Jangan mengulur waktu

“Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” 2 Petrus 3: 9

Saya teringat bahwa pada saat saya masih di universitas, sering kali saya mengalami kuliah yang ditunda, dibatalkan atau terlambat mulainya. Dalam hal ini, biasanya itu terjadi karena dosen yang juga bekerja di tempat lain, tidak dapat datang ke kampus pada saat yang sudah dijadwalkan untuk mengajar. Selain itu, ada juga dosen yang memang mempunyai kebiasaan untuk datang terlambat. Sebagai senda gurau, saya sering mendengar komentar teman bahwa keterlambatan adalah jamak di Indonesia yang mempunyai “jam karet”. Budaya jam karet tentunya adalah sesuatu yang bisa merugikan banyak orang.

Ayat di atas agaknya menunjukkan bahwa orang mungkin mengira bahwa Yesus juga punya jam karet karena Ia tidak kunjung datang untuk menghakimi umat manusia. Tetapi, ayat di atas mengingatkan kita bahwa itu bukanlah kelalaian Tuhan. Tuhan masih menunggu agar lebih banyak orang yang bertobat. Walaupun demikian, ayat itu sering diperdebatkan di antata berbagai golongan Kristen maupun di antara orang yang bukan Kristen.

Apakah Tuhan menghendaki semua orang untuk diselamatkan? Pertanyaan ini tidaklah mudah dijawab. Kalau jawabnya “ya”, tentunya Ia tidak mau seorang pun ke neraka. Neraka tidak akan diperlukan karena Tuhan yang mahakasih tentunya akan berusaha agar semua orang untuk bisa menemukan jalan ke surga melalui kepercayaan apa pun. Sebaliknya, adanya neraka tentunya menegaskan kenyataan bahwa sebagian orang akan menuju ke sana. Karena itu, Tuhan tentu tahu bahwa tidak semua orang akan percaya kepada Yesus Kristus sebagai Anak Allah yang merupakan satu-satunya jalan keselamatan. Ayat di atas dan juga Yohanes 3: 16 menunjukkan bahwa mereka yang tidak mengenal Yesus akan menemui kebinasaan.

“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3: 16

Mereka yang tidak mengenal nama Kristus, sudah tentu tidak dapat hidup menurut firman-Nya. Mungkin hidup mereka terlihat cukup baik menurut ukuran manusia, tetapi sebenarnya mereka hidup dalam dosa karena bagi mereka Tuhan hanya ada dalam bayangan. Hari demi hari berlalu, dan bagi mereka tidak ada perubahan apa pun yang terjadi. Kedatangan Kristus yang kedua kali tidak kunjung tiba dan dunia berjalan seperti biasa. Mereka mungkin merasa bahwa hidup di dunia ini bisa dinikmati seperti biasa. Mereka yang menganggap bahwa iman kepada Yesus itu hanyalah khayalan, kemudian mengejek iman Kristen dan hidup menurut hawa nafsunya.

Dalam ayat di atas rasul Petrus memperingatkan orang-orang yang merasa Kristen tetapi tetap hidup dalam dosa, bahwa seperti mereka yang meragukan Kristus dan mengejek iman Kristen, mereka yang mengaku kenal kepada Yesus dan merasa sudah terpilih untuk diselamatkan tetapi masih hidup dalam dosa dan kejahatan akan menuju kebinasaan. Tetapi Tuhan yang mahakasih mempunyai kesabaran untuk menunggu agar sebanyak mungkin manusia mau berbalik arah dan bertobat dengan sepenuhnya. Karena itu, selagi kesempatan masih ada, semua orang yang sudah mengenal nama Kristus hendaklah bertobat dari hidup lama dan memilih untuk hidup dalam iman dan dalam kesucian dan kesalehan selagi kesempatan masih ada.

Tuhan yang mahakasih menghendaki semua orang untuk mau menerima uluran tangan penyelamatan-Nya. Tetapi Tuhan yang mahaadil hanya menerima mereka yang benar-benar mau berusaha hidup sesuai dengan firman-Nya, bukan hanya mereka yang gemar mempelajarinya. Tanda hidup baru adalah perubahan hidup yang bisa dilihat dari buah-buahnya (Matius 7: 20). Jika ini tidak terlihat, Yesus berkata:

“Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” Matius 7: 21

Tuhan sudah memberikan kabar baik-Nya dan mengaruniakan Roh Kudus yang membimbing manusia untuk mengerti bahwa jalan keselamatan adalah sempit adanya. Keselamatan datang melalui anugerah Tuhan, yang harus diterima dan dinyatakan dalam hidup dalam kebenaran dan kasih. Walaupun demikian, sampai saat ini masih banyak orang yang mengenal nama Kristus tetapi mengabaikan perintah-Nya. Mereka justru memilih jalan lebar yang nyaman dan bergemerlapan, dan tetap hidup dalam dosa. Tuhan memang sabar kepada kita, tetapi kesabaran-Nya ada batasnya!

“Sebab itu, saudara-saudaraku yang kekasih, sambil menantikan semuanya ini, kamu harus berusaha, supaya kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya, dalam perdamaian dengan Dia.” 2 Petrus 3: 14

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s