Jawab Yesus: ”Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku.” Yohanes 14:23-24

Apakah Anda orang Kristen sejati? Saya yakin bahwa jika Anda mengaku Kristen dan rajin ke gereja, Anda akan menjawab “ya”, atau setidaknya berharap demikian. Tetapi, jika Anda mengaku orang Kristen sejati dalam arti sudah ditebus oleh darah Kristus, apakah Anda mengasihi Dia yang sudah mengaruniai Anda keselamatan?
Pertanyaan ini pernah dilontarkan Yesus kepada Petrus dan bagi Petrus ini merupakan pertanyaan yang tidak mudah dijawab (baca Yohanes 21:15-25). Mengapa begitu? Petrus pernah mengingkari Yesus tiga kali ketika Yesus sedang diadili pada saat menjelang penyaliban-Nya. Karena itu, tiga kali Yesus bertanya apakah Petrus mengasihi Dia sampai pada akhirnya Petrus sadar bahwa mengasihi Yesus bukan hanya dengan mulut. Seperti itulah, jika kita mengaku mengasihi Dia, kita harus mau berkurban untuk Dia. Kita tahu bahwa Petrus yang sudah menyangkal Yesus tiga kali, pada akhirnya menyatakan kasihnya dengan pengurbanan jiwanya.
Mengasihi Yesus bukanlah sesuatu yang mudah dilakukan. Kita tidak dapat mengasihi Dia dengan kekuatan diri sendiri. Yohanes 14:15–31 berisi ramalan tentang Roh Penolong. Yesus menyebutnya sebagai Roh Kebenaran, dan berjanji bahwa Roh Kudus itu akan datang untuk membantu para murid melanjutkan hidup setelah Yesus naik ke surga. Dalam hal ini, kasih seseorang kepada Kristus, ketaatan mereka kepada ajaran-ajaran-Nya, dan tinggalnya Roh Kudus saling terkait. Seperti dalam pernyataan sebelumnya, Yesus berfokus pada penghiburan dan dorongan. Ia akan terus menyoroti perlunya mempertahankan iman, berdasarkan semua yang telah Ia katakan dan lakukan sejauh ini. Kemudian, setelah peringatan sebelumnya tentang apa yang akan dihadapi orang Kristen, Yesus kembali menjelaskan pekerjaan dan tujuan Roh Kudus di bawah perjanjian baru.
Roh Kudus hanya tersedia bagi orang percaya, dan Penolong ini bertindak untuk membimbing, mengajar, dan mengingatkan kita. Baik bagi para pengikut Kristus maupun bagi orang Kristen di masa mendatang, kata-kata ini dimaksudkan untuk menghibur di masa-masa sulit. Menjadi orang Kristen yang baik bukanlah sebuah takdir Ilahi dan itu memerlukan perjuangan dan ketaatan kita untuk bisa mengasihi Dia. Tetapi, karena Kristus sudah tahu sebelumnya apa yang akan terjadi, kita dapat lebih yakin untuk percaya kepada-Nya bahwa Ia akan menolong kita untuk bisa mengasihi-Nya.
Salah seorang murid bertanya kepada Yesus apa artinya bahwa Ia akan “menyatakan” diri-Nya kepada mereka, dan bukan kepada dunia (Yohanes 14:22). Sebelumnya, Yesus telah menyebutkan bagaimana dunia tidak akan melihat-Nya lagi (Yohanes 14:19-21). Dalam pernyataan itu, Yesus menggabungkan gagasan tentang kasih dan ketaatan. Pernyataan pentingnya adalah bahwa mereka yang mengasihi Kristus menaati Kristus (Yohanes 14:15). Orang percaya mengasihi Kristus, dan memiliki Roh Kudus, oleh karena itu mereka menaati perintah-perintah-Nya (Yohanes 14:16-18). Inilah yang memungkinkan mereka untuk “melihat” Allah, dan mengenal Kristus (Yohanes 14:19-21), ini berbeda dari orang dunia. Kasih yang lebih dalam kepada Kristus membuka kita untuk pemahaman yang lebih dalam tentang Dia dan kehendak-Nya (Yohanes 14:28).
Ayat-ayat di atas juga memperdalam gagasan tentang Roh Kudus yang “tinggal di dalam” seseorang. Ia juga menegaskan kembali gagasan Tritunggal: bahwa Allah Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah sama-sama Allah dan identik dalam kodrat. Ini mengikuti pernyataan sebelumnya di mana Yesus mengklaim sebagai “kebenaran” (Yohanes 14:6), dan menyebut Roh Kudus sebagai “Roh kebenaran” (Yohanes 14:17). Ia juga mengklaim bahwa melihat-Nya berarti melihat Allah (Yohanes 14:9) dan bahwa Ia dan Bapa bersatu (Yohanes 14:11). Dalam pernyataan ini, Yesus secara eksplisit mengatakan “Kami akan datang…diam bersama-sama” di dalam diri orang percaya. Ini juga menggemakan gagasan tentang Allah sebagai tiga pribadi dalam satu keberadaan. Yesus menyertakan kata “diam” yang dihubungkan dengan kata “rumah,” yang merupakan kata yang sama yang digunakan dalam Yohanes 14:2, yang merujuk pada “tempat tinggal” atau “kamar.”
Kitab Suci tidak mengajarkan bahwa “perilaku baik” menghasilkan atau mempertahankan keselamatan (Titus 3:5; Roma 11:6). Tidak ada argumen Alkitab yang valid bahwa orang harus bertindak dengan cara tertentu untuk mendapatkan tiket ke surga (Yesaya 64:6; Galatia 2:21). Alkitab juga menolak gagasan bahwa orang Kristen dapat berharap untuk hidup tanpa dosa sepenuhnya (1 Yohanes 1:9-10). Kita akan gagal, kadang-kadang (Yakobus 3:2). Namun, Kitab Suci juga jelas bahwa mereka yang diselamatkan melalui iman kepada Kristus akan menunjukkan keselamatan itu dalam hidup mereka (Yohanes 14:15, 21, 23). Klaim bahwa seseorang adalah “Kristen sejati” tidak cocok dengan cara hidup yang menentang ajaran-ajaran-Nya (1 Yohanes 2:4-6). Perbuatan tidak dituntut untuk keselamatan, tetapi keselamatan sejati menghasilkan perbuatan yang sesuai (Yakobus 2:14-18).
Hari ini kita belajar bahwa Yesus adalah Tuhan (Yohanes 14:9). Mengasihi Yesus berarti menaati Firman-Nya. Menolak Yesus berarti menolak Tuhan (Yohanes 5:30; 12:49). Mereka yang menolak Tuhan berarti menolak Roh Kudus (Yohanes 14:16–17), dan itu berarti mereka akan sengaja melanggar perintah-perintah yang diajarkan oleh Yesus. Sekarang, pertanyaan untuk Anda adalah: apakah Anda benar-benar mengasihi Yesus?