Hanya Tuhan yang tahu

“Sesungguhnya, ia tak mengetahui apa yang akan terjadi, karena siapakah yang akan mengatakan kepadanya bagaimana itu akan terjadi.” Pengkhotbah 8: 7

Jika anda sempat mengujungi tempat-tempat di pinggiran kota di Australia, anda mungkin bisa menjumpai adanya beberapa stand Tarot reader. Toko kecil yang menyediakan pembacaan kartu Tarot semacam ini biasanya juga menyediakan pelayanan penyembuhan penyakit secara mistis. Mirip praktek dukun di Indonesia.

Tarot adalah suatu sistem kartu bergambar yang terdiri dari 78 lembar kartu. Kartu Tarot biasanya digunakan untuk membaca keadaan, situasi, dan jalur hidup seseorang. Dokumen sejarah menunjukkan bahwa Tarot berasal dari Italia. Sampai saat ini, permainan kartu Tarocchi masih populer di Eropa.

Ahli pembaca kartu Tarot juga ada di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta dan Surabaya. Mungkin sekarang ada sekitar 40 pembaca tarot di Indonesia (sebagian bertitel “Mama”), tetapi jumlahnya makin bertambah karena banyaknya orang yang ingin mengatahui apa yang terjadi di masa depan akibat situasi yang ada. Mereka yang menghindari dukun, mengira bahwa konsultasi “modern” yang biayanya mencapai sekitar Rp. 2-4 juta per jam itu tidaklah berbau mistis dan karena itu bisa diterima. Benarkah begitu?

Banyak ayat Alkitab yang menunjukkan bahwa manusia tidak dapat mengetahui apa yang terjadi di masa depan. Hanya Tuhan yang maha tahu, yang dapat mengetahui apapun yang akan terjadi di jagad raya dan di muka bumi ini. Tuhan yang maha kuasa juga selalu bekerja untuk mewujudkan rancanganNya, dan karena itu melakukan berbagai tindakan yang mengherankan manusia, tidak hanya dalam hal bentuknya, tetapi juga mengenai ukuran dan saatnya. Apa yang kita tahu hanyalah Tuhan akan membuat segala sesuatu indah pada waktunya untuk mereka yang percaya, sekalipun itu sulit dimengerti oleh manusia.

“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” Pengkhotbah 3: 11

Ketidaktahuan manusia akan hari depannya sebenarnya adalah berkat Tuhan, karena dengan itu manusia bisa menggantungkan hidup mereka sepenuhnya kepada Tuhan yang maha kuasa dan maha kasih. Persis seperti keadaan di taman Firdaus, sebelum Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa. Tetapi karena manusia ingin menjadi seperti Tuhan yang maha tahu, mereka selalu berusaha dengan segala cara untuk mengetahui apa yang akan terjadi dalam hidup mereka agar bisa melakukan sesuatu sebelumnya.

Dalam lingkungan gereja pun, ada orang-orang yang senang mencari “informasi” tentang masa depan, dan ada yang sering menyampaikan “nubuat” tentang berbagai hal. Nubuat semacam itu harus dianalisa isi, tujuan dan akurasinya. Memang, jika Tuhan mau menyatakan sesuatu kepada manusia, itu bisa dilakukan melalui orang-orang tertentu yang dikaruniai Tuhan. Tetapi, itu jarang terjadi dan biasanya muncul secara spesifik untuk hal yang sangat urgen yang akan terjadi. Nubuat bukan untuk membawa kemuliaan kepada si pembawa atau manusia lain, tetapi untuk membawa orang kepada pengenalan akan kebesaran Tuhan. Untuk memberitakan nubuat, seseorang harus dipilih Tuhan dan karena itu cara bernubuat tidak bisa dipelajari manusia. Nubuat Tuhan pasti terjadi dan jika ada yang tidak terjadi, itu menunjukkan adanya kepalsuan.

Sadar atau tidak, mereka yang selalu ingin melihat apa yang terjadi di masa depan, sebenarnya ingin untuk mengungguli (to upstage) kehendak Tuhan. Mereka yang merasa bisa meramalkan masa depan, seringkali mengalihkan perhatian orang lain dari Tuhan kepada diri mereka sendiri.

Jika kita membaca Alkitab dari ujung ke ujung, kita tahu bahwa ada satu oknum yang selalu ingin untuk meng “upstage” Tuhan. Iblis dulunya adalah Lucifer, malaikat ciptaan Tuhan yang berpenampilan luar biasa yang merasa lebih hebat dari Tuhan (Yesaya 14: 12 – 14). Iblislah yang membuat manusia jatuh ke dalam dosa dengan mengalihkan perhatian Adam dan Hawa ke arah buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, dan iblis jugalah yang sampai sekarang berusaha mengalihkan pandangan kita, dari kebesaran Tuhan kepada dirinya sendiri, dengan melakukan berbagai trik dan tipu muslihat yang mempesona agar kita terlena.

Sudah tentu mereka yang benar-benar beriman kepada Tuhan akan berusaha mengabaikan tipu daya iblis. Tetapi, keadaan di sekeliling manusia bisa menimbulkan keinginan untuk bisa melihat dan mengatur masa depan mereka. Dengan demikian, manusia berbuat dosa karena tidak mempercayai Tuhan yang maha kuasa dan maha bijaksana. Manusia kemudian mudah jatuh kedalam tipu daya ramalan iblis.

Raja Saul, sebagai contoh, menemui seorang dukun untuk bisa mengetahui apa yang akan terjadi pada dirinya dan bani Israel (1 Samuel 28: 3 -25). Iblis memanfaatkan kesempatan itu dengan menampilkan sosok Samuel yang sebenarnya sudah bersama Tuhan dan tidak mungkin datang menjumpai Saul. Sebagian ramalan iblis memang terjadi, tetapi kematian Saul dengan bunuh diri adalah tragis dan merupakan kelanjutan dosa Saul sendiri, karena ketakutan yang timbul setelah mendengar ramalan iblis membuat ia makin jauh dari Tuhan.

Pagi ini, firman Tuhan mengingatkan kita untuk hanya mempercayai Dia dalam menghadapi masa depan. Dalam keadaan apapun, kita harus bisa mengatasi dorongan iblis untuk melupakan Tuhan dan kuasa serta kasihNya. Jika hidup kita saat ini mengalami berbagai kesulitan dan bahaya, itu adalah kesempatan bagi kita untuk makin dekat kepada Tuhan dan bukannya melarikan diri kepada orang-orang yang dari luar nampaknya bisa memberi bimbingan dan pertolongan melalui ramalan masa depan. Semoga kita selalu taat kepada Tuhan dan menghindari bujukan iblis!

“Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” 1 Petrus 5: 7

3 pemikiran pada “Hanya Tuhan yang tahu

  1. Betul bnget, slain emang ingin mengungguli (to upstage) Tuhan, krn mereka sbnrnya jg gak terllu percya Tuhan. Bnyak ateis praktis kok berkeliaran di gereja2 zaman now.. meramal masa depan itu mengasyikan bg mereka. Bg sy, itu justru bs bikin stress, misalkan aj: 2 thn lagi kita tahu akan mati, gmn jadinya…

    Sy stuju bhwa ketidaktahuan manusia akan hari depannya sebenarnya adalah berkat Tuhan, karena dengan itu manusia bisa menggantungkan hidup mereka sepenuhnya kepada Tuhan yang maha kuasa dan maha kasih. 
    Setuju bnget..

    Mksh Pak Andreas utk renungan2 kristiani Anda yg dirilis tiap hr dan tiap pg ini, sy sllu bca dan komentari pak. Krn sbgai bloger sy mesti blogwalking sih :)))

    Have a great day for us

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s