Hidup di perantauan

2 Korintus 4: 18

“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”


Bagi anda yang belum sempat berjumpa, perkenankanlah saya memperkenalkan istri saya, Maria, yang sudah mendampingi saya melanglang buana sejak tahun 1980.

Hidup di perantauan ada enaknya, namun juga ada tidak enaknya. Jauh dari sanak saudara, kadang hidup ini terasa sepi. Melihat hal-hal yang “aneh” di luar negeri, rasa heran bisa bercampur dengan rasa gundah.

Adalah untung besar buat kami yang percaya kepada Tuhan, bahwa kami yakin bahwa Dia ada di mana-mana, dan Dia tetap sama dari dulu, sekarang dan sampai selama lamanya.

Hidup di dunia ini penuh variasi, manis dan pahit silih berganti. Tetapi satu yang pasti, karunia kasihNya selalu menyertai umatNya. Marilah kita memusatkan perhatian kita kepada apa yang abadi!

2 pemikiran pada “Hidup di perantauan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s