Kita adalah terang dunia

“Dengan bertekun dan dengan sehati mereka berkumpul tiap-tiap hari dalam Bait Allah. Mereka memecahkan roti di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus hati, sambil memuji Allah. Dan mereka disukai semua orang. Dan tiap-tiap hari Tuhan menambah jumlah mereka dengan orang yang diselamatkan.” Kisah Para Rasul 2: 46 – 47

Melihat hidup orang Kristen zaman sekarang, seringkali kita tidak dapat dengan mudah membedakannya dengan hidup orang yang bukan Kristen. Dunia ini sudah berubah sedemikian sehingga kebanyakan manusia hidup secara individuil dan memisahkan kepercayaan dari kegiatan sehari-hari. Malahan, orang yang sering menunjukkan ciri-ciri kekristenannya dalam masyarakat yang plural ini, justru sering dipandang aneh atau sok. Mereka yang duduk dalam kepemimpinan negara pun seringkali tidak dapat diharapkan untuk memberi teladan.

Kegiatan orang Kristen, dan juga persekutuan orang percaya, mungkin hanya terlihat nyata dikalangan sendiri. Di dunia Barat, tidak hanya jumlah orang Kristen berkurang, kegiatan umat Kristen pun harus berjalan dibalik kedok kegiatan badan-badan sosial umum untuk tidak dituduh “eksklusif”. Di banyak negara, orang yang benar-benar menunjukkan sifat-sifat Kristennya seringkali menjadi orang yang kurang populer. Karena itu, menjalankan firman Tuhan dan memuji Tuhan mungkin hanya bisa dilakukan secara “incognito” alias tersembunyi dan “untuk kalangan sendiri ” agar tidak menyinggung orang lain atau menimbulkan pergunjingan.

Bagaimana dengan kehidupan zaman dulu, ketika orang Kristen baru saja dikenal sebagai kelompok masyarakat yang lain dari yang lain? Apa ciri-ciri mereka dan bagaimana tanggapan masyarakat? Dari ayat diatas kita bisa membaca bahwa mereka adalah orang-orang yang tekun dan sehati dalam berbakti kepada Tuhan. Mereka berkumpul tiap hari dalam Bait Allah dan mengadakan perjamuan kudus di rumah masing-masing secara bergilir dan makan bersama-sama dengan gembira sambil memuji Allah. Mereka disukai semua orang dan karena itu jumlah orang yang diselamatkan berkembang pesat. Baik di rumah maupun di tempat lain, masyrakat bisa melihat bahwa mereka adalah orang-orang yang baik perilaku dan cara hidupnya.

Pagi ini kita mendapatkan kesempatan untuk memikirkan hal perilaku dan kehidupan kita. Pertanyaan untuk kita: apakah kita mempunyai perilaku dan cara hidup yang bisa membuat orang lain tertarik untuk menjadi pengikut Kristus? Ataukan hidup kita selalu membaur dengan orang yang belum benar-benar mengenal Tuhan?

Mereka yang belum mengenal Tuhan selalu mencintai dirinya sendiri dan suka menjadi hamba uang. Mereka senang membual dan menyombongkan diri. Mereka tidak segan untuk memfitnah dan berontak terhadap orang tua. Orang yang sedemikian tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai, suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, suka berlagak tahu, dan lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah (2 Timotius 3: 2 – 4).

Sudah tentu, jika hidup kita tidak berbeda dari mereka yang belum diselamatkan, orang lain tidak akan tertarik untuk mengikut Kristus. Tetapi jika kita tetap mempunyai perilaku dan cara hidup yang baik di zaman ini, banyak orang akan bisa melihat bagaimana iman kita sudah mengubah hidup kita, dari sesuatu yang tidak berguna, menjadi terang untuk masyarakat di sekeliling kita.

“Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi.” Matius 5: 14

Satu pemikiran pada “Kita adalah terang dunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s