“Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” Filipi 4:7

Pernahkah anda mengalami hal yang buruk yang terjadi seolah tanpa sebab? Mendapat perlakuan yang tidak baik walau anda tidak bersalah? Kehilangan sesuatu sekalipun anda sudah berhati-hati? Menemui kegagalan walaupun sudah bekerja keras? Jatuh sakit sekalipun sudah menjaga kesehatan? Mengapa ada hal-hal jelek yang terjadi pada orang yang baik?
Alkitab banyak mengungkapkan penderitaan orang-orang yang percaya kepada Tuhan. Baik Habel, Yakub, Abraham, Musa dan Ayub dari Perjanjian Lama, sampai kepada Petrus, Stefanus dan Paulus dari Perjanjian Baru, mereka semua pernah mengalaminya. Bahkan Yesus, Anak Allah yang tidak berdosa, harus menderita begitu berat sampai disalibkan seperti seorang penjahat. Orang yang baik kelihatannya sering menghadapi kesulitan dan ketidakadilan dalam hidupnya.
Pertanyaan diatas tidak mudah dijawab dengan pikiran manusia. Lebih mudah menjawab pertanyaan mengapa hal-hal yang baik terjadi pada manusia yang jahat. Dalam hidup ini kita melihat begitu banyak orang yang tidak percaya kepada Tuhan, yang tidak jujur, kejam, dan mementingkan dirinya sendiri, justru mendapat kesuksesan. Dalam kalangan gereja pun, orang yang kurang benar hidup rohani dan pandangan hidupnya justru bisa menarik banyak pengikut dan menjadi ternama. Orang yang tidak beriman memang kelihatannya bisa mencapai hasil yang baik melalui hidup bebasnya.
Untuk menjawab kedua pertanyaan diatas, pertama- tama kita harus menyadari bahwa dunia ini penuh dosa. Semua manusia sudah berdosa di hadapan Allah dan tidak ada seorangpun yang bisa mengaku sebagai orang yang benar.
“Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Roma 3: 23
Justru karena semua manusia sudah berdosa, Yesus turun ke dunia untuk menebus dosa manusia. Mereka yang percaya kepada Yesus akan terbilang sebagai anak-anak Tuhan.
Dalam dunia ini, anak-anak Tuhan hidup bersama-sama dengan orang yang lain dan menerima segala berkat Tuhan. Sinar matahari, pekerjaan, kesehatan, kekayaan dan lain-lain ada tersedia bagi semua orang. Bersama itu, kegelapan malam, pengangguran, kelaparan, penyakit, peperangan dan kemiskinan bisa juga terjadi pada siapa pun.
“Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar.” Matius 5: 45
Walaupun begitu, orang beriman akan mengerti bahwa apa yang terjadi di dunia atau dalam hidup seseorang bukanlah datang secara acak. Tuhan kita adalah Tuhan yang Maha Tahu dan Maha Kuasa, Dialah yang mengatur hidup setiap manusia sesuai dengan rencanaNya yang agung.
“..supaya orang tahu dari terbitnya matahari sampai terbenamnya, bahwa tidak ada yang lain di luar Aku. Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain, yang menjadikan terang dan menciptakan gelap, yang menjadikan nasib mujur dan menciptakan nasib malang; Akulah TUHAN yang membuat semuanya ini.” Yesaya 45: 6-7
Kalau memang segala sesuatu bisa terjadi dalam hidup semua orang, apakah gunanya kita menjadi anak-anak Tuhan? Adakah perbedaan antara “nasib” orang percaya dan “nasib” orang yang tidak percaya? Jawabnya: Ada!
“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.” Roma 8: 38-39
Pagi hari ini kita diingatkan bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini ada maksudnya. Sebagai anak-anak Tuhan kita harus yakin bahwa Tuhan mengasihi kita lebih dari yang lain. Karena itu, kita boleh yakin bahwa Tuhan menyertai kita dalam segala keadaan. Ialah yang bisa memberikan rasa damai dan kebahagiaan yang sejati dalam hidup kita!