Aku akan memberi kelegaan kepadamu

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Matius 11:28 

Obat penenang secara umum digunakan untuk mengurangi gangguan kecemasan atau stres yang berlebihan. Jika seseorang mengalami susah tidur yang disebabkan oleh depresi atau gangguan kecemasan, dokter mungkin akan meresepkan obat antidepresan yang memiliki efek penenang. Meski demikian, obat jenis ini tidak semata-mata langsung dapat digunakan untuk mengobati gangguan tidur, seperti insomnia atau susah tidur. Beberapa obat penenang dalam dosis rendah dimanfaatkan sebagai perangsang kantuk (hipnotik sedatif) yang dapat membuat seseorang tertidur. Namun, tidak berarti semua jenis obat penenang dapat dimanfaatkan sebagai obat tidur.

Setelah digunakan dalam jangka waktu tertentu, obat penenang dapat menyebabkan ketergantungan obat. Upaya menghentikan penggunaan obat penenang pada kondisi tersebut dapat menyebabkan susah tidur, gelisah, kejang, dan perubahan suasana hati atau mood. Selain itu, ketergantungan secara psikologis dapat membuat seseorang merasa tidak berdaya tanpa obat penenang yang dikonsumsi. Banyak pecandu obat semacam ini adalah orang-orang yang terkenal, yang pada mulanya mungkin ingin mengurangi kelelahan hidup yang dideritanya. Tetapi, karena sering dipakai, lambat laun dosis obat ini makin meningkat karena tubuh menjadi kebal, dan tanpa disadari mereka menjadi pecandu obat keras.

Di dunia ini, kelelahan memang bisa terjadi pada siapa saja. Apalagi, karena situasi dunia yang tidak menentu, banyak orang yang merasa sangat lelah (fatigue) secara jasmani maupun rohani. Sebagai manusia, naluri manusia mungkin mengingatkan bahwa saat ini nasib mereka ada di tangan sendiri. Mereka mau berusaha untuk mengatasi persoalan yang ada. Dalam keadaan terdesak, pikiran sehat diganti dengan segala usaha (legal atau tidak, terbukti efektif atau tidak) untuk mempertahankan eksistensi. Mereka mungkin siap dan bersedia untuk ikut mencoba obat-obatan yang ada.

Dalam suasana chaos, manusia mudah lupa bahwa Tuhan tetap memegang kontrol atas kehidupan seluruh umat manusia di dunia.Dengan demikian, manusia mudah kehilangan tujuan hidup dan harapan untuk memperoleh masa depan yang cerah. Bagi sebagian orang, jalan yang termudah untuk mengatasi segala penderitaan ini adalah meminum obat-obatan yang bisa, untuk sementara, menghilangkan rasa sakit dan memberi ketenangan. Bagi orang beriman, mungkin doa permohonan kepada Tuhan masih bisa membawa sebuah harapan. Tetapi doa yang bagaimana?

Dalam keadaan yang sangat menekan, adalah mudah bagi orang untuk berdoa agar Tuhan menyingkirkan semua hal yang buruk dari hadapannya. Walaupun demikian, doa semacam itu bukanlah doa yang benar karena penderitaan manusia sebenarnya adalah bagian dari bumi yang sudah jatuh ke dalam dosa. Manusia mana pun tidak bisa menghindari datangnya kesulitan, penyakit ataupun malapetaka, jika itu harus terjadi dalam hidupnya. Walaupun demikian, ayat diatas menjelaskan Yesus adalah Tuhan yang selalu ada beserta kita dan tahu apa yang terjadi dalam hidup kita. Sekalipun begitu banyak persoalan yang terjadi di dunia, Ia mau mendengarkan doa kita dan memberi kita ketabahan dan kekuatan.

Hari ini, mungkin tidak ada seorang pun yang tahu bahwa anda mengalami penderitaan yang besar dalam hidup. Mungkin itu penderitaan jasmani yang tidak disadari orang yang terdekat, atau penderitaan rohani yang sudah berlangsung lama. Kemana anda harus lari? Adakah obat yang bisa membawa ketenangan dan kedamaian? Anda sudah mencoba berbagai cara, tetapi penderitaan dan kekuatiran yang ada tidak juga berkurang. Anda sudah berdoa memohon kelepasan, tetapi semua itu tetap anda derita. 

Ayat diatas mengandung satu-satunya harapan bagi kita yang mengalami tekanan hidup. Yesus yang penuh kasih akan memberi kekuatan kepada mereka yang lelah, dan menambah semangat kepada mereka yang tiada berdaya. Sekalipun beban kita sangat besar, Tuhan Yesus adalah mahakasih dan sanggup memberi kita ketabahan dan kesabaran.

Rasul Paulus adalah salah satu rasul yang pernah mengalami pergumulan hidup yang berat di masa tuanya. Kita tidak tahu pasti apa yang dideritanya, tetapi itu adalah suatu masalah yang sering membuat dia merasa sangat lemah. Walaupun demikian, Paulus justru merasakan bahwa Tuhan itu dekat ketika ia mengalami kesengsaraan. Ia tetap berdoa, tetap berharap, tetapi ia juga mau menerima apa yang sudah ditetapkan Tuhan. Seperti rasul Paulus, kita pun bisa merasakan kekuatan yang datang dari Tuhan jika kita bertekun dan berserah di dalam Dia.

Aku memohon kepada Tuhan tiga kali untuk mengambil masalah itu dari aku. Tetapi Tuhan berkata kepadaku, “Anugerah-Ku cukup bagimu. Apabila engkau lemah, kuasa-Ku menjadi sempurna di dalam engkau.” Jadi, aku sangat senang atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus hidup di dalam aku. Aku senang di dalam kelemahan, di dalam hinaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan, dan di dalam kesengsaraan karena Kristus. Dan aku senang dengan hal itu sebab apabila aku lemah, aku sungguh-sungguh kuat. 2 Korerintus 12: 8-10

Tinggalkan komentar