Tuhan yang Tidak Pernah Kewalahan

“Pandanglah burung-burung di langit… namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga.” Injil Matius 6:26

Suatu hari, saya melihat sebuah video di Facebook di mana seseorang berkata dengan nada mengejeak:

“Kalau jutaan orang berdoa setiap hari… apakah Tuhan tidak bingung?”

Kalimat itu terdengar sederhana. Bahkan mungkin terdengar masuk akal bagi sebagian orang. Namun semakin dipikirkan, semakin terasa bahwa pertanyaan itu lahir dari satu hal: orang ini sedang mencoba memahami Tuhan dengan ukuran dirinya sendiri. Sayangnya jalan pikirannya terasa dangkal dan menggelikan.

Bayangkan sejenak.

Jika kita yang harus mendengar ratusan orang berbicara sekaligus, kita akan kewalahan. Jika ribuan pesan masuk dalam waktu bersamaan, kita bisa bingung harus menjawab yang mana lebih dulu. Lalu tanpa sadar, kita memindahkan keterbatasan itu kepada Tuhan.

Kita membayangkan Tuhan seperti kita—terbatas, mudah lelah, mudah bingung.

Padahal Alkitab menggambarkan sesuatu yang sangat berbeda.

Tuhan bukan hanya mendengar manusia. Ia memelihara seluruh ciptaan. Ia adalah Tuhan yang maha kuasa dan maha kasih.

Dalam Mazmur 104, digambarkan bagaimana Tuhan memberi minum kepada binatang liar, menumbuhkan rumput bagi ternak, bahkan menyediakan makanan bagi singa-singa muda.

Dalam Kitab Ayub 12:10 dikatakan bahwa nyawa segala yang hidup berada di dalam tangan-Nya.

Artinya, bukan hanya doa manusia yang Dia dengar—hidup seluruh makhluk pun Dia pelihara.

Lebih jauh lagi, Alkitab membawa kita melihat kebesaran yang tak terbayangkan.

Dalam Mazmur 147:4, Tuhan menghitung dan menamai bintang-bintang.

Bintang-bintang—yang jumlahnya miliaran.

Namun di sisi lain, Yesus berkata bahwa seekor burung pipit pun tidak jatuh tanpa sepengetahuan Bapa, bahkan rambut di kepala kita pun terhitung semuanya (Matius 10:29–30).

Dari yang terbesar… sampai yang terkecil…tidak ada yang luput dari perhatian-Nya.

Lalu kita bertanya:

Jika Tuhan sanggup memelihara alam semesta yang begitu luas, mengapa kita ragu bahwa Ia sanggup mendengar doa kita?

Sesungguhnya, doa bukanlah beban bagi Tuhan. Doa adalah anugerah bagi manusia. Dalam doa, kita tidak sedang “menambah pekerjaan Tuhan”,melainkan sedang masuk ke dalam pemeliharaan-Nya.

Tuhan tidak pernah kewalahan. Justru kitalah yang sering gelisah, karena kita lupa siapa Dia dan mungkin jarang berdoa.

Dan di tengah dunia yang begitu besar,di antara miliaran manusia, Tuhan tetap melihat kita secara pribadi.

Seperti Yesus katakan dalam Injil Lukas 12:24, kita jauh lebih berharga daripada burung-burung di udara.

Apakah Anda selama ini tanpa sadar membatasi Tuhan dengan cara berpikir Anda sendiri?

Apakah Anda sungguh percaya bahwa Dia mengenal dan mendengar Anda secara pribadi?

Tuhan tidak pernah bingung. Dia yang memelihara alam semesta tidak akan pernah kewalahan oleh doa manusia. Sebaliknya, setiap kerinduan untuk berdoa adalah bukti bahwa kita diingat dan dikasihi-Nya.

Doa Penutup

Tuhan, sering kali kami melihat Engkau dengan ukuran kami yang kecil.

Ampuni kami ketika kami meragukan kuasa dan perhatian-Mu.

Ajarlah kami untuk percaya bahwa Engkau memelihara segala sesuatu, termasuk hidup kami.

Dan ajarlah kami untuk datang kepada-Mu dengan hati yang sederhana dan penuh iman.

Amin.

Tinggalkan komentar