Bagaimana dengan masa depanku?

“Perhatikanlah orang yang tulus dan lihatlah kepada orang yang jujur, sebab pada orang yang suka damai akan ada masa depan.” Mazmur 37: 37

Membaca surat kabar dan media baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar negeri, kita tidak dapat tidak merasa sangat sedih. Betapa tidak? Gempa bumi yang menghacurkan kota Palu dan Donggala beserta daerah disekitarnya sungguh besar akibatnya pada infrastruktur dan kehidupan penduduk setempat.

Kejadian yang bisa menggoncangkan kehidupan manusia tentu saja tidak harus berupa gempa bumi. Dalam hidup ini, seringkali kita mengalami berbagai goncangan yang membuat hidup ini terasa berat. Entah itu karena persoalan ekonomi, keluarga, pekerjaan, persahabatan dan lain-lainnya, terkadang hidup manusia terlihat porak-poranda. Dan jika kita yang mengalami hal-hal itu, sudah sewajarnya kita bertanya-tanya: adakah masa depan bagiku? Apa yang harus aku lakukan untuk memperbaiki keadaan?

Ayat diatas adalah ayat yang sederhana dan mudah dimengerti. Walaupun demikian, orang di zaman sekarang mungkin sudah jarang mengindahkannya. Ayat itu mengajarkan agar kita mengambil contoh dari orang yang tulus dan yang jujur. Lebih dari itu, kita harus berusaha untuk hidup dalam damai, karena bagi mereka yang suka damai akan ada masa depan yang baik.

Bagi banyak orang, ayat diatas agaknya sudah bernada kuno, sudah ketinggalan zaman. Dunia sekarang seolah mengajarkan bahwa mereka yang ingin untuk sukses di dunia harus siap dan bisa untuk melakukan apa saja. Karena itu, mereka yang mempunyai ambisi untuk mencapai kesuksesan sering terlihat memakai taktik dan cara yang tidak jujur, dan bahkan siap untuk mengorbankan perdamaian dan ketenteraman untuk mencapai maksudnya.

Dalam hidup ini, manusia memang selalu mengalami goncangan kecil dan besar. Bagi banyak orang sudah jauh dari Tuhan, hidup serasa ada dalam tangan mereka sendiri. Dalam kebodohan mereka, mereka merencanakan segala sesuatu yang baik menurut keinginan mereka, dan merasa bangga karena dapat melakukan hal itu. Mereka tidak sadar bahwa hidup ini ada di tangan Tuhan.

“Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu.” Amsal 27: 1

Masa depan umat manusia sepenuhnya bergantung pada rencana Tuhan. Tidak ada seorangpun yang terkecuali, dan tidak ada satu bangsa pun yang bisa bebas dari rancangan Tuhan untuk seisi bumi ini. Mereka yang berusaha untuk mencari kehendak Tuhan adalah orang-orang yang bijaksana. Mereka yang menuruti kehendak sendiri dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan adalah orang-orang yang bodoh.

Pagi ini biarlah kita mau berdoa untuk masa depan kita, masa depan bangsa dan keadaan dunia. Kesadaran bahwa Tuhan yang mahakuasa mencintai orang-orang yang tulus, jujur dan suka damai, seharusnya menambah keyakinan kita bahwa sekalipun awan tebal menutupi langit saat ini, pada waktunya kita akan melihat sinar matahari lagi.

“Orang-orang benar diselamatkan oleh TUHAN; Ia adalah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan” Mazmur 37: 39

Satu pemikiran pada “Bagaimana dengan masa depanku?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s