“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Roma 12: 1

“The Little Drummer Boy” (awalnya dikenal sebagai “Carol of the Drum“) adalah lagu Natal populer yang ditulis oleh komposer Amerika Katherine Kennicott Davis pada tahun 1941. Pertama kali direkam pada tahun 1951 oleh keluarga Trapp, lagu ini selanjutnya dipopulerkan melalui rekaman tahun 1958 oleh Harry Simeone Chorale; versi Simeone berhasil dirilis ulang selama beberapa tahun, dan lagu tersebut telah direkam berkali-kali sejak saat itu. Dalam liriknya, penyanyi tersebut menceritakan bagaimana, sebagai seorang anak muda yang miskin, dia dipanggil oleh orang Majus ke tempat kelahiran Yesus. Tanpa hadiah untuk Bayi tersebut, anak laki-laki penabuh drum kecil itu memainkan drumnya dengan persetujuan ibu Yesus, Maria, sambil berpikir, “Aku memainkan yang terbaik untuk-Nya”.
Persembahan apakah yang akan Anda berikan kepada Yesus pada hari Natal yang akan datang? Ayat pembukaan di atas menyatakan bahwa kita harus mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah karena itu adalah ibadah kita yang sejati. Dengan kata lain, jika kita benar-benar ingin membawa persembahan untuk Tuhan, kita harus memakai seluruh hidup kita sebagai persembahan yang membawa kemuliaan bagi Dia setiap hari dan bukannya untuk kemuliaan diri sendiri. Ini berarti bahwa sebagai orang Kristen kita harus peduli akan cara hidup kita, sekalipun kita sudah ditebus dari hukuman dosa oleh darah Kristus.
Memberi kepada orang lain adalah sesuatu yang dilakukan sebagian orang secara teratur. Sering kali terlihat baik dan bahwa mereka sangat murah hati, sampai apa yang mereka berikan terlihat oleh banyak orang. Tetapi ada banyak orang yang membawa barang-barang ke badan sosial apa yang tidak layak diberikan. Mereka sering memberi pakaian usang atau barang-barang rusak kepada mereka yang membutuhkan. Jarang, dan bahkan tidak pernah, orang memberikan apa yang terbaik kepada mereka yang membutuhkan. Biasanya, hanya yang tersisa atau diapkir yang diberikan.
Ini sering terjadi di gereja dengan cara yang sama. Ada banyak orang yang memberikan persembahan kepada Tuhan, tetapi mereka hanya memberikan yang apa yang tersisa atau yang tidak pantas kepada Tuhan. Mereka tidak memberikan yang terbaik. Ada juga yang memberi gereja uang yang berlimpah dari apa yang diperoleh dengan cara yang tidak benar. Mempersembahkan sesuatu yang tidak harum bagi Tuhan sudah menjadi larangan untuk umat Israel pada zaman Perjanjian Lama, dan prinsipnya tetap berlaku hingga sekarang.
“Janganlah engkau mempersembahkan bagi TUHAN, Allahmu, lembu atau domba, yang ada cacatnya, atau sesuatu yang buruk; sebab yang demikian adalah kekejian bagi TUHAN, Allahmu.” Ulangan 17: 1
Pada waktu itu, Tuhan telah memberi tahu orang Israel untuk tidak mempersembahkan hewan yang cacat. Selama waktu itu, mereka mempersembahkan hewan kurban secara fisik. Jika ada yang mempersembahkan domba atau lembu yang cacat kepada Tuhan, Ia akan menganggap itu menjijikkan, karena mereka memberi apa yang patut dibuang, bukan apa yang bisa menunjukkan kemauan mereka untuk menghormati dan memuliakan Tuhan.
Bagaimana dengan konsep memberi persembahan di zaman sekarang? Umumnya, gereja-gereja yang besar mempunyai jemaat yang loyal dan mampu memberi persembahan yang banyak. Terlepas dari jenis gereja, aliran teologi maupun tingkat ekonomi jemaat, persembahan harus diberikan dengan motif yang benar, melalui cara yang benar dan digunakan untuk tujuan yang benar. Kita memberi karena Tuhan lebih dulu memberi kita apa yang terbesar, yaitu keselamatan.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Yohanes 3: 16
Persembahan ini bukan hanya persembahan uang tunai, tetapi bisa berupa waktu dan tenaga. Dalam hal ini, sering kali waktu dan pikiran manusia tidak digunakan untuk kemuliaan Tuhan. Fokus banyak orang adalah diri sendiri atau dunia ini, bukan pada Tuhan dan kerajaan-Nya. Kesibukan dunia ini seringkali membuat orang memberikan yang seadanya, dan bukan yang terbaik. Mreka mungkin merasa bahwa gereja sudah senang dengan persembahan apa pun dari jemaatnya. Mungkin sebagian merasa bahwa gereja tidak akan berkembang tanpa sumbangan uang dan tenaga mereka. Mereka juga merasa bahwa seharusnya pengurus gereja menghargai semua sumbangan mereka. Mereka lupa bahwa Tuhan tidak membutuhkan apa yang dihasilkan manusia, karena semua yang ada di bumi berasal dari Dia.
Setiap orang percaya perlu memberikan yang terbaik kepada Tuhan dan mempercayai Tuhan untuk memimpin kita dalam menggunakan sisanya. Berikan waktu, uang, dan tenaga yang terbaik. Luangkan waktu hari ini untuk difokuskan pada apa yang Anda akan berikan kepada Tuhan. Ijinkan Tuhan untuk memiliki yang pertama dan terbaik dari semua yang Anda miliki, waktu, energi, kemampuan, dan uang anda. Jangan berikan hanya sisa hidup Anda atau apa yang sebenarnya tidak Anda inginkan, karena itu adalah dosa.
Bagaimana pemberian Anda kepada Tuhan hari ini? Semoga Anda mau memberi kepada Tuhan dengan hati yang rela; bahwa Anda akan memberikan diri Anda sendiri kepada Tuhan; bahwa Anda akan memberikan yang masa hidup yang terbaik kepada Tuhan; dan bahwa Anda akan menghormati Tuhan dalam semua pemberian Anda.
“Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah.” 1 Samuel 2: 30