” ..akupun tidak berhenti mengucap syukur karena kamu. Dan aku selalu mengingat kamu dalam doaku, dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus…” Efesus 1:16-18

Efesus 1:15–23 merayakan nilai keselamatan kita di dalam Kristus. Doa Paulus untuk orang percaya di Efesus tidak hanya mencakup pujian atas hidup mereka, tetapi juga seruan untuk pertumbuhan mereka. Bagian ini sangat melibatkan kuasa Kristus. Sebagai orang percaya, kita bukan hanya pengikut Yesus, tetapi juga penerima berkat dan kuasa-Nya. Paulus berusaha untuk mengingatkan gereja Efesus bahwa pemahaman yang lengkap tentang Kristus pasti akan menuntun pada kasih yang lebih besar dan iman yang lebih kuat. Pengenalan akan Kristus (Kristologi) yang benar akan membentuk cara hidup yang benar bagi pengikut-Nya.
Ayat ini menambahkan dua detail pada doa Paulus. Pertama, Paulus menjelaskan dengan tepat kepada siapa dia berdoa: Allah Bapa. Namun, Paulus sekali lagi memasukkan referensi ke ketiga Pribadi Trinitas, Allah Bapa, Tuhan Yesus Kristus, dan kemudian menyebutkan “Roh hikmat”. Kata Roh ini dimulai dengan huruf besar, menunjukkan bahwa Paulus mengacu di sini pada Roh Kudus. Ini adalah salah satu dari selusin penyebutan Roh Kudus dalam surat ini.
Paulus juga memberikan dua poin khusus tentang apa yang dia doakan tentang orang Kristen di Efesus. Paulus telah menyebutkan pentingnya hikmat dalam Efesus 1:8. Kemudian, dia mengacu pada “berbagai hikmat Allah” dalam Efesus 3:10. Di sini, Paulus mengacu pada wahyu dalam arti khusus. Pewahyuan yang dibicarakan di sini berhubungan dengan hikmat, dan mencakup mengetahui rencana Allah bagi hidup setiap umat-Nya. Ini berbeda dengan “wahyu umum”, yaitu Allah menyatakan diri-Nya melalui alam (Mazmur 19). Ini juga tidak sama dengan “wahyu khusus”, yaitu firman Allah yang tertulis dalam Alkitab (2 Timotius 3:16).
Ayat di atas adalah salah satu bagian dari doa rasul untuk orang-orang kudus di Efesus, agar mereka dapat bertambah dalam pengetahuan ilahi; baik dalam pengetahuan tentang Tuhan, sebagai Tuhan Kristus, dan Bapa kemuliaan, dan sebagai Tuhan dan Bapa mereka di dalam Kristus; atau tentang Allah, sebagaimana dianggap dalam Kristus Sang Perantara; atau yang lain tentang Kristus sendiri: dan tidak berupa pengetahuan kira-kira dan spekulatif tentang Kristus, tetapi apa yang nyata dan terasa; dan yang digabungkan dengan kasih, iman, dan kepatuhan pada-Nya; dan meskipun tidak sempurna, namun progresif, tetap berkembang terus.
Untuk perkembangan kerohanian mereka, rasul Paulus berdoa; karena sekalipun orang-orang kudus ini memiliki pengetahuan tentang Kristus, tetapi ini tidak sempurna; dan karena itu ukuran yang lebih besar diinginkannya; dan untuk ini, dia berdoa memohon Roh, sebagai “Roh hikmat”; agar menanamkan hikmat rohani di dalam hati mereka, dan mengajar mereka dalam Injil. Hal ini jelas menyatakan bahwa sekalipun kita yakin akan keselamatan kita, kita masih harus berkembang dalam iman dan pengetahuan akan hal yang baik dan benar.
Hikmat Allah yang tersembunyi, menuntun orang percaya ke dalam semua kebenaran, dan membukakan bagi mereka harta hikmat dan pengetahuan, yang tersembunyi di dalam Kristus, hikmat Allah ; dan sebagai “wahyu”; yang mengungkapkan Kristus dan hal-hal tentang Kristus, pada pertobatan pertama; dan kemudian mengungkapkan Dia dan kebenarannya, dan berkat-berkat lain dari Dia secara lebih besar, dan melalui pertumbuhan iman memberikan pandangan yang lebih jelas tentang tujuan hidup mereka. Melalui ayat ini tampak, bahwa Roh hikmat adalah juga karunia Allah; dan bahwa semua cahaya dan pengetahuan spiritual, dan peningkatannya, adalah milik-Nya.
Bahwa orang Kristen sejati harus selalu tumbuh dalam iman dan hikmat adalah suatu karunia Tuhan selama mereka hidup di dunia. Mereka yang sudah lahir baru tidak akan tetap tinggal dalam bentuk bayi yang hanya bisa minum susu dan tidak bisa berjalan atau bekerja. Banyak orang Kristen yang percaya bahwa Tuhan yang menyelamatkan mereka secara sepihak, adalah Tuhan yang mengubah hidup mereka secara sepihak, tanpa membutuhkan respons manusia. Karena itu mereka tidak mau berusaha untuk menggunakan hikmat dari Tuhan, tetapi hanya mengarapkan Tuhan mengubah hidup merreka. Tetapi itu bukanlah apa yang dinyatakan rasul Paulus dalam ayat ini. Mereka harus bertumbuh dalam iman dan pengertian akan Tuhan, sehingga mereka makin sadar akan harapan Tuhan. Paulus menulis dalam ayat berikutnya:
“Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus.” Efesus 1:18
Baik keselamatan maupun kekekalan bersama Tuhan adalah karunia yang luar biasa yang dimiliki oleh orang Kristen sejati. Keselamatan adalah oleh kasih karunia melalui iman kepada Kristus (Efesus 2:8-9) dan datang dengan harga kematian Yesus di kayu salib. Kekekalan bersama Tuhan adalah karunia masa depan yang dapat diantisipasi oleh setiap orang percaya dalam kehidupan ini, namun tidak akan dialami sampai setelah kehidupan di dunia berakhir. Pengharapan akan masa depan ini merupakan motivasi yang luar biasa untuk hidup suci, berbagi iman, saling mengasihi, dan untuk merrindukan hidup yang kekal.
Doa Paulus bergerak dari hikmat dan wahyu dalam Efesus 1:17 untuk menambah pencerahan dan pengetahuan dalam ayat ini. Penekanan dalam konteks ini adalah pada pemahaman tentang apa yang telah dilakukan dan disediakan oleh Allah. Ini tidak mengacu pada wawasan baru atau prediksi peristiwa masa depan. Orang percaya ini sudah mengetahui fakta keselamatan dan harapan masa depan orang percaya dengan Tuhan. Namun, Paulus ingin mereka lebih memahami pentingnya berkat-berkat ini selama hidup di dunia. Ini adalah kunci untuk mempertahankan hasrat untuk hidup baik dan saling mengasihi sekalipun itu tidak mudah; dan bukannya menjadi tidak bersemangat untuk melakukan apa yang baik.
“Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta. Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” Wahyu 2:2-4
Pagi ini, apakah Anda merasa jemu untuk berjalan dalam bimbingan wahyu khusus yang tertulis dalam Alkitab? Apakah Anda merasa bahwa setelah menerima karunia keselamatan, Anda tidak perlu berusaha keras setiap hari untuk menaati firman-Nya ? Apakah Anda merasa tidak akan mampu untuk menjadi umat Tuhan yang mempunyai hidup berlandaskan moral yang baik? Berdoalah kepada Tuhan agar Ia memberikan kepada Anda Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hati Anda terang, agar Anda mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi Anda jika Anda tetap setia!