Apakah Anda sudah diselamatkan?

Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. 1 Yohanes 2: 3

Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya. 1 Yohanes 3: 10

Apakah Anda sudah diselamatkan? Pertanyaan ini tentunya adalah pertanyaan untuk orang Kristen, karena konsep karunia keselamatan dari Tuhan hanya ada dalam agama Kristen. Pada agama lain, keselamatan harus dicapai dengan usaha manusia untuk berbuat baik; dan karena itu orang mungkin lebih mudah mengatakan “si anu ada di surga karena hidupnya saleh”. Bagi umat Kristen, keselamatan hanya karena iman dan karena itu orang tidak mudah menjawab apakan seseorang sudah diselamatkan karena iman yang dimiliki seseorang hanyalah Tuhan yang tahu. Mungin kita beranggapan bahwa iman yang benar akan berbuah, dalam arti menghasilan berbagai hal yang baik, yang bisa dilihat atau dirasakan orang lain. Tetapi, jika kita tidak berhati-hati, mungkin pandangan kita akan tidak berbeda dengan agama lain yang mengajarkan bahwa manusia diselamatkan oleh perbuatan baiknya.

Bagi orang Kristen, keselamatan memang bukan bergantung pada perbuatan. Tetapi, rasul Paulus menyatakan bahwa kita harus mengerjakan keselamatan kita dengan takut dan gentar (Filipi 2:12). Ini berarti bahwa kita tidak boleh merasa santai karena sudah diselamatkan, tetapi dengan serius kita mau hidup sebagai orang yang sudah diselamatkan, yaitu, sesuai dengan kedua auat di atas, dengan menurut perintah-Nya dan selalu mau berbuat baik sesuai dengan kehendak Tuhan. Jadi , untuk menjawab pertanyaan apakah kita yakin sudah diselamatkan, kita harus yakin bahwa kita sudah melakukan hal-hal di atas. Secara praktis, kita juga boleh menyatakan bahwa orang yang dsudah diselamatkan adalah orang yang:

  • Tidak hidup dalam impian
  • Tidak merasa istimewa
  • Tidak tinggal diam
  • Tidak hidup dalam dosa
  • Tidak putus asa atas hidupnya

Kita boleh membaca apa yang di urailan oleh rasul Yohanes dalam 1 Yohanes 2: 1-6 dan 1 Yohanes 3: 5-10.

Dalam 1 Yohanes 2: 1-6, Yohanes menulis:

“Anak-anakku, hal-hal ini kutuliskan kepada kamu, supaya kamu jangan berbuat dosa, namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil. Dan Ia adalah pendamaian untuk segala dosa kita, dan bukan untuk dosa kita saja, tetapi juga untuk dosa seluruh dunia.  Dan inilah tandanya, bahwa kita mengenal Allah, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya. Barangsiapa berkata: Aku mengenal Dia, tetapi ia tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah seorang pendusta dan di dalamnya tidak ada kebenaran. Tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.”

Dan dalam 1 Yohanes 3: 5-10 tertulis:

“Dan kamu tahu, bahwa Ia telah menyatakan diri-Nya, supaya Ia menghapus segala dosa, dan di dalam Dia tidak ada dosa. Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia.  Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar; barangsiapa yang tetap berbuat dosa, berasal dari Iblis, sebab Iblis berbuat dosa dari mulanya. Untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakan perbuatan-perbuatan Iblis itu. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.) Inilah tandanya anak-anak Allah dan anak-anak Iblis: setiap orang yang tidak berbuat kebenaran, tidak berasal dari Allah, demikian juga barangsiapa yang tidak mengasihi saudaranya.”

Tidak hidup dalam impian

Banyak orang Kristen yang merasa sudah dipilih oleh Tuhan, dan karena itu mereka yakin sudah diselamatkan berdasarkan keyakinan itu. Mereka yang yakin bahwa manusia tidak mempunyai bagian dalam anugerah keselamatan, biasanya mempunyai “keyakinan karena keyakinan” , bukan “keyakinan karena iman”. Karena mereka yakin sudah dipilih, mereka yakin sudah diselamatkan. Mereka agaknya hidup dalam impian, karena tidak memikirkan apa yang harus ada dalam hidup orang yang diselamatkan, yaitu peerubahan hidup karena adanya pembaharuan budi (Roma 12:2). Tidak ada seorang pun yang tahu apakah Tuhan sudah memilih si A atau si B, tetapi setiap orang bisa melihat apakah si A atau si B sudah melakukan kehendak Allah dan apa yang baik.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. Roma 12:2

Tidak merasa istimewa

Orang yang sudah diselamatkan bukanlah orang yang menyombongkan bahwa dirinya atau golongannya adalah orang yang benar, sedangkan orang lain atau golongan lain adalah orang-orang yang tersesat. Anugerah keselamatan tidak akan membawa datangnya kesombongan, karen keselamatan yang benar adalah semata-mata karena anugerah Tuhan. Jika kita sudah diselamatkan, kita akan merasa bahwa sebagai orang yang tidak layak, sudah menerima kasih Tuhan; dan karena itu, kita harus mempunyai empati kepada orang lain yang kita lihat sebagai orang yang berdosa. Kita akan berharap bahwa mereka juga akan diselamatkan, sekalipun mereka berbeda pendapat dengan kita.

”Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.” Matius 5:3

Tidak tinggal diam

Bagaimana orang yang diselamatkan karena anugerah bisa tinggal diam? Mereka yang memenagkan hadiah Nobel besar misalnya, tidak akan tinggal diam. Mereka akan melompat, bersorak gembira dan mungkin memberi tahu semua rekannya. Begitu juga, kita yang menerima kasih Tuhan yang sangat besar tidak akan tinggal diam, kita akan selalu bersyukur kepada-Nya, mau membalas kasih-Nya dengan menaati firman-Nya. Karena kasih Tuhan yang ada dalam hidup orang yang diselamatkan, mereka juga bisa hidup dengan menanvarkan kasih itu kepada orang lain. Mereka akan menjadi orang yang ingin membantu orang lain dalam perjuangan hidupnya, terutama dalam perjuangan untuk menurut kehendak Tuhan, yaitu untuk hidup sesuai denag perintah-Nya.

Tidak hidup dalam dosa

Sebagai orang Kristen kita percaya bahwa pengurbanan Kristus adalah cukup untuk menghapus dosa semua umat Tuhan. Dengan demikian, kita tidak akan perlu untuk kuatir jika kita menghadap Tuhan, karena Yesuslah yang akan menjadi pembela kita. Walaupun demikian, hal ini bukanlah “surat izin” umtuk berbuat dosa atau lebih parah lagi, untuk hidup dalam dosa. Manusia selama hidup tetap berbuat dosa, tetapi umat Kristen harus sadar atas apa yang berkenan kepada Tuhan dan apa yang tidak. Umat Kristen harus makin lama makin sadar apa yang dikehendaki Tuhan, sehingga mereka akan mau berjuang untuk hidup suci. Mereka yang tidak peduli akan hal yang tidak baik dan bahkan meneruskan kebiasaan yang tidak baik, mungkin adalah orang yang tidak diselamatkan.

Tidak putus asa atas hidupnya

Sebagai orang Kristen adalah normal jika kita semakin sensitif atas cara hidup kita. Jika kita berbuat dosa, kita akan menyesalinya, merasa malu, dan bukannya merasa bersyukur karena Yesus sudah menebus kita. Bukan merasa bahwa semua dosa yang kita lakukan setiap hari adalah sepele, karena kita sudah dipilih Tuhan. Bagi sebagian orang, perasaan menyesal ini sangat besar dan menghantui hidup mereka.

Mereka yang yakin sudah diselamatkan tidak perlu merasa bahwa adanya dosa yang muncul setiap hari adalah tanda bahwa mereka bukan orang Kristen yang baik, atau bukan orang yang terpilih. Tuhan tidak mengharapkan kita menjadi sempurna, tetapi berusaha menjadi sempurna karena Bapa di surga adalah Tuhan yang sempurna. Mereka yang sudah diselamatkan tahu bahwa Roh Kudus sudah diberikan kepada umat Kristen karena Tuhan tahu kelemahan kita. Roh Kuduslah yang membimbing hidup kita, menghibur kita dan menguatkan kita dalam hidup yang penuh tantangan di dunia ini.

Demikian jugalah kamu. Apabila kamu telah melakukan segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu, hendaklah kamu berkata: Kami adalah hamba-hamba yang tidak berguna; kami hanya melakukan apa yang kami harus lakukan.” Lukas 17:10

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s