“Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” Filipi 1:6

Saat ini, Anda membaca salah satu bagian dari surat Paulus kepada orang Filipi. Isi surat yang di tulis pada abad pertama itu sebenarnya juga berlaku untuk setiap orang percaya. Dalam hidup ini kita melihat berbagai hal yang menyedihkan, yang mungkin membuat kita berpikir mengapa Tuhan membiarkan semua itu terjadi. Kita melihat bagaimana orang-orang yang bekerja keras dengan jujur, orang-orang yang taat kepada Tuhan, para penginjil yang berusaha keras mengabarkan kabar baik kepada semua orang, mereka justru mengalami banyak penderitaan. Untuk kita yang mempertanyakan kebijaksanaan Tuhan, Paulus menulis ayat di atas.
Melihat keadaan hidup di dunia, kita mungkin berpikir adakah gunanya kita berusaha untuk mengikut Yesus jika kita tidak mendapatkan apa yang kita ingini. Terkadang kita ragu apakah kita harus bertahan untuk tetap taat kepada firman-Nya, jika orang yang jahat justru berusaha menindas dan menguasai kita. Dalam keadaan demikian, bagaimana kita bisa hidup dengan keyakinan bahwa semua yang ada di sekitar kita bisa membawa kita lebih taat kepada Tuhan dan lebih sempurna dalam iman?
Surat Paulus dari penjara kepada Jemaat di Filipi ditulis sekitar tahun 62 Masehi dan pada saat itu, sebagaimana disebutkan dalam Filipi 2:19, Paulus berharap untuk mengirimkan Timotius kepada mereka. Oleh karena itu kita tahu bahwa Timotius tidak berada dipenjara bersama Paulus. Dalam Ibrani 13:23 Paulus menyebutkan bahwa Timotius dibebaskan dari penjara. Diduga, surat Ibrani ditulis pada paruh kedua tahun 63 atau awal tahun 64. Hal ini menunjukkan bahwa Timotius kemungkinan besar dipenjarakan pada paruh kedua tahun 62 hingga paruh pertama tahun 63 Masehi.
Dalam Filipi pasal 1, Paulus menyampaikan rasa berterima kasih kepada jemaat di Filipi yang telah mendukung pelayanannya. Paulus menyemangati orang-orang Kristen di Filipi dengan menjelaskan bahwa semua penderitaannya adalah untuk tujuan yang baik. Bahkan yang lebih baik lagi, upaya-upaya untuk menganiaya Paulus waktu itu sebenarnya telah menyebabkan Injil menyebar. Untuk itu, Paulus bersyukur. Dia sepenuhnya berharap untuk dibebaskan, dan bertemu kembali dengan orang-orang percaya di Filipi.
Paulus mengawali ayat ini dengan pernyataan keyakinannya yang besar terhadap umat Kristen di Filipi. Meskipun keselamatan dari hukuman dosa terjadi pada saat seseorang menerima Kristus, perubahan untuk menjadi lebih serupa dengan Kristus adalah: sebuah proses. Paulus sangat yakin bahwa “pengudusan” ini akan terus berlanjut dalam kehidupan orang-orang percaya ini. Secara khusus, jaminan ini didasarkan pada pekerjaan Yesus Kristus. Dengan kata lain, Paulus tidak mempunyai keraguan mengenai keselamatan dan kesetiaan mereka kepada Kristus.
“Hari Yesus Kristus” dengan jelas berbicara tentang akhir zaman, namun para penafsir memperdebatkan hal-hal spesifik lainnya yang berkaitan dengan referensi ini. Beberapa orang melihat ini sebagai hari di mana orang meninggalkan dunia ini, yang akan terjadi setiap saat (1 Tesalonika 4:13–18). Ada pula yang melihat pernyataan ini sebagai penyebutan berakhirnya masa tujuh tahun kesengsaraan tepat sebelum milenium (Wahyu 19-20). Kemungkinan ketiga adalah bahwa Paulus tidak mengacu pada tanggal atau waktu tertentu, namun hanya berfokus pada hal-hal baik yang akan terjadi ketika orang-orang percaya ini bertemu dengan Kristus di masa depan.
Jika kita menempatkan diri kita sebagai jemaat di Filipi, kita akan dapat mengerti bahwa orang-orang beriman bisa saja mengalami hidup yang penuh penderitaan. Keadaan mereka, seperti apa yang dialami Paulus, bisa membuat kita kecewa atas janji Tuhan untuk memelihara umat-Nya. Tetapi, kita harus sadar bahwa setiap orang percaya harus memikul salib masing-masing. Tidak ada orang beriman yang tidak menderita karena harus berusaha untuk mengikut Kristus dan memancarkan terang-Nya. Jika kita mengaku orang Kristen tetapi tidak pernah mengalami kesulitan dan penderitaan ketika berusaha menjadi pengikut Tuhan yang setia, mungkin kita belum benar-benar menjadi orang percaya.
Pagi ini Paulus mengingatkan kita bahwa jika kita mengalami kesulitan dalam hidup sebagai orang Kristen, Tuhan tetap bisa memakai hidup kita untuk menjadi saksi-saksi Kristus. Kita bisa menjadi contoh bagi orang lain bahwa pengurbanan kita tidak akan sia-sia. Sebaliknya, jika kita melihat saudara-saudara seiman yang mengalami penderitaan dalam hidup, tetapi tetap bertekun dalam iman, itu adalah seuatu pelajaran bagi kita bahwa setiap umat Tuhan akan mengalami proses pendewasaan iman. Kita harus tetap mau mendukung mereka. Tuhan tetap bekerja dengan berbagai cara dalam setiap hidup orang Kristen sampai saat mereka berjumpa muka dengan muka dengan Dia.