Alon-alon gak bakal kelakon

“Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.” Efesus 5: 15-17

Ungkapan “alon-alon asal kelakon” mempunyai arti filosofi yang mendalam di Jawa. Bagi orang Jawa, ungkapan itu sebenarnya bukan berarti “pelan-pelan asal terlaksana”, tetapi maksudnya adalah dalam mengerjakan sesuatu kita tidak perlu gegabah, tetapi penuh dengan kehati-hatian dan pertimbangan guna mencapai tujuan. Masalahnya disini adalah adanya orang-orang yang menggunakan ungkapan ini sebagai alasan untuk bekerja enak-enakan tanpa memikirkan waktu. Karena gaya hidup yang sedemikian, banyak tugas yang tidak dapat dirampungkan pada waktunya. Alon-alon gak bakal kelakon.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang Kristen yang juga menganut paham alon-alon asal kelakon dalam pengertian yang keliru. Bagi mereka, menjadi pengikut Yesus adalah saat dimana mereka dibaptiskan atau mengaku percaya. Setelah itu mereka tidak mempunyai kemauan untuk bertumbuh dalam pengenalan dan pengertian akan kehendak Allah dalam hidup mereka. Orang-orang semacam ini mungkin merasa bahwa asal mengaku percaya kepada Yesus cukuplah, perubahan hidup bisa dipikirkan belakangan, jika ada waktu.

Memang hambatan perkembangan rohani umat Kristen yang sering ditemui adalah soal waktu. Karena kesibukan sehari-hari, orang “tidak sempat” untuk berdoa, membaca Firman, atau mencari kehendak Tuhan dalam apa yang dikerjakan mereka. Akibatnya, tahun demi tahun berlalu, tetapi hidup mereka tidak pernah berubah dari hidup yang lama. Sekali pun setiap manusia dikaruniai waktu yang sama yaitu 24 jam sehari, alasan mereka seringkali “tidak ada waktu”; yang bisa diartikan “tidak ada prioritas”.

Pagi ini, ayat diatas mengingatkan kita untuk hidup sebagai orang yang bijaksana, yang bisa menggunakan waktu yang ada dengan baik, agar kita bisa mengerti kehendak Tuhan. Bukan menggunakan falsafah “alon-alon asal kelakon” untuk membenarkan rasa acuh tak acuh kita akan firmanNya. Dunia dengan segala daya penariknya saat ini mungkin sudah menghabiskan waktu kita, sehingga hanya sedikit waktu tersisa, itu pun kalau ada, yang bisa dipakai guna lebih mengenali Yesus Juruselamat kita, dan untuk bertumbuh dalam hal-hal yang baik.

Tidak ada seorangpun yang tahu berapa lama ia akan mempunyai kesempatan untuk berubah dari hidup lama dan kebiasaan lamanya. Karena itu, kita harus sadar bahwa jika kita berlambat-lambat, kita akan kehilangan kesempatan yang terbaik untuk mengenal Tuhan dengan benar. Alon-alon gak bakal kelakon!

“Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya.” 2 Petrus 3: 18

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s