Hari Minggu adalah hari bahagia

Lalu kata Yesus kepada mereka: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat” Markus 2: 27

Hari ini adalah hari Minggu. Hari yang juga dikenal sebagai hari kemenangan Tuhan Yesus di kayu salib (the Lord’s day). Bagi sebagian orang Kristen, hari ini adalah hari perhentian, seperti hari Sabat bagi orang Yahudi dan sebagian umat Kristen. Hari yang diberikan Tuhan untuk manusia. Benarkah? Banyak orang Kristen yang mengira bahwa karena hari itu adalah hari untuk ke gereja, itu adalah hari untuk Tuhan. Tetapi Yesus sendiri yang mengatakan bahwa hari Sabat adalah hari untuk manusia. Mengapa begitu?

Dalam seminggu, enam hari lamanya manusia harus bekerja. Walaupun banyak negara sudah mengikut prinsip lima hari kerja dalam seminggu, hari Sabtu biasanya adalah hari sibuk yang dipakai untuk berbagai kegiatan pribadi atau keluarga. Dengan demikian, konsep hari Minggu sebagai hari untuk beristirahat tetaplah relevan untuk banyak orang Kristen.

Pada zaman Yesus masih di dunia, orang Farisi menganggap hari Sabat adalah hari yang ditentukan Tuhan agar manusia berhenti melakukan sebagian besar aktivitas sehari-hari umtuk bisa memusatkan diri pada Tuhan. Tetapi Yesus bisa melihat bahwa hari yang sebenarnya diciptakan untuk kebahagiaan manusia itu kemudian menjadi hari yang membatasi manusia; sedemikian rupa, sehingga manusia merasa sangat terbebani. Manusia bukannya berbahagia dengan datangnya hari Sabat, tetapi sebaliknya menjadi tertekan karena harus menaati segala macam aturan dan adat yang diciptakan manusia sendiri.

Hari Sabat ataupun hari Minggu seharusnya adalah hari yang disediakan Tuhan untuk menyegarkan tubuh dan jiwa manusia, tetapi jika manusia dipaksa untuk mengikuti ajaran kaum Farisi pada waktu itu, manusia tidak akan bisa untuk mendapatkan keintiman dengan Tuhan dan sesama. Peraturan dan persiapan hari Sabat yang sedemikian ketat, justru akan membuat manusia hanya melihat semua itu sebagai tugas (chores) saja.

Hari Sabat diciptakan Tuhan agar manusia dapat mempererat hubungan dengan Tuhan dan sesamanya. Hari Sabat seharusnya adalah hari gembira yang mengingatkan kita atas kemenangan Kristus dalam penebusan dosa manusia, dan hari yang bisa lebih mendorong kita untuk melaksanakan kedua hukum yang paling utama: untuk mengasihi Tuhan, dengan segenap hati dan dengan segenap jiwa dan dengan segenap akal budi; dan untuk mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri. Selain itu, dengan merayakan hari Sabat ataupun hari Minggu, kita bisa bersyukur bahwa Tuhan benar-benar mengasihi umatNya dengan menyediakan satu hari bahagia dalam seminggu.

“Pujilah TUHAN, hai jiwaku,dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya” Mazmur 103: 2

Satu pemikiran pada “Hari Minggu adalah hari bahagia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s