Iman tidak akan bertambah jika tidak dipakai

Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: “Tambahkanlah iman kami!” Lukas 17: 5

Suatu ketika, murid-murid Yesus mendengar perintahNya untuk selalu mau untuk mengampuni kesalahan orang lain (Lukas 17: 4). Kelihatannya hal itu dirasakan mereka sebagai sesuatu yang terlalu sulit untuk dilakukan. Karena itu, mereka meminta agar Yesus memberikan tambahan iman. Permintaan yang sepertinya baik. Tetapi apa jawab Yesus?

Jawab Tuhan: “Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu.” Lukas 17: 6

Yesus secara tidak langsung mengatakan bahwa untuk menuruti perintahNya itu, murid-murid tidak memerlukan tambahan iman. Mereka pasti sanggup melaksanakannya jika mereka taat akan perintahNya.

Ada orang yang menafsirkan bahwa jawaban Yesus diatas menunjukkan bahwa kita cukup untuk mempunyai iman yang kecil saja, sebab dengan iman yang kecil saja kita sudah dapat membuat hal-hal yang besar. Tetapi tafsiran ini jauh dari benar.

Setiap orang percaya sudah dikaruniai dengan iman. Roh Kudus yang bekerja dalam diri kitalah yang memberikan iman kepada kita.

“Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan.” 1 Korintus 12: 9

Iman yang besar sudah tentu bisa membuat kita makin kuat dalam menghadapi berbagai masalah. Tetapi iman bukanlah sesuatu yang bisa kita peroleh dengan usaha sendiri. Kita harus memintanya dari Tuhan. Dalam hal ini, bagaimana kita bisa meminta iman yang besar jika kita ragu untuk memakai iman yang kita punyai untuk menghadapi tantangan kehidupan saat ini?

Pagi ini, jika kita bangun dari tidur kita dan merasa kuatir akan apa yang harus kita hadapi hari ini, kita tidak perlu membayangkan betapa enaknya jika kita dikaruniai iman yang besar. Iman yang sekecil apapun harus digunakan agar kita bisa mendapatkan iman yang lebih besar di masa mendatang, sekalipun kita cenderung untuk lebih mengandalkan akal budi kita. Jika kita tidak pernah berserah kepada bimbingan Tuhan dalam hal- hal yang terlihat kecil, bagaimana kita bisa mengharapkan Tuhan untuk menumbuhkan iman kita untuk bisa mengatasi hal yang jauh lebih sukar seperti yang pernah dihadapi oleh Ayub?

Biarlah kita boleh menghadapi hidup kita setiap hari dengan keyakinan bahwa Roh Kudus selalu memberikan kita iman yang cukup untuk menghadapi tantangan apapun jika kita selalu hidup dalam Kristus.

“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” Filipi 4: 13

Satu pemikiran pada “Iman tidak akan bertambah jika tidak dipakai

  1. Bicara ttg iman kdang gak gmpang jg ya, trkesan abstrak soalnya. Kdang jg org msh tnya, iman itu ap sih?

    Tp setidaknya kita ykin bhwa iman jg dtang dr pendengaran akn firman Kristus. Iman yg timbul d luar itu, sy pikir itu bkn iman sjti, bkn iman yg menyelamatkan. Mkanya dngar Firman Tuhan yg bner dan berbobot itu pnting bnget.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s