Memahami besarnya kasih Tuhan

“Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.” Efesus 3: 18 – 19

Pagi ini saya melakukan perjalanan dari kota Vancouver ke pulau Vancouver dengan kapal ferry. Kapal ini cukup besar dan dapat mengangkut kendaraan roda empat, besar dan kecil. Kapal ferry yang terbesar yang beroperasi di daerah Vancouver ini adalah Spirit of British Columbia yang panjangnya hampir 170 meter, beratnya sekitar 19000 ton dan bisa mengangkut 2100 penumpang dan 470 mobil. Tidak dapat diragukan, kapal ferry ini memang cukup besar untuk kelasnya.

Jika besarnya benda-benda serta mahluk di dunia yang bisa dilihat mata dapat ditimbang dengan ukuran panjang, lebar, tinggi maupun berat, apa yang tidak dapat dilihat mata dan bersifat maya, tidaklah dapat diukur atau ditimbang. Karena itu, untuk memperkirakan ukuran sesuatu yang abstrak seperti cinta dan kebencian, orang biasanya melihat akibat atau hasilnya. Jika seseorang merasa dicintai oleh orang lain tetapi tidak pernah menerima perhatian dalam bentuk apapun, perasaan itu mungkin hanya berupa harapan atau khayalan belaka.

Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Efesus menulis bahwa ia berdoa agar mereka bersama-sama dengan segala orang percaya dapat merasakan kasih Kristus. Paulus pada saat itu tahu bahwa jemaat Efesus mengalami kesulitan untuk memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus.

Jika mereka yang melihat Yesus disalibkan belum tentu bisa mengerti arti pengurbananNya, apalagi mereka yang hanya mendengar beritanya. Karena mereka tidak melihat pengurbanan Kristus dengan mata kepala, mereka tentunya lebih sukar untuk memahami atau mengukurnya, jika tanpa bimbingan Tuhan. Karena itu ia berdoa agar mereka dapat mengenal kasih itu, sekalipun itu melampaui segala pengetahuan.

Bagi sebagian orang Kristen, memang kasih Tuhan adalah suatu yang kurang nyata. Mereka mengharapkan dan mengkhayalkan kasihNya dalam bentuk nyata seperti materi dan kesehatan, dan jika itu tidak terlihat mereka mudah kecewa dan putus asa. Paulus menggunakan ukuran manusia: lebar, panjang, tinggi dan dalam untuk membayangkan besarnya kasih Kristus. Tetapi sudah tentu kasih Tuhan tidak dapat diukur dengan akal pikiran kita.

Pagi ini, jika kita merasakan adanya kesangsian akan kasih Tuhan dalam hidup kita, biarlah Roh Kudus mencerahkan hati dan pikiran kita. Kita yang seharusnya binasa karena dosa-dosa kita, sekarang mendapatkan pengampunan dan keselamatan dari Tuhan. Adakah sesuatu yang lebih besar dari kasihNya?

“Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.” Roma 5: 8

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s