Apapun yang terjadi, jangan ikut menjadi dingin

“Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.” Matius 24:12

Saat ini adalah musim dingin di belahan utara bumi dan suhu di Vancouver dimana saya lagi berada bisa berkisar antara 0-8 derajat Celcius. Dinginnya udara membuat orang yang sedang berada di luar rumah membungkus diri dengan memakai jaket, topi, dan apapun untuk melindungi tubuh dari udara yang dingin. Bagi mereka yang punya rumah, pemanas ruangan bisa dipakai untuk melupakan udara dingin di luar, tetapi mereka yang tuna wisma terpaksa tidur di pinggir jalan dibawah selimut saja. Bagi mereka, udara dingin menambah kesengsaraan hidup yang sudah ada.

Dinginnya udara di musim dingin mungkin seperti dinginnya hati manusia dalam ayat di atas. Dengan udara yang dingin, mereka yang yang berada dalam keadaan yang kurang baik akan merasakan beratnya hidup tanpa adanya kehangatan rumah dan makanan. Dengan dinginnya hati manusia, mereka yang mengalami penderitaan tidak dapat mengharapkan adanya perhatian dan pertolongan dari sesama. Bahkan dengan dinginnya hati mereka yang mengaku Kristen, apa yang mereka lakukan dalam hidup sehari-hari bukannya untuk memuliakan Tuhan dan mengasihi sesamanya, tapi untuk memuliakan diri sendiri dan untuk memperoleh kepentingan pribadi.

Ayat diatas menunjukkan bahwa banyak orang yang dulunya mempunyai kasih, kemudian berubah menjadi manusia yang tidak mempunyai kasih. Mereka yang dulunya pernah mendengar panggilan Tuhan dan mengerti perintah Tuhan untuk mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa dan akal budi, dan untuk mengasihi sesama manusia, kemudian berubah menjadi manusia yang tidak lagi taat kepada Tuhan. Mereka lebih taat kepada keinginan dan kebahagiaan duniawi yang berupa kemasyhuran, kekayaan, kekuasaan, kesuksesan dan semacamnya.

Di hari Minggu ini, banyak orang Kristen yang ke gereja dengan kerinduan untuk mendapatkan kehangatan kasih dalam persekutuan dengan saudara seiman dan mendengar kasih penghiburan Tuhan. Tetapi di banyak negara, gereja sudah berubah menjadi seperti tempat pertunjukkan yang dipenuhi ribuan orang yang kemudian pulang ke rumah masing-masing tanpa dapat merasakan adanya kasih dan perhatian dari orang lain. Yang lebih aneh lagi adalah adanya orang-orang yang hanya karena ke gereja, percaya bahwa mereka sudah memenuhi perintah untuk mengasihi Tuhan dan sesama.

Tuhan melalui rasul Paulus mengingatkan bahwa di zaman ini ada berbagai tanda hilangnya kasih dan bertambahnya hal-hal yang jahat di antara umat Kristen (2 Timotius 3: 1-9). Karena itu, hari ini kita diingatkan bahwa Tuhan tidak menghendaki kita hanya ke gereja sebagai kebiasaan atau keharusan. Ia ingin kita datang kepadaNya dengan kehangatan kasih, dan bukannya kepalsuan.

Tuhan tidak mengharapkan uang persembahan manusia tetapi Ia menghargai hati umatNya yang dipenuhi kasih. Tuhan tidak menjanjikan hidup yang penuh kenyamanan kepada umatNya, dan karena itu Ia membenci orang-orang yang seakan berbakti kepadaNya, tetapi hanya mengharapkan Tuhan memberikan apa yang diinginkan mereka.

Tuhan menyenangi umatNya yang mengabarkan kabar baik tentang kasih Tuhan yang menyelamatkan, dan bukannya kisah-kisah duniawi. Tuhan menghendaki umatNya untuk benar-benar bisa taat kepadaNya, dan bukannya hanya hidup dalam kepalsuan.

Memang dengan banyaknya orang Kristen yang mundur dari iman, kita mudah terpengaruh. Tetapi pagi ini kita dingatkan bahwa apapun keadaan yang ada di sekeliling kita, biarlah hati kita tidak ikut menjadi dingin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s