Mempersembahkan apa yang terbaik kepada Tuhan

“Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya.” Ibrani 13: 15

Alkisah Adam dan Hawa mempunyai dua orang anak, Kain dan Habel. Sebagai petani, Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanahnya kepada Allah sebagai korban persembahan. Tetapi Habel yang penggembala kambing dan domba, mempersembahkan korban terbaik dari anak sulung kambing dombanya. Karena ketulusan Habel, Allah mengindahkan korban persembahannya, tetapi Kain dan korban persembahannya diabaikanNya. Karena iri hati, Kain kemudian menjadi sangat marah, dan ia akhirnya membunuh Habel.

Mengapa dua bersaudara sampai mengalami peristiwa yang menyedihkan seperti itu? Hal memberi persembahan kepada Allah pasti adalah bagian kehidupan mereka. Untuk Habel hal memilih dan mempersiapkan persembahan yang terbaik untuk kemuliaanTuhan adalah yang paling penting, sedang untuk Kain memberi persembahan kepada Tuhan mungkin hanyalah sekedar kebiasaan saja. Jika Kain kemudian marah kepada Habel, itu karena ia tahu bahwa Tuhan menolak persembahannya. Kain kemudian membunuh Habel karena ia memusatkan pikirannya pada diri sendiri: ia tersinggung dan merasa harga dirinya direndahkan. Itulah pikiran yang menghantui Kain.

Memang hal mempersembahkan sesuatu untuk Tuhan itu bukanlah soal remeh, karena Tuhan adalah Raja diatas segala raja. Walaupun demikian, di zaman ini banyak orang yang seperti Kain, kurang memperhatikan pentingnya persembahan kepada Tuhan yang maha kasih. Banyak orang yang merasa acuh tak acuh, dalam menyatakan syukur kepada Tuhan. Mereka hanya menjalankan ritual saja, tanpa usaha untuk memuliakanNya. Sebaliknya, banyak juga orang yang memberi persembahan dengan memusatkan pikiran kepada diri sendiri: mengharapkan balasan dari Tuhan dan membuat impresi untuk sekitarnya. Dan jika kemudian mereka tidak mendapat penghargaan untuk itu, mereka menjadi iri hati, tersinggung atau marah.

Jika Habel mempersembahkan bagian daging yang terbaik untuk Tuhan, kita yang sudah menerima karunia keselamatan dari Yesus Kristus sudah seharusnya mempersembahkan hidup kita sebagai persembahan yang terbaik. Hanya yang terbaiklah yang bisa kita persembahkan kepada Tuhan, karena tidak ada benda apapun yang bisa menyamai hidup kita sebagai persembahan kepada Tuhan Sang Pencipta.

“Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.” Roma 12: 1

Banyak orang yang mempersembahkan hidup mereka dengan melakukan berbagai kegiatan sosial. Dari luar semua itu nampaknya baik. Tetapi jika nama Tuhan tidak dipermuliakan, semua itu akhirnya hanya bisa untuk memuliakan diri sendiri saja.

Pagi ini biarlah kita sadar bahwa dalam hidup ini kita harus bisa menyatakan kasih kita kepada Tuhan dan sesama; tetapi apa yang kita lakukan, pikirkan dan ucapkan dalam keluarga, tempat bekerja, gereja dan negara haruslah merupakan pernyataan kasih yang benar melalui persembahan hidup kita sebagai sesuatu yang kudus dan yang berkenan kepada Allah.

Satu pemikiran pada “Mempersembahkan apa yang terbaik kepada Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s