Apa kehendak Tuhan untukku?

“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Matius 6:33

Ini adalah salah satu ayat kunci dalam seluruh ajaran Yesus, yang biasa digunakan dalam kutipan, tulisan, karya seni, dan khotbah. Seperti halnya pelajaran lain dari Kristus, pelajaran ini harus dipahami dalam konteks ayat-ayat sebelumnya. Sering kali, kata-kata Yesus di sini disingkirkan dari konteks tersebut dan digunakan untuk memberi kesan bahwa Allah akan memberikan berkat materi yang tidak ada habisnya jika anak-anak-Nya terlebih dahulu mencari Dia. Sama sekali bukan itu maksud dari kalimat ini. Ayat ini bukan tentang syarat untuk hidup makmur dan berkelimpahan.

Matius 6:25–34 mengakhiri bagian Khotbah di Bukit ini dengan ajaran Yesus tentang kekhawatiran. Kepada orang-orang yang sangat miskin pada saat itu, Yesus berpesan untuk tidak khawatir mengenai makanan atau pakaian. Tuhan memberi makan burung-burung dan mendandani bunga lili dengan indah, dan anak-anak-Nya jauh lebih berharga daripada burung. Emosi cemas tidak dapat menambah satu jam pun dalam hidup seseorang. Sebaliknya, Yesus mengatakan kepada para pengikut-Nya untuk memercayai Allah untuk menyediakan apa yang benar-benar mereka perlukan. Namun, konteks dari apa yang kita “butuhkan” adalah kehendak Allah – yang mungkin terlihat sangat berbeda dari apa yang kita inginkan (Matius 5:3-12).

Konteks “semuanya itu” adalah kebutuhan dasar hidup: sandang dan pangan, bukan segala kemewahan, kenyamanan dan kebesaran. Yesus telah memerintahkan para pengikut-Nya untuk tidak terus-menerus khawatir tentang bagaimana mereka akan mendapatkannya, bahkan jika mereka tidak tahu dari mana makanan berikutnya akan datang. Dia ingin mereka memercayai Bapa surgawi untuk menyediakan apa yang dibutuhkan anak-anak-Nya karena Dia sangat mengasihi mereka (Matius 6:25–32). Daripada terus-menerus hidup dalam kekhawatiran yang sia-sia, Yesus memberikan para pengikut-Nya jalan keluar yang berbeda untuk menyalurkan energi mereka: mencari kerajaan Allah, memercayai kebenaran-Nya, dan berserah kepada-Nya untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup kita.

Panggilan untuk “mencari dahulu” kerajaan dan kebenaran Allah berhubungan dengan ajaran lain yang Yesus berikan dalam Khotbah di Bukit ini (Matius 6:1–2, 5–6, 16–17). Motif itu penting, dan hanya dengan ketulusan dalam mendahulukan Tuhan kita bisa mengejar kebenaran. Pengikut Kristus hendaknya memprioritaskan hidup sesuai dengan prinsip-prinsip yang telah Dia ajarkan (Matius 6:24; Yohanes 14:15). Pesan awal Yesus sama dengan pesan Yohanes Pembaptis, “”Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (Matius 4:17). Keselamatan dan kebahagiaan dalm Kristus adalah jauh lebih berharga dari hal-hal duniawi. Kasih Kristus juga lebih berharga dari apa yang bisa diberikan teman-teman atau sanak kita di dunia.

Mencari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya berarti hidup dalam pertobatan terus-menerus dari dosa, dan menjalani gaya hidup yang tulus, dari hati, dan mengabdi kepada Allah seperti yang Yesus gambarkan. Sebagai tanggapan, Tuhan akan menyediakan apa pun yang benar-benar kita butuhkan (bukan apa yang kita inginkan) untuk mencapai kehendak-Nya. Yesus mengajarkan bahwa Allah memberi imbalan atas perbuatan yang dimotivasi oleh pengabdian yang tulus kepada-Nya, bukan karena persetujuan atau anjuran dari orang lain.

Banyak orang Kristen yang tergoda oleh semboyan bahwa uang dan teman adalah sumber kebahagiaan. Tetapi, bukan itu yang diajarkan firman Tuhan. Kehendak Tuhan bagi umat-Nya adalah untuk mencari kerajaan Allah dan kebenarannya. Barangkali Anda, seperti banyak orang Kristen lainnya, merasa bahwa ini tidak mudah dilakukan. Mengapa? Sekalipun Anda mengetahui kehendak Tuhan ini, Anda masih dapat memilih untuk menaati atau tidak menaati-Nya. Karena satu dan lain hal, mungkin Anda memilih untuk tidak melakukannya. Itu bukan karena kehendak Tuhan.

Godaan dalam hidup memang banyak, namun pada akhirnya, Tuhan tetap memegang kendali. Kehendak-Nya akan terjadi. Ketidaktaatan kita tidak dapat menggagalkan rencana utama Tuhan. Sebaliknya, ketidaktaan kita bisa membawa masalah dalam hidup. Kalau ini terjadi, jamganlah kita menyalahkan Tuhan. Tuhan tidak hanya membimbing Anda dari luar diri Anda. Jika Anda benar-benar telah mempercayakan hidup Anda kepada Yesus, Roh Kudus-Nya tinggal di dalam Anda. Roh Kuduslah yang bisa menolong Anda untuk kembali ke jalan yang benar.

“Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.” 1 Timotius 6:10

Saat ini, jika Anda ingin mengetahui apa yang Tuhan ingin Anda lakukan, tanyakan kepada-Nya, dan Dia akan dengan senang hati memberi tahu Anda, karena Dia selalu siap memberikan hikmah yang melimpah kepada semua orang yang meminta kepada-Nya; Dia tidak akan membenci mereka. Namun ketika Anda bertanya kepada-Nya, pastikan Anda benar-benar mengharapkan Dia memberi tahu Anda (Yakobus 1:5-6). Tuhan ingin Anda menjalani proses mencari kehendak-Nya tanpa mempercayai kebohongan Iblis yang mencoba mematahkan semangat Anda. Jika Anda memercayai tipu daya iblis itu, Anda akan kesulitan melihat Tuhan sebagai Bapa yang mahakasih.

Tinggalkan komentar