“Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah, dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar, dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.” Kolose 1:9-12

Perhitungan untung -rugi secara materi agaknya juga sering muncul dalam kehidupan bermasyarakat, sampai-sampai untuk berteman ataupun berkeluarga, ada orang-orang yang mengambil keputusan berdasarkan besarnya keuntungan di masa depan. Jika hubungan antar manusia tidak bisa membawa keuntungan, orang mungkin akan kehilangan minat untuk meneruskannya. Dalam hal ini, adanya orang yang mempunyai kedudukan, pengaruh atau harta seringkali memberi insentif bagi orang lain untuk mau membina hubungan yang baik dengan mereka.
Jika untung rugi sering diperhitungkan dalam kehidupan bermasyarakat, ada orang -orang yang mempertimbangkan hal yang serupa dalam kehidupan rohani. Apa untungnya untuk menjadi Kristen? Buat apa rajin ke gereja atau membaca Alkitab? Bukankah untuk menjadi orang benar-benar Kristen itu tidak mudah? Jika orang sudah kurang punya waktu untuk menikmati hidup, mengapa pula mereka harus peduli dengan soal rohani?
Ada banyak keuntungan dari Tuhan yang kita peroleh sebagai orang Kristen. Dalam Kolose 1, Paulus pertama-tama memperkenalkan dirinya, bersama dengan rekan penulisnya Timotius. Seperti yang sering dilakukannya, Paulus bersyukur atas apa yang didengarnya tentang iman orang-orang percaya di Kolose. Paulus menyertakan doa untuk pertumbuhan dan kekuatan rohani mereka. Surat itu kemudian beralih ke pujian kepada Yesus, menyatakan-Nya sebagai Tuhan (Lord).
Semua ciptaan diciptakan melalui, oleh, dan untuk-Nya. Dan, karena pengorbanan-Nyalah yang menyelamatkan kita dari dosa, kita dapat yakin pada karunia keselamatan kita. Ini adalah keuntungan terbesar bagi kita. Dalam doanya, Paulus mengingatkan orang-orang percaya di Kolose bahwa keselamatan sepenuhnya adalah pekerjaan Tuhan, yang secara drastis mengubah nasib mereka dengan menyelamatkan mereka dari dosa.
Paulus berdoa agar mereka terus bertumbuh secara rohani, termasuk pengetahuan tentang Tuhan, pengetahuan tentang kehendak-Nya, dan hikmat rohani. Ini memungkinkan kita untuk berjalan di jalan yang benar. Paulus juga berdoa agar mereka memiliki kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi persoalan hidup. Ini penting karena menjadi umat-Nya bukan berarti semua hal akan berjalan mulus dan lancar.
Selanjutnya, Paulus melanjutkan doanya bagi jemaat di Kolose dengan meminta agar mereka diberi kuasa tambahan. Secara khusus, Paulus berdoa agar mereka menerima kuasa dari Allah. Kekuatan Tuhan, atau kuasa yang dahsyat, merupakan tema umum dalam Kitab Suci (Zakharia 4:6). Kejadian 49:24 juga menyebut Allah sebagai “Yang Mahakuat pelindung Yakub.” Kuasa Allah yang bagaimana?
Pertama, kuasa Allah memberikan ketahanan, yaitu kemampuan untuk menahan kesulitan. Tuhan adalah “Allah yang penuh dengan ketekunan dan penghiburan”, yaitu apa yang dibutuhkan oleh semua orang Kristen dalam hidup di dunia sehingga mereka dapat hidup saling menolong dengan sesamanya.
“Semoga Allah, yang adalah sumber ketekunan dan penghiburan, mengaruniakan kerukunan kepada kamu, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus” Roma 15:5
Kedua, kuasa Allah memberikan kesabaran. Kesabaran merupakan bagian dari buah Roh (Galatia 5:22–23) dan merupakan bagian penting dari kedewasaan Kristen. Ketiga, kuasa Allah memberikan sukacita. Sukacita juga merupakan bagian dari buah Roh dan merupakan salah satu perbedaan yang paling jelas antara kehidupan orang percaya dan orang yang tidak percaya. Orang percaya tidak selalu hidup berkelimpahan secara jasmani, tetapi selalu bisa meraca cukup atas apa yang ada.
“Memang ibadah itu kalau disertai rasa cukup, memberi keuntungan besar. Sebab kita tidak membawa sesuatu apa ke dalam dunia dan kita pun tidak dapat membawa apa-apa ke luar. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah.” 1 Timotius 6:6-8
Selain berdoa memohon kekuatan Tuhan bagi orang-orang Kristen di Kolose, Paulus berdoa agar mereka mengucap syukur. Sama seperti Paulus berdoa, mengucap syukur terus-menerus (1 Tesalonika 5:16-18), mereka juga harus mengucap syukur dalam setiap keadaan.
Pada akhirnya, Paulus juga menyebutkan tentang terang, yang merupakan bagian penting dari pemikiran Ibrani. Menurut orang-orang Yahudi, semua pengetahuan dan kebaikan dilambangkan dengan “terang,” sementara dosa dan ketidaktahuan dicirikan oleh “kegelapan.” Ini juga merupakan tema rasul Yohanes, yang sering digunakan dalam surat-suratnya dan Injil Yohanes. Semoga terang Kristus membuka mata rohani kita agar kita yakin bahwa kita adalah orang-orang yang beruntung!