Apakah Tuhan Masih Memegang Kontrol?

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Roma 8:28

Setiap hari kita membaca berita yang membuat hati gelisah. Perang terjadi di berbagai tempat. Ketegangan politik meningkat. Ekonomi dunia terasa tidak stabil. Harga minyak naik, ketidakpastian bertambah, dan masa depan terasa kabur. Banyak orang bertanya dalam hati: Apakah dunia ini sedang lepas dari kendali? Bahkan sebagian orang percaya pun kadang diam-diam bergumul dengan pertanyaan yang sama: Apakah Tuhan masih memegang kontrol atas sejarah manusia?

Pertanyaan ini sebenarnya bukan hal baru. Sejak zaman Alkitab, umat Tuhan juga hidup di tengah dunia yang kacau. Bangsa Israel pernah mengalami penjajahan, pembuangan, perang, dan penindasan. Namun di tengah semua itu, firman Tuhan terus mengingatkan bahwa sejarah manusia tidak berjalan secara acak. Ada tangan ilahi yang memimpin semuanya.

Rasul Paulus menulis sebuah kalimat yang sangat kuat dalam Roma 8:28. Ia berkata bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia. Perhatikan bahwa Paulus tidak mengatakan “dalam beberapa hal” atau “dalam hal-hal yang baik saja.” Ia mengatakan dalam segala sesuatu. Artinya, bahkan dalam kekacauan, penderitaan, dan ketidakpastian sekalipun, Tuhan tetap bekerja untuk kebaikan umat-Nya.

Alkitab menunjukkan bahwa tidak ada satu peristiwa pun di dunia ini yang berada di luar pengetahuan dan pemeliharaan Tuhan. Dari jatuhnya sehelai rambut hingga naik turunnya kerajaan-kerajaan besar, semuanya berada di dalam pengawasan-Nya. Sejarah, termasuk apa yang terjadi antara Israel dan Iran, bukanlah kumpulan kebetulan, melainkan bagian dari rencana Allah yang besar yang sudah ditulis dalam Alkitab.

Namun di sisi lain, Alkitab juga mengajarkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab moral atas tindakannya. Perang, kejahatan, penindasan, dan ketidakadilan sering kali lahir dari keputusan manusia yang berdosa. Tuhan tidak menciptakan kejahatan itu. Tetapi dalam misteri kedaulatan-Nya, Tuhan mengizinkan banyak hal terjadi.

Inilah yang sering disebut sebagai kehendak permisif Tuhan. Ada hal-hal yang memang dikehendaki Tuhan secara langsung, tetapi ada juga hal-hal yang Dia izinkan terjadi demi tujuan yang lebih besar yang sering kali belum kita pahami.

Contoh yang paling jelas adalah salib Kristus. Penyaliban Yesus adalah kejahatan manusia yang luar biasa. Namun justru melalui peristiwa itu, Tuhan membawa keselamatan bagi dunia. Apa yang tampak sebagai kekalahan ternyata menjadi kemenangan terbesar dalam sejarah.

Karena itu, ketika kita melihat dunia yang kacau, kita diingatkan bahwa Tuhan tidak pernah kehilangan kendali. Dia mungkin mengizinkan dunia melewati masa-masa gelap, tetapi itu tidak berarti Dia meninggalkan ciptaan-Nya.

Bagi orang percaya, kebenaran ini menjadi sumber penghiburan yang dalam. Kita mungkin tidak memahami semua yang terjadi. Kita mungkin tidak bisa menjelaskan mengapa penderitaan datang. Tetapi kita percaya bahwa Tuhan sedang menulis cerita yang lebih besar daripada yang bisa kita lihat saat ini.

Dunia mungkin terlihat kacau. Berita mungkin penuh kecemasan. Tetapi satu hal tidak berubah: Tuhan masih memegang kontrol.

Suatu hari nanti, Tuhan akan menyatakan keadilan-Nya sepenuhnya. Segala penderitaan akan berakhir. Kejahatan tidak akan menang selamanya. Allah akan memulihkan segala sesuatu menurut rencana-Nya yang sempurna.

“Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi.” Wahyu 21:4

Sementara kita masih hidup di dunia yang tidak sempurna ini, panggilan kita adalah tetap percaya, tetap setia, dan tetap berharap kepada Tuhan yang memegang sejarah.

Inilah pengharapan terakhir orang percaya: sejarah tidak berakhir dalam kekacauan, tetapi dalam pemulihan yang dikerjakan oleh Tuhan sendiri. Dan itu cukup untuk memberi kita damai di tengah badai.

Doa Penutup

Tuhan yang berdaulat,

Ketika kami melihat dunia yang penuh ketidakpastian, hati kami sering diliputi kekhawatiran. Perang, kejahatan, dan penderitaan membuat kami bertanya-tanya tentang masa depan.

Namun hari ini kami diingatkan bahwa Engkau tidak pernah kehilangan kendali. Engkau adalah Tuhan yang memegang sejarah, Tuhan yang bekerja bahkan melalui keadaan yang tidak kami mengerti.

Tolonglah kami untuk tetap percaya kepada-Mu. Berikan kami hati yang tenang di tengah kekacauan dunia. Ajarlah kami untuk hidup setia, mengasihi sesama, dan berharap kepada rencana-Mu yang sempurna.

Di dalam tangan-Mu kami menyerahkan hidup kami dan masa depan dunia ini.

Dalam nama Tuhan Yesus kami berdoa.

Amin.

Tinggalkan komentar