalam pekerjaan Tuhan.

Paulus, seperti kita, tidak bisa sepenuhnya melihat hati dan pikiran orang lain. Tetapi ia tentu tahu bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna, termasuk dirinya sendiri. Tiap orang pernah berbohong atau berlaku tidak jujur; tetapi mereka bisa menjadi orang Kristen yang berguna dalam kerajaan Kristus di dunia. Mereka yang menyadari kekurangannya dapat memakai segala kesempatan yang disediakan Tuhan untuk memperbaiki diri dan membaktikan dirinya untuk Tuhan. Paulus dalam hal ini sebagai Rasul yang mengikuti perkembangan kehidupan rohani jemaat Korintus, tahu bahwa mereka sudah berjuang untuk menjadi anak-anak Tuhan yang baik.

Manusia sering memakai kedok untuk menutupi kekurangannya, tetapi Tuhan melihat semua yang ada. Tuhan bisa melihat seluruh hidup kita, dan Ia tahu apakah kita dengan sengaja menjalani hidup sehari-hari dalam kepalsuan. Untuk semua itu, kita harus mempertanggungjawabkan apa yang kita lakukan, pikirkan dan ucapkan di sekolah, kantor, toko, rumah dan di mana saja.

“Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.” Ibrani 4: 13

Hari ini, beranikah kita menghadap Tuhan dan mengaku bahwa kita sudah berusaha sepenuh hati untuk menjadi orang yang bisa dipercaya sebagai umat-Nya? Ataukah selama ini kita mengabaikan pandangan mata Tuhan dan hanya memedulikan pendapat umum atau perhatian mereka untuk kita?

Tuhan mengerti kelemahan kita dan Ia bisa menerima kita sebagaimana adanya, tetapi itu tidak berarti bahwa kita boleh dengan sadar, hidup dalam kepalsuan dan kebohongan. Kita tidak boleh menyampaikan apa yang tidak kita yakini atau mengerti kebenarannya, karena jika kita keliru orang lain akan dirugikan. Marilah kita menghadap Dia dalam doa untuk memohon pengampunan serta berjanji bahwa kita mau membiarkan Roh Kudus membarui hidup kita, agar kita bisa menjadi orang-orang kepercayaan-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s