Hari Sabat dan hari Minggu

“Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat, jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.” Markus 2: 27-28

Hari Minggu, atau Sabtu untuk sebagian orang Kristen, adalah hari yang pentng, yang harus kita perhatikan dalam konteks yang benar – sekalipun bagi orang lain itu mungkin merupakan hari untuk beristirahat atau rileks saja. Hari Minggu bukan hari yang “kosong”, tetapi adalah hari yang “penuh”. Hari yang bukan berarti kosong dari segala kegiatan, tetapi hari yang diisi dengan kemauan untuk benar-benar bisa memperoleh ketenangan dalam berkomunikasi dengan Tuhan dan sesama.

Dalam Perjanjian Lama, perintah Tuhan untuk menguduskan hari Sabat diberikan kepada umat Israel pada saat Musa menerima dua loh batu yang berisi sepuluh hukum Tuhan.

“Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat” Keluaran 20: 8

Mengapa orang Israel harus mempunyai kemauan untuk memperoleh ketenangan dan istirahat? Karena jika tidak dengan kesadaran dan usaha yang benar, mereka tidak akan dapat beristirahat pada hari Sabat. Hari Sabat diciptakan Tuhan untuk manusia agar mereka dapat beristirahat dari kegiatan sehari-hari dan memperoleh kesegaran rohani dengan mendekati Tuhan yang adalah sumber kekuatan manusia.

Ayat pembukaan di atas menjelaskan bahwa hari Sabat sebenarnya bukan ditentukan sebagai hari untuk Tuhan. Tetapi, Tuhan memberikan hari Sabat kepada manusia karena mereka tidak dapat bekerja terus menerus tanpa memperoleh kesempatan untuk mendapat penyegaran dan kekuatan baru dari Sang Pencipta. Hari Sabat digunakan oleh orang Israel untuk berdoa dan memuji Tuhan. Tanpa kegiatan kerohanian itu, hidup manusia akan pelan-pelan menuju kearah kehancuran karena baik dalam jasmani maupun rohani mereka akan mengalami kelelahan.

Sesudah kebangkitan Kristus, orang Kristen mulai mengadakan kebaktian pada hari Minggu. Hari ini kemudian disahkan oleh kaisar Konstantin pada tahun 321 Masehi. Perlu dicatat bahwa hari Minggu bukanlah hari yang dipilih manusia untuk mengganti hari Sabtu, hari Sabat yang ditentukan Allah untuk bani Israel. Hari Minggu menjadi hari peringatan kebangkitan Kristus yang sudah membawa keselamatan bagi umat-Nya, yang datang dari segala bangsa. Hari untuk berbakti pada Tuhan itu sudah ada sejak munculnya orang – orang Kristen yang pertama (Kisah 20: 7).

Hari Minggu bukan berarti duduk di gereja untuk satu atau dua jam saja. Hari Minggu adalah hari dimana kita dalam ketenangan bisa berkomunikasi dengan Tuhan dan sesama manusia untuk memperkokoh iman dan menyegarkan hidup kita guna menghadapi minggu yang baru. Lebh dari itu, orang Kristen harus bisa mengingat kemurahan-Nya setiap hari, Tuhan yang sudah mengampuni dosa-dosa kita. Pada hari itu, umat Tuhan diingatkan untuk kembali memusatkan diri kepada Tuhan seperti seekor rusa yang haus, yang ingin meminum air sungai yang menyegarkan. Sebaliknya, hari Sabat seharusnya kita jalani setiap hari, dengan cara hidup yang sesuai dengan firman-Nya.

“Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah.” Mazmur 42: 1

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s